Unit K9 Polda Jatim Diturunkan Untuk Mencari Jejak Pembunuh Bocah Di Pasuruan

Unit K9 Polda Jatim akhirnya diturunkan untuk mencari jejak pelaku pembunuhan seorang bocah di Pasuruan.

Unit K9 Polda Jatim akhirnya diturunkan untuk mencari jejak pelaku pembunuhan seorang bocah di Pasuruan.

PASURUAN (SurabayaUpdate) – Untuk mengungkap misteri pembunuhan seorang bocah yang terjadi Jumat (29/8) di Petamanan gang III, Kota Pasuruan, Polda Jatim pun terpaksa menurunkan unit anjing pelacak (K9).

Keberadaan Unit K9 Polda Jatim ini pun menjadi tontonan tersendiri bagi masyarakat, yang ingin menyaksikan dari dekat proses pencarian pelaku pembunuhan seorang bocah yang terjadi beberapa hari yang lalu di Pasuruan.

Begitu tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pukul 16.00 Wib, seekor anjing Siberian yang diberi nama Janggo dan Wellem, pawangnya, langsung melakukan pelacakan. Awalnya, anjing ini ditaruh di gang III, lokasi penemuan mayat bocah yang menjadi korban pembunuhan.

Keluar dari gang III, Janggo kemudian menuju ke Jalan Dr. Wahidin lalu masuk ke gang kecil setelah itu keluar dari gang I. Setelah itu, Janggo masuk ke gang XII. Jalan ini adalah akses menuju rumah Mulyono.

Janggo kemudian masuk ke sebuah gang yang berada di sebelah rumah kakek Amira. Setelah mengendus-endus di sekitar gang, Janggo tampak kebingungan dan akhirnya kembali dan berhenti di jalan gang, tak jauh dari depan rumah kakek Amira.

Nampaknya, penyusuran yang dilakukan Unit K9 dari Polda Jatim sore itu, tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal itu lantaran Janggo, anjing pelacak yang sudah terlatih milik polisi ini, kebingungan untuk mencari jejak sang pembunuh.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Kasat Reskrim Polresta Pasuruan, AKP. Bambang Sugeng menjelaskan, kasus penculikan itu sudah lebih dari 13 hari. Meski demikian, jalur yang dilalui Janggo selama proses pencarian jejak tersebut, akan dipakai bahan polisi untuk melakukan penyelidikan.

“Unit K9 Polda Jatim ini sengaja didatangkan untuk mempermudah Polres Pasuruan untuk mencari jejak sang pembunuh. Hingga saat ini, polisi terus mencari keberadaan sang pembunuh bocah tersebut, “ ujar Bambang Sugeng.

Sebelumnya, Amira Sintya Ramadani, seorang balita berumur lima tahun, dilaporkan diculik orang tak dikenal, Rabu (13/8) lalu. Anak itu diculik saat dititipkan orang tuanya di rumah kakeknya, Mulyono (58), yang tinggal di gang 12 RT 2 RW 4, Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Saat diculik, Amira sedang tertidur pulas di ruang tamu, dan pintu rumah milik kakeknya itu dalam keadaan terbuka.(Ad/pay)