Perintah Penghentian Pelayanan SKTM Jadi Pemicu Kemarahan Anggota Dewan Kota Surabaya

Baktiono, anggota DPRD Kota Surabaya yang keras menentang penghapusan SKTM bagi warga miskin Surabaya.

Baktiono, anggota DPRD Kota Surabaya yang keras menentang penghapusan SKTM bagi warga miskin Surabaya.

SURABAYA (surabayaupdate) – Perintah pemberhentian pelayanan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi masyarakat kurang mampu yang dilakukan Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan memicu kemarahan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya.

Instruksi yang dilakukan Sekkota Surabaya kepada seluruh Camat dan Lurah se-Surabaya melalui pesan singkat itu dianggap anggota dewan Kota Surabaya sebagai tindakan perlawanan sekaligus perbuatan melecehkan Perwali.

Bukan hanya itu, dengan dihentikannya pelayanan terhadap masyarakat Kota Surabaya yang kurang mampu dengan adanya SKTM tersebut, Sekkota Surabaya dan seluruh Lurah serta Camat di Surabaya, sudah mengabaikan kepentingan warga miskin di Surabaya.

Baktiono, salah satu anggota DPRD Kota Surabaya yang menentang tindakan Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan ini dengan tegas menyatakan, bagaimana mungkin Perwali bisa dikalahkan dan dibatalkan hanya dengan sms seorang Sekkota.

“Sudah berani melawan dan menentang Perwali, sekarang Sekkota Surabaya malah tidak berani datang. Jangan mentang-mentang sekarang mendapatkan posisi tinggi lantas berani mengabaikan undangan kami,” teriak Baktiono sembari menggebrak meja.

Kemarahan Baktiono ini dipicu karena ketidakhadiran Hendro Gunawan untuk didengar kesaksiannya tentang tindakan yang sudah dilakukan, membatalkan pelayanan SKTM untuk masyarakat miskin di Surabaya.

Ironisnya, ketika 15 anggota DPRD Kota Surabaya dari beberapa fraksi sudah hadir untuk mendengar penjelasan dari Hendro Gunawan terkait keberaniannya menentang Perwali tentang SKTM, Hendro Gunawan malah mewakilkan ketidakhadirannya memenuhi undangan dewan tersebut kepada Eko Haryanto Asisten IV bidang Kesara, Nanis Chairani Kepala Bapemas dan dr Febria Rachmanita Kadis Kesehatan Kota Surabaya.

Lebih lanjut Baktiono mengatakan, selama ini masyarakat Surabaya yang kurang mampu telah merasakan bagaimana manfaat SKTM. Kehadiran SKTM sangat membantu mereka dan keluarganya untuk mendapat pelayanan berobat, sekolah, jatah beras secara gratis bahkan juga bisa masuk dalam daftar penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah.

“Artinya, masyarakat Kota Surabaya yang kurang mampu telah menikmati keampuhan secarik kertas yang menerangkan bahwa dirinya benar-benar masuk kategori sebagai warga tidak mampu hingga akhirnya mereka ini mendapat SKTM, “ ujar Baktiono.

Untuk mendapatkan SKTM ini, lanjut Baktiono, telah melalui tahapan survey dari RT dan RW setempat yang kemudian disahkan pihak kelurahan dan kecamatan sebagai kepanjangan tangan Pemkot Surabaya. (pay)