Adanya Sperma Makin Memperkuat Dugaan Perselingkuhan Dan Perzinahan Bupati Katingan Dengan Istri Anggota Polisi

Farida Yeni, istri salah Aiptu SL anggota polisi yang berdinas di Polsek Katingan Hilir. Farida diduga kuat adalah pasangan selingkuh Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie. (FOTO : beni roska/surabayaupdate.com)

Farida Yeni, istri salah Aiptu SL anggota polisi yang berdinas di Polsek Katingan Hilir. Farida diduga kuat adalah pasangan selingkuh Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie. (FOTO : beni roska/surabayaupdate.com)

PALANGKARAYA (surabayaupdate) – Pengungkapan kasus dugaan perselingkuhan Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie dengan Farida Yeni, istri Aiptu Sulis Heri yang menjadi pasangan selingkuhannya oleh Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Tengah akhirnya menemukan fakta yang mengejutkan.

Direktur Direktorat Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Gusde Wardhana mengatakan, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan polisi, akhirnya ditemukan adanya sperma di tempat tidur salah satu kamar di Jalan Nangka Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, yang menjadi lokasi penggerebekan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan barang bukti yang ada, kami menemukan adanya bercak sperma baik di alas tidur yang dipakai keduanya maupun pada celana dalam yang dikenakan keduanya, “ ungkap Gusde.

Atas temuan ini, sambung Gusde, makin memperkuat dugaan kami, bahwa kedua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan perzinahan ini, telah melakukan hubungan suami istri beberapa saat sebelum digrebek Aiptu Sulis Heri, suami Farida Yeni.

Farida Yeni saat menjalani serangkaian pemeriksaan di Mapolda Kalimantan Tengah. (FOTO : beni roska/surabayaupdate.com)

Farida Yeni saat menjalani serangkaian pemeriksaan di Mapolda Kalimantan Tengah. (FOTO : beni roska/surabayaupdate.com)

“Terhadap tindakan kedua tersangka yang diduga kuat melakukan hubungan suami istri beberapa saat sebelum penggerebekan, penyidik menjerat kedua tersangka dengan pasal 284 tentang perzinahan, “ papar Gusde.

Masih menurut Gusde, atas kedua terdakwa ini, penyidik tidak melakukan penahanan. Kedua tersangka hanya dikenakan wajib lapor selama dua kali seminggu. Lalu bagaimana dengan adanya informasi yang mengatakan bahwa Ahmad Yantenglie dan Farida Yeni sudah melangsungkah pernikahan secara sirih di Bogor?

Perwira polisi dengan tanda pangkat tiga melati dipundak ini mengatakan, terkait hal itu masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Yang pasti, jika memang salah satu tersangka bersikukuh telah melangsungkan pernikahan walaupun secara sirih, saksinya siapa?

“Adanya pernikahan sirih itu akan kami selidiki, karena untuk membuktikannya harus ada bukti-bukti yang kuat termasuk adanya saksi yang melihat pernikahan sirih tersebut. Yang ada saat ini adalah, kedua orang tersangka ini masih berstatus suami dan istri yang sah dari pasangannya masing-masing, “ jelas Gusde.

Puluhan massa yang tergabung dalam masyarakat Katingan bersatu, berdemo di depan kantor DPRD Kabupaten Katingan. (FOTO : beni roska/surabayaupdate.com)

Puluhan massa yang tergabung dalam masyarakat Katingan bersatu, berdemo di depan kantor DPRD Kabupaten Katingan. (FOTO : beni roska/surabayaupdate.com)

Sementara itu, ditempat yang lain, puluhan masyarakat yang mengaku dari masyarakat Katingan bersatu melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kabupaten Katingan. Selain membawa spanduk yang berisi kecaman terhadap Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie dan Farida Yeni yang sudah melakukan perselingkuhan, beberapa pendemo ini juga menggelar orasi.

Dalam orasinya, Juanta, salah satu koordinator aksi demo mengatakan, masyarakat Katingan bersatu menuntut supaya Bupati Ahmad Yantenglie diberhentikan dan dicopot dari jabatannya sebagai Bupati Katingan. Hal ini harus dilakukan karena tindakan perselingkuhan yang dilakukan Ahmad Yantenglie itu sudah mencoreng dan mempermalukan masyarakat Katingan.

Atas desakan pencopotan Ahmad Yantenglie dari jabatannya tersebut, Juanta juga menyerukan kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Katingan supaya menggelar rapat sehingga pencopotan dan penghentian Ahmad Yantenglie dari jabatannya sebagai Bupati Katingan dapat segera dilaksanakan.

Bukan hanya itu, masyarakat Katingan bersatu juga menyerukan untuk tetap mengawasi proses hukum Ahmad Yantenglie yang saat ini ditangani Ditreskrimum Polda Kalimantan Tengah. Massa menginginkan supaya Ahmad Yantenglie dan Farida Yeni mendapat hukuman atau sangsi yang setimpal dengan perbuatannya. (ben)