Anak Dieksploitasi, Bos Empire Palace Mengadu Ke Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur

Gunawan Angka Widjaja (PAKAI BATIK HIJAU, KANAN) mengadukan adanya dugaan eksploitasi anak ke Ketua LPA Jatim. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Gunawan Angka Widjaja (PAKAI BATIK HIJAU, KANAN) mengadukan adanya dugaan eksploitasi anak ke Ketua LPA Jatim. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaudate) – Setelah beberapa hari sebelumnya sempat mendatangi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Propinsi Jawa Timur untuk berkonsultasi, Gunawan Angka Widjaja akhirnya secara resmi mengadu ke LPA Jawa Timur.

Ditemui Ketua LPA Jawa Timur, DR.dr. Sri Adiningsih, Ms.Mcn dan Ketua Bidang Advokasi LPA Jawa Timur, Priyono Adinugroho, Gunawan Angka Widjaja menceritakan banyak hal yang berkaitan permasalahan menyangkut anak-anaknya, akibat perseteruan yang sedang terjadi antara dirinya dengan Trisulowati alias Chin Chin, istrinya.

Adanya dugaan eksploitasi yang menimpa ketiga anak kesayangannya inilah yang membuat tekad Gunawan Angka Widjaja makin tak terbendung untuk mendatangi kantor LPA Jawa Timur di Jalan Bendul Merisi Surabaya, Senin (28/11).

Didampingi salah satu penasehat hukum Empire Palace, Teguh Suharto Utomo, Gunawan menceritakan adanya perubahan sikap yang sangat drastis dari ketiga anak-anaknya, pasca permasalahan yang terjadi antara dirinya dengan sang istri.

Yang membuat Komisaris Utama PT. Blauran Cahaya Mulia (BCM) ini terheran-heran dan tidak habis pikir adalah Janice, James dan Lawrence, anak kesayangannya hasil perkawinannya dengan Chin Chin ini, mulai menunjukkan sikap yang tidak baik, sedikit kasar dan tidak menghormati orang tua. Hal itu sangat berbeda dengan ketika Janice, James dan Lawrence masih tinggal bersamanya.

Untuk dugaan eksploitasi anak itu dilakukan oleh salah satu penasehat hukum Chin Chin dan oknum LPA Jawa Timur. Bentuk eksploitasi anak yang terjadi pada ketiga anaknya ini adalah dengan membawa ketiga anaknya tersebut ke acara reuni SMA 1 Blitar.

“Acara itu kan berlangsung sampai malam. Anak-anak saya tetap berada di sana. Apa yang sudah membawa anak-anak saya itu tidak mikir kalau besok anak-anak saya ini harus sekolah?, “ papar Gunawan penuh tanya.

TIga anak Gunawan Angka Widjaja dan Trisulowati Jusuf alias Chin Chin ketika menghadiri reuni SMA 1 Blitar. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

TIga anak Gunawan Angka Widjaja dan Trisulowati Jusuf alias Chin Chin ketika menghadiri reuni SMA 1 Blitar. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Diacara itu, lanjut Gunawan, ketiga anak-anak ini dibawa ngamen untuk mencari simpati supaya teman-teman Chin Chin di masa SMA dulu tersebut iba. Dengan membawa anak-anak ini ke acara reuni teman sekolah Chin Chin tersebut, sebenarnya tidak perlu dilakukan. Daripada dibawa ke acara itu, lebih baik anak-anak ini tinggal di rumah untuk belajar karena sebentar lagi akan menjalani ujian nasional.

“Tindakan membawa anak-anak saya seperti pengamen itu bukan hanya sekali itu saja dilakukan. Oleh pengacara Chin Chin, anak-anak saya ini dibawa menghadap ke Kapolrestabes Surabaya untuk minta penangguhan penahanan Chin Chin, ibu mereka. Mengetahui kejadian ini, Kapolrestabes Surabaya bahkan mengingatkan penasehat hukum Chin Chin untuk tidak mengeksploitasi anak, “ tukas Gunawan.

Bentuk eksploitasi anak lainnya yang dirasakan Gunawan Angka Widjaja dan dilaporkan ke LPA Jatim adalah, pernyataan salah satu anaknya yang mengatakan bahwa ibunya masuk penjara karena dimasukkan sang ayah.

Menurut Gunawan, tidak mungkin anak sekecil itu bisa mempunyai persepsi demikian jika tidak ada orang dewasa yang sudah mengajarinya. Oleh sebab itu, Gunawan berharap LPA Jawa Timur ikut membantu dan berperan aktif terhadap tumbuh kembang anaknya.

Dengan melihat kondisi perubahana sikap dan mental anaknya seperti ini, Gunawan berhadap LPA Jatim bisa mengembalikan anak-anaknya kepadanya atau LPA Jatim membawa anak-anaknya ke shelter anak, supaya di shelter anak itu ketiga buah hatinya tersebut terpulihkan psikologinya dan tidak terpengaruh lagi dengan ajaran-ajaran yang tidak baik dan dapat mengganggu tumbuh kembang si anak.

Terpisah, Teguh Suharto Utomo, salah satu tim penasehat hukum Empire Palace ketika dihubungi mengatakan, upaya untuk menyelamatkan anak-anak Gunawan Angka Widjaja ini tidak akan berhenti sampai kapanpun.

“Walaupun sering terjadi penolakan dari anak-anaknya, pak Gunawan tidak akan berhenti untuk mengunjungi anak-anaknya. Penolakan dan cacian yang ditujukan ke Gunawan Angka Widjaja itu, bukanlah dari lubuk hati anak-anaknya yang paling dalam. Kami yakin, bahwa sikap memberontak yang sudah diperlihatkan anak-anak ini, karena mereka sudah di brain wash oleh orang dewasa, “ ungkap Teguh.

Untuk itu, lanjut Teguh, kami memperingatkan kepada pihak-pihak yang sudah mem-brain wash anak-anak Gunawan Angka Widjaja untuk menghentikan perbuatannya itu karena apa yang sudah dilakukan tersebut termasuk kategori eksploitasi anak yang akan mempunyai dampak hukum dikemudian hari. (pay)