BNNP Jawa Timur Hanya Amankan Dua Orang Positif Narkoba Dari Apartemen Puncak Permai

Tiga orang anggota BNNP Jawa Timur memeriksa tas milik pengunjung apartemen Puncak Permai. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Tiga orang anggota BNNP Jawa Timur memeriksa tas milik pengunjung apartemen Puncak Permai. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Meski mengerahkan personil dalam jumlah banyak, razia narkoba di apartemen Puncak Permai Surabaya, Selasa (1/9) mulai pukul 24.00 Wib, hanya mengamankan dua orang positif menggunakan narkoba.

Belum diketahui pasti identitas kedua orang yang positif menggunakan narkoba tersebut. Setelah dilakukan tes urine dan dinyatakan positif menggunakan narkoba, satu orang pria dan satu orang wanita itu langsung dibawa ke kantor BNNP Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan.

Selain melakukan razia di apartemen mewah dan sangat ketat pengamanannya tersebut, BNNP Jawa Timur dan Satpol PP Kota Surabaya juga mengamankan 2 orang pria yang tidak memiliki identitas. Dua orang yang tidak memiliki identitas KTP Surabaya ini, langsung dibawa ke kantor Satpol PP Kota Surabaya.

Dari pantauan surabayaupdate.com dari lokasi, tidak seperti razia narkoba yang sudah digelar BNNP Jawa Timur di tempat-tempat yang lain, termasuk di rumah kos yang ada di Surabaya, razia yang digelar di apartemen yang beralamat di Jalan Raya Darmo Permai III Surabaya ini tidak sampai melakukan penggeledahan di kamar-kamar apartemen.

Puluhan petugas BNNP Jawa Timur dan Satpol PP Kota Surabaya ini, sejak berangkat dari kantor Satpol PP Kota Surabaya pukul 24.00 Wib, hanya berdiri di pintu keluar masuknya pengunjung maupun penghuni apartemen. Mereka tidak memeriksa seluruh kamar, padahal di apartemen yang mempunyai 3 blok ini memiliki 1733 unit kamar.

Sementara itu, Dari, Kabag Operasionl Satpol PP Kota Surabaya mengatakan bahwa razia yang dilakukan di Apartemen Puncak Permai bersama dengan BNNP Jawa Timur ini adalah untuk menekan peredaran narkoba di apartemen-apartemen.

“Untuk menekan tingginya peredaran narkoba dan penggunaan narkoba secara sembunyi-sembunyi. Selain itu, dalam razia ini juga bertujuan untuk mengurangi munculnya penduduk yang tidak ber-KTP Surabaya, “ ujar Dari.

Dalam peredaran narkoba di Kota Surabaya dan merazia para pendatang di Kota Surabaya, Dari mengatakan bahwa razia seperti ini akan terus dilakukan bersama-sama dengan BNNP Jawa Timur. (pay)