Buku Biografi Anak Hutan Kalimantan Menjadi Raja Properti Australia Akan Diluncurkan Nopember 2016

Book Cover “Without Borders: Perjalanan Anak Hutan Kalimantan Menjadi Raja Properti Australia” (FOTO : dokumen pribadi untuk surabayaupdate.com)

Book Cover “Without Borders: Perjalanan Anak Hutan Kalimantan Menjadi Raja Properti Australia” (FOTO : dokumen pribadi untuk surabayaupdate.com)

JAKARTA (surabayaupdate) – Keberhasilan Iwan Sunito di dunia property hingga akhirnya mendapat julukan raja property di Australia, menarik perhatian seorang wartawan bisnis senior untuk membukukan perjalanan hidup anak hutan Kalimantan hingga menjadi raja property di Australia.

Adalah Teguh Sri Pambudi, nama penulis buku biografi Iwan Sunito ini. Dengan pengalamannya yang sudah malang melintang di dunia jurnalisme selama dua dekade, Teguh Sri Pambudi akhirnya memberanikan diri untuk membuat sebuah buku tentang perjalanan hidup seorang Iwan Sunito.

Selain membukukan perjalanan hidup Iwan Sunito, penggemar berat The Gunners Arsenal ini juga telah membukukan perjalanan hidup pendiri Astra International, William Soeryadjaya. Buku yang diberi judul Man of Honor : Kehidupan, Semangat dan Kearifan William Soeryadjaya itu tak disangka akhirnya menjadi salah satu best seller di toko-toko buku terkemuka di Indonesia.

Lalu apa yang membuat Teguh Sri Pambudi begitu termotivasi untuk membuat buku biografi Iwan Sunito? Dalam penjelasannya yang dikutip dari rilis yang dikeluarkan Crown Group Holding, Senin (10/10), Teguh mengatakan banyak hal yang membuatnya tertarik, semakin terpesona akan sosok Iwan Sunito, yang awalnya dianggap sudah mengetahui semuanya tentang Iwan Sunito.

“Ternyata tebakan saya salah. Iwan Sunito adalah bukti bahwa paduan ketajaman intuitif, keluasan imajinasi dan kegigihan dalam roda kehidupan adalah sebuah formula yang tepat dalam mencapai sebuah tujuan, “ ungkap Teguh.

Buku ini, lanjut Teguh, pada akhirnya menjadi kompas baru baginya untuk memahami makna dari kehidupan itu sendiri dan mendorong pemahaman bahwa kehidupan bukanlah sekadar kehidupan, namun bagian dari sesuatu yang lebih luas.

Teguh juga mengatakan, buku “Without Borders: Perjalanan Anak Hutan Kalimantan Menjadi Raja Properti Australia” tersebut terdiri dari 15 bab yang dibagi menjadi beberapa fase perjalanan hidup Iwan Sunito yang dimulai dari titik awal hingga detik ini.

Logo Crown Group

Logo Crown Group

Lalu, bagaimana tanggapan Iwan Sunito tentang buku ini? Pemenang penghargaan Australian Property Person of The Year 2015 ini mengaku sangat menunggu peluncuran buku yang mengupas tentang perjalanan hidupnya mulai bukan siapa-siapa hingga menjadi raja properti.

Buku yang berjudul “Without Borders : Perjalanan Anak Hutan Kalimantan Menjadi Raja Properti Australia” ini akan menceritakan secara mendetil kisah perjalanan hidup seorang pria biasa yang lahir di Surabaya pada tahun 1966 hingga akhirnya menjadi salah satu pengusaha properti yang paling dihormati di Australia.

“Without Borders adalah buku yang menceritakan tentang sebuah pengalaman yang luar biasa, bahkan di luar ekspektasi saya ketika kami memulai proses penulisan kisah hidup saya mulai dari awal, “ ujar Iwan.

Ketika membaca buku ini, lanjut Iwan, seperti mengalami sebuah flash back atas semua peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan saya. Banyak hal yang sudah terlupakan namun akhirnya hidup kembali dari tulisan salah satu sahabat saya, Teguh S. Pambudi.

“Buku ini merupakan hasil perjalanan selama kurang lebih 3 tahun, mulai 2014 hingga 2016,  mulai dari wawancara, riset, hingga penulisan. Bahkan saya menyebutnya sebagai kamus berjalan untuk hidup saya, ” ungkap Iwan Sunito

Masih menurut Iwan Sunito, dari rancangan awal kisah yang akan ditulis, sesi wawancara dengan banyak narasumber di sejumlah tempat, mulai dari Jakarta, Surabaya, Pangkalan Bun, hingga di Sydney, riset-riset sekunder hingga penentuan judul serta gambar muka, semuanya dilakukan secara mendetil melalui sesi diskusi yang intens dan berulang-ulang. Buku “Without Borders” akan tersedia di semua gerai buku terkemuka di Indonesia pada pertengahan bulan November tahun 2016 dan juga tersedia secara daring.

Iwan Sunito lulus dengan gelar Bachelor of Architecture (Hons) dan Master of Construction of Management dari University of NSW. Pada tahun 1993 Iwan menjadi seorang arsitek yang resmi terdaftar di NSW dan dianugerahi penghargaan UNSW Eric Daniels for excellence in residential design.

Dalam beberapa tahun terakhir Iwan Sunito telah menerima sejumlah penghargaan termasuk 2013 Leadership Award dari Majalah Property & Bank, penghargaan Entrepreneur Award dari Kongres Diaspora Indonesia 2013 dan menjadi salah satu pemenang di 2013 Ernst & Young Entrepreneur of the Year Awards. Iwan Sunito juga dinobatkan sebagai 2015 Property Person of The Year oleh Urban Taskforce Australia. (pay)