Danrem 084/Bhaskara Jaya Beri Wawasan Kebangsaan Kepada 100 Guru Non PNS Se Surabaya

Danrem 084/Bhaskara Jaya memberikan wawasan kebangsaan kepada 100 guru non PNS se Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Danrem 084/Bhaskara Jaya memberikan wawasan kebangsaan kepada 100 guru non PNS se Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Lebih memantapkan lagi tentang wawasan kebangsaan kepada para guru non PNS yang ada di Surabaya, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Surabaya adakan seminar.

Dengan mengambil tema “Memantapkan Wawasan Kebangsaan Untuk Menghadapi Era AFTA 2015’’, seminar yang mengulas tentang wawasan kebangsaan ini dilaksanakan di gedung Wanita Chandra Kirana Jalan Kalibokor Selatan No. 2 Surabaya, Rabu (20/8).

Turut hadir dalam acara seminar tentang wawasan kebangsaan ini adalah Joko Susanto Sip, selaku Narasumber dua, Dr Fransiska Dwi Harjati Mpd sebagai Moderator, Soemarno SH M Hum selaku Kepala Badan kesatuan Bangsa, Politik Linmas Surabaya, dan Ir Moh Niam selaku Kepala Bidang Kesatuan, dan terakhir Komandan Komando Resort Militer (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Arh. Nisan Setiadi, SE.

Kepada seluruh undangan seminar yang hadir, Kolonel Arh. Nisan Setiadi mengingatkan kembali hakekat tentang wawasan kebangsaan. Yang dimaksud dengan wawasan kebangsaan itu adalah dasar negara Indonesia dan ideologi yang digunakan bangsa dan negara Indonesia.

“Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Dengan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia, kita sebagai rakyat Indonesia harus bangga dan menjaga kekayaan alam yang ada di Indonesia ini, “ ujar Nisan.

Sebagai rakyat Indonesia, lanjut Nisan, kita harus tetap menjaga kesatuan dan persatuan. Sebagai satu bangsa yang utuh, kita juga harus berjuang bersama-sama untuk mencapai cita-cita kebangsaan.

“Bhineka Tunggal Ika yang dipakai sebagai semboyan negara, terus mengingatkan kita supaya janganlah kita membeda-bedakan suku, ras maupun agama karena kita semua ini, rakyat Indonesia, disatukan dalam satu ideologi yaitu Pancasila, “ ungkap Nisan.

Masih menurut Nisan, Pancasila yang dipakai sebagai ideologi bangsa dan Bhineka Tunggal Ika yang menjadi semboyan negara serta UUD 1945 kemudian disatukan sebagai pilar-pilar utama di dalam bagian kehidupan berbangsa dan bernegara di republik ini.

Nisan menambahkan, adalah tanggungjawab bersama, untuk saling memberikan wawasan kebangsaan. Selain untuk tetap menjaga jiwa nasionalisme, hal itu juga bisa menjaga keutuhan negara, sehingga Indonesia kedepannya siap menghadapi pengaruh asing yang begitu kuat, apalagi nantinya ketika AFTA mulai berlaku di Indonesia. (pay)