Debindo Siap Sukseskan Batik Fashion Fair 2018 Di Surabaya

 

Dirut PT. Debindo Mitra Tama, Dadan Kushendarman (Dua dari kiri) bersama para pendukung acara Batik Fashion Fair 2018 Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Dirut PT. Debindo Mitra Tama, Dadan Kushendarman (Dua dari kiri) bersama para pendukung acara Batik Fashion Fair 2018 Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Setelah sukses menyelenggarakan Batik Fashion Fair di Surabaya selama dua kali, kini PT. Debindo Mitra Tama kembali mengadakan perhelatan yang sama di Surabaya.

Untuk perhelatan Batik Fashion Fair 2018 yang ketiga ini rencananya akan digelar mulai tanggal 5-9 Desember 2018 di Grand City Surabaya. Acara ini mendapat dukungan dari Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Jawa Timur, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur (APBJ), Perkumpulan Pengusaha Bordir (Persadir) Jawa Timur, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Perkumpulan Pengusaha Busana (Persana) Jawa Timur dan Pengrajin Aksesoris Batu Permata (Peraba).

Direktur Utama (Dirut) PT. Debindo Mitra Tama, Dadan Kushendarman mengatakan, Batik Fashion Fair ketiga ini adalah sebuah pameran yang akan menampilkan keindahan  hasil karya produk fashion berupa batik, tenun, sulaman, songket, rajutan, bordir, aneka produk kerajinan aksesoris, sasirangan, dan masih banyak lagi.

“Even ini digelar bertujuan untuk memberi apresiasi dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para pengusaha serta pengrajin batik dan bordir daerah, untuk dapat lebih meningkatkan dan mengembangkan kreativitas, produktivitas maupun jaringan pasar secara maksimal di pasar global,” ungkap Dadan, (9/7/2018).

Selain itu, lanjut Dadan, Batik Fashion Fair 2018, diharapkan lebih menempatkan batik sebagai warisan budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan dan dikembangkan baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Masih menurut Dadan, salah satu langkah yang ditempuh pemerintah dalam rangka peningkatan produksi dan penyerapan pasar secara optimal bagi pengrajin atau industri batik dan bordir adalah membangun image dan apresiasi serta kerangka promosi yang regular dan kontinyu terhadap perkembangan industri batik nasional sebagai warisan budaya bangsa.

Lebih lanjut Dadan juga mengatakan, dalam perhelatannya yang ketiga ini, Batik Fashion Fair 2018 rencananya akan menampilkan sesuatu yang istimewa yaitu dipamerkannya gaun batik terpanjang dan penampilan ini akan dicatatkan di Museum Rekor Indonesia (MURI).

Dibandingkan dengan even Batik Fashion Fair pertama dan kedua, pameran yang ketiga ini diikuti lebih banyak booth. Di tahun 2016, Batik Fashion Fair mempunyai jumlah stand peserta sebanyak 173 booth, tahun 2017 sebanyak 219 booth dan tahun 2018 ini jumlah stand 230 booth.

Dari sisi jumlah pengunjung, Batik Fashion Fair 2016 berjumlah 26.690 pengunjung, tahun 2017 berjumlah 29.819 pengunjung dan untuk tahun 2018 ini diharapkan jumlah pengunjung Batik Fashion Fair bisa mencapai 30 ribu pengunjung.

Begitu juga dengan transaksi yang terjadi selama digelarnya Batik Fashion Fair. Untuk tahun 2016, Batik Fashion Fair mencatat adanya transaksi selama pameran berlangsung hingga Rp. 4,26 miliar, sedangkan di tahun 2017 jumlah transaksi yang terjadi sebesar Rp. 4,54 miliar. Untuk tahun 2018, transaksi yang terjadi Batik Fashion Fair diharapkan mencapai Rp. 5 miliar lebih mengingat jumlah peserta dan produk yang dipamerkan lebih banyak dibandingkan dengan even sebelumnya. (pay)