DEWAN MENILAI MENCEGAH TERJADINYA URBANISASI ITU TIDAK MANUSIAWI

foto ilustrasi urbanisai

foto ilustrasi urbanisai

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk melakukan penghadangan terhadap para pendatang baru di Kota Surabaya pasca Lebaran dianggap berlebihan. DPRD Kota Surabaya sendiri menilai, urbanisasi tidak selalu harus dicegah

Dengan mencegahnya urbanisasi, dari daerah lain ke Kota Surabaya dinilai sangat tidak manusiawi. Hal itu diungkapkan Baktiono Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya. Mengapa hal itu dianggap tidak manusiawi?

Lebih lanjut Baktiono mengungkapkan, setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pekerjaan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan masalah urbanisasi sendiri, sampai kapan pun akan sulit dicegah.

“Urbanisasi menjadi sulit dicegah karena masih banyak daerah-daerah di Indonesia ini yang tingkat kehidupannya jauh dari layak. Selain itu, masalah pemerataan pembangunan di segala bidang di setiap daerah juga tidak merata, “ ungkap Baktiono.

Kebutuhan masyarakat akan suatu pekerjaan tiap tahunnya, lanjut Baktiono, yang mendorong terjadinya urbanisasi, khususnya ke kota-kota besar seperti Surabaya. Dan, yang paling banyak menjadi pelaku urbanisasi, khususnya dengan memanfaatkan moment usai libur Lebaran adalah kaum generasi muda.

“Sebetulnya, urbanisasi jangan dilarang. Jangan pula dicegah. Kalau pemerintah Kota Surabaya terus berupaya menekan angka urbanisasi di Kota Surabaya, hal itu akan sulit sekali dilakukan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemerintah jika ingin angka urbanisasi menurun, “ pungkasnya.

Masih menurut Baktiono, salah satu yang harus dipersiapkan pemerintah sebenarnya adalah pemerataan pembangunan di segala bidang dan di seluruh wilayah Indonesia. Untuk masalah pemerataan pembangunan itu, bukan hanya menjadi tanggungjawab Kota Surabaya, namun menjadi tanggungjawab bersama.

Baktiono pun mencontohkan, bidang pertanian untuk saat ini tidak begitu diminati generasi muda sekarang, karena penghasilan yang diperoleh dari sana tidak begitu besar dan mendapatkan keuntungan dari sektor pertanian, tidak cepat.

Dengan diberi bekal yang cukup dan dibangunkan fasilitas penunjang pertanian yang memadai, maka keinginan para generasi muda yang berasal dari daerah tertinggal untuk melakukan urbanisasi ke kota besar, dapat dicegah. (pay)