Diageo Datang Ke Surabaya, Beri Pelatihan Dan Ketrampilan Kepada Ratusan Bartender Di Acara Diageo Bar Academy

Sisi Suhardjo, IRIS PR for Diageo Bar Academy in Indonesia (KIRI), Dicky Sukarmadji, Head of Customer Marketing Diageo Indonesia (TENGAH) dan Wawan Kurniawan, Diageo Indonesia Brand Ambasador (KANAN) saat memberikan keterangan ke media. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Sisi Suhardjo, IRIS PR for Diageo Bar Academy in Indonesia (KIRI), Dicky Sukarmadji, Head of Customer Marketing Diageo Indonesia (TENGAH) dan Wawan Kurniawan, Diageo Indonesia Brand Ambasador (KANAN) saat memberikan keterangan ke media. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Untuk mengasah kemampuan para bartender di seluruh Indonesia, Diageo adakan Diageo Bar Academy. Kota Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia untuk mengadakan perhelatan itu. Selain memberikan pengetahuan kepada para bartender yang hadir, di Diageo Bar Academy ini juga diadakan bartender competition.

Diageo Bar Academy adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan atau edukasi baik kepada seseorang yang berprofesi sebagai bartender maupun praktisi bar. Diageo Bar Academy mempunyai platform edukasi berstandart internasional. Hal ini diungkapkan Head of Customer Marketing Diageo Indonesia Dicky Sukarmadji.

Lebih lanjut Dicky mengatakan, sebagai pemimpin  bisnis  minuman  premium dunia dengan rangkaian koleksi minuman beralkohol yang bervariasi dari kategori spirits, wine dan bir, Diageo ingin membantu memperluas pengetahuan, teori, serta teknik yang baik untuk menyajikan minuman-minuman berkelas kepada bartender-bartender di seluruh dunia.

“Komitmen ini kami wujudkan melalui Diageo Bar Academy. Pada perhelatan ini, Diageo mengundang para bartender termasuk di Indonesia untuk meningkatkan wawasannya. Dan diacara Diageo Bar Academy yang rencananya akan diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia selain Surabaya ini, Diageo Bar Academy akan menyelenggarakan beberapa kelas termasuk pengetahuan dan teknik dasar bartending, serta keterampilan meracik minuman termasuk pengetahuan tentang berbagai jenis minuman beralkohol,” papar Dicky.

Di Diageo Bar Academy sendiri ada dua modul. Pertama adalah classroom section dan yang kedua adalah online training. Di classroom section, para peserta akan belajar secara bersama-sama dan bertatap muka dengan pembicara yang didatangkan Diageo sedangkan online training para peserta dapat belajar sendiri secara online di diageobaracademy.com. Jika belajar secara online, para peserta tidak terikat waktu dan dapat dilakukan dimana saja.

Sisi Suhardjo (KIRI) dan Wawan Kurniawan, saat menunjukkan beberapa portofolio dari Diageo. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Sisi Suhardjo (KIRI) dan Wawan Kurniawan, saat menunjukkan beberapa portofolio dari Diageo. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Selain memberikan pengetahuan, di modul online training tersebut juga ada ujiannya. Dan ujiannya bersifat internasional. Semua soal seluruh dunia akan sama. Pengetahuan yang diajarkan secara online tersebut akan sama antara di Indonesia dengan di seluruh dunia

Menanggapi acara Diageo Bar Academy ini, Dicky Sukarmadji menambahkan pelatihan ini dimulai di Surabaya dan akan berlanjut ke Medan, Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Setelah mengadakan kegiatan di lima kota, selanjutnya Diageo Indonesia Brand Ambassador akan melatih para bartender secara langsung di beberapa outlet lainnya.

Diageo Bar Academy menggelar beberapa pelatihan termasuk didalamnya pengetahuan dan teknik dasar bartending, keterampilan mencampur minuman dan informasi mengenai berbagai jenis minuman beralkohol. Pelatihan ini diharapkan dapat menjangkau setidaknya 900 bartender di lima kota.

Sementara itu, Wawan Kurniawan, Diageo Indonesia Brand Ambassador menambahkan, selain mendapatkan pengalaman bagaimana menjadi seorang bartender dunia, seluruh peserta yang dihadir disetiap Diageo Bar Academy di setiap kota yang dikunjungi, ditantang dalam sebuah kompetisi bartender.

Selama Diageo Bar Academy berlangsung, para bartender akan membuat koktil menggunakan beberapa portofolio dari Diageo yaitu Smirnoff, Captain Morgan, Gilbey’s, Bell’s, dan Johnnie Walker.

Wawan Kurniawan, Diageo Indonesia Brand Ambasador, saat menunjukkan bahan minuman dan jenis gelas yang digunakan. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Wawan Kurniawan, Diageo Indonesia Brand Ambasador, saat menunjukkan bahan minuman dan jenis gelas yang digunakan. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Bagi pemenangnya di masing-masing kota yang dikunjungi, diambil satu orang pemenang dan berkesempatan untuk jalan-jalan ke Singapura, mengunjungi salah satu portofolio Johny Walker yaitu Johnnie Walker House yang ada di Singapura.

“Selain mengunjungi Johnnie Walker House, para pemenang ini juga diberi kesempatan untuk mengunjungi the best bar in Asia. Di Singapura sendiri cukup banyak, antara 8-10 outlet. Para pemenang, selain diajak jalan-jalan juga akan diberi pengetahuan atau diedukasi supaya mendapat tambahan pengetahuan bagaimanan nantinya mereka yang menang ini dapat meningkatkan pendapatan dan mengubah citra outlet tempat ia bekerja, sebagai salah satu outlet terbaik di Asia,” ujar Wawan.

Wawan menambahkan, di acara challenge ini, yang masuk menjadi kriteria penilaian adalah menyangkut kreatifitas bartender itu sendiri. Yang membuat challenge ini sangat berbeda dengan challenge yang lain adalah para peserta tidak boleh berpatokan pada resep.

“Bartender yang ikut dalam kompetisi ini, begitu naik ke stage, membuat minuman sendiri dan memberi nama sendiri untuk minuman yang sudah dibuatnya itu. Dan si bartender tersebut harus dapat menjelaskan, mengapa diberi nama itu,” kata Wawan

Kriteria kedua yang menjadi pertimbangan penilaian adalah rasa dan aroma dari minuman yang dibuat bartender dan penampilan dari minuman yang dibuat bartender tersebut. Kriteria yang ketiga adalah penampilan dari bartender itu sendiri. Dan kriteria yang keempat adalah higienis atau masalah kebersihan. Mengapa faktor higiens ini harus diperhatikan?

Wawan Kurniawan, Diageo Indonesia Brand Ambasador, menunjukkan gelas martini. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Wawan Kurniawan, Diageo Indonesia Brand Ambasador, menunjukkan gelas martini. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Lebih lanjut Wawan mengatakan, minuman adalah makanan juga yang dikonsumsi untuk dimasukkan mulut. Kalau bartendernya tidak higiens maka minuman yang dibuatnya sangat berbahaya untuk diminum karena orang yang meminumnya bisa sakit.

Selain menjelaskan tentang kriteria penilaian di ajang kompetisi bartender di acara Diageo Bar Academy, Wawan juga menjelaskan tentang sesuatu atau hal yang paling mendasar harus dimiliki seorang bartender. Pertama adalah personality.

“Bartender harus mencintai pekerjaannya, harus menjiwai pekerjaannya karena profesi bartender itu bukan hanya sebagai peracik minuman saja. Profesi bartender juga bisa sebagai seorang entertain. Seorang bartender juga bisa dikatakan sebagai psikolog atau pendengar setia. Selain itu, seorang bartender harus tahu tentang product knowlage. Di sini, seorang bartender harus tahu apa yang mereka buat. Seorang bartender harus tahu apa yang mereka jual,” papar Wawan

Selanjutnya, lanjut Wawan, method atau cara membuat minuman itu sendiri. Setiap minuman mempunyai style yang berbeda-beda. Misalnya, ada minuman yang menggunakan martini glass, ada yang menggunakan longring glass, ada rock style, ada short drink atau sutter drink.

“Di knowlage ini sangat penting. Selain harus tahu tentang gelas yang digunakan, seorang bartender harus mempunyai pengetahuan tentang cara mencampur minuman. Contoh, apakah boleh vodka dicampur dengan whisky? Vodka enaknya dicampur dengan apa?,” kata Wawan.

Jika bartender Indonesia mempunyai knowlage atau pengetahuan yang sama dengan bartender luar negeri, maka minuman yang disajikan juga akan sama dengan minuman yang disajikan bartender di luar negeri.

Selain masalah pengetahuan atau knowlage, seorang bartender juga dituntut dengan kreativitas yang tinggi. Indonesia yang kaya akan kekayaan alam seperti buah-buahan dan hasil bumi bisa dimanfaatkan seorang bartender untuk mencampurkannya di minuman yang dibuatnya. Itu semua harus didukung dengan knowlage atau pengetahuan yang cukup dari bartender itu sendiri. (pay)