DPC Partai Gerindra Kota Surabaya Didesak Lakukan Rapat Klarifikasi Isu Boikot Raker

lambang partai Gerindra. (FOTO : ilustrasi)

lambang partai Gerindra. (FOTO : ilustrasi)

SURABAYA (surabayaupdate) – Tidak ingin suasana makin memanas akibat diterpa isu boikot Rapat Kerja (Raker) yang dilaksanakan Minggu (18/1), 23 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Surabaya mendesak DPC Partai Gerindra Kota Surabaya lakukan rapat klarifikasi.

Desakan yang dilontarkan 23 PAC Partai Gerindra Kota Surabaya tersebut langsung mendapat tanggapan para pengurus DPC Partai Gerindra Kota Surabaya. Untuk menyikapi isu pemboikotan raker yang dilakukan 23 PAC Partai Gerindra ini, DPC Partai Gerindra Kota Surabaya mengumumkan rencana dengar pendapat.

Rencana dengar pendapat yang digagas DPC Gerindra Surabaya ini akan dilaksanakan di kantor sekretariat DPC Partai Gerindra Surabaya, Jalan Gayungsari Barat II Surabaya, Minggu (25/1).

Pada acara dengar pendapat ini, 23 PAC Partai Gerindra se-Surabaya diharapkan melakukan klarifikasi atas isu boikot raker. Dengan begitu, seluruh pengurus 23 PAC Partai Gerindra se-Surabaya yang diundang dalam perhelatan ini dan seluruh pengurus DPC bisa mengetahui apa yang sedang terjadi dan mencari solusinya.

Menanggapi dugaan adanya boikot raker Partai Gerindra yang dilakukan 23 PAC dengan tujuan menolak dilaksanakan raker partai, Nur Hadi, Sekretaris PAC Partai Gerindra Krembangan dengan tegas mengatakan bahwa adanya boikot raker tersebut adalah fitnah dan perlu diluruskan.

“Ini hanya sebuah fitnah yang sengaja dihembuskan oknum yang tidak bertanggungjawab. Tujuannya tidak lain ingin memecah belah keutuhan Partai Gerindra di Kota Surabaya. Untuk menyikapi hal ini, DPC Partai Gerindra Kota Surabaya harus menggelar rapat, “ kata Nur Hadi.

Desakan dilaksanakannya rapat itu, lanjut Nur Hadi, langsung ditindak lanjuti DPC Partai Gerindra Surabaya. Setelah digelar rapat yang dihadiri seluruh pengurus PAC Partai Gerindra se-Surabaya dan juga pengurus DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, tidak ada lagi upaya-upaya untuk memecah belah.

Sama halnya dengan Nur Hadi, Sekretaris PAC Partai Gerindra Sukomanunggal Heru Setya Budi menandaskan bahwa dirinya siap meminta pertanggung jawaban dari seluruh pengurus PAC dan DPC yang sudah memberikan pernyataan ke media terkait adanya aksi boikot raker.

“Dalam rapat klarifikasi dan dengar pendapat tersebut, seluruh pengurus PAC dan pengurus harian DPC yang terbukti memberikan pernyataan di media tentang aksi boikot raker yang dilakukan 23 PAC, harus dimintai pertanggungjawaban. DPC juga jangan segan-segan memberikan sanksi atas dikeluarkannya isu boikot tersebut, “ tegas Heru.

Untuk diketahui, pengurus PAC dan DPC Partai Gerindra Kota Surabaya langsung terguncang begitu mengetahui adanya pernyataan bahwa 23 PAC tidak setuju dilaksanakan raker Partai Gerindra, Minggu (18/1) lalu.

Sebagai bentuk protes dan pembangkangan atas digelarnya raker tersebut, 23 PAC dari 31 PAC Partai Gerindra di Surabaya, dikabarkan kompak melakukan boikot. Tentu saja, pernyataan aksi boikot itu langsung mendapat kecaman beberapa pengurus PAC.

Ketua maupun pengurus PAC Partai Gerindra se-Surabaya yang dikabarkan mendukung aksi pemboikotan ini langsung angkat bicara. Walaupun ada pengurus PAC yang tidak hadir dalam raker tersebut, jumlahnya hanya 7 PAC, bukan 23 PAC.

Tujuh pengurus PAC yang tidak hadir dalam raker tersebut diantaranya adalah PAC Pakal, Kenjeran dan Krembangan. Pelaksanaan raker partai ini sendiri adalah kebutuhan organisasi untuk menyusun program kerja dalam setahun. Jika ada pengurus PAC yang menghalangi, maka hal itu dianggap sebagai upaya untuk memecah belah kesolidan partai. (pay)