Empat Departemen Di ITS Siap Disertifikasi AUN-QA

Prof Dr Nantana Gajaseni (KIRI) bertukar cinderamata dengan Rektor ITS, Prof. Ir Joni Hermana MScES PhD. (FOTO : dok pribadi humas ITS untuk surabayaupdate.com)

Prof Dr Nantana Gajaseni (KIRI) bertukar cinderamata dengan Rektor ITS, Prof. Ir Joni Hermana MScES PhD. (FOTO : dok pribadi humas ITS untuk surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Setelah sukses mengantarkan delapan departemennya meraih sertifikasi dari ASEAN University Newtwork – Quality Assessment (AUN-QA) selama dua tahun berturut-turut mulai 2015 lalu, tahun ini Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengusulkan empat departemen miliknya yang lain, mendapatkan sertifikasi dari AUN-QA.

Keempat departemen yang akan disertifikasi AUN-QA tersebut adalah Departemen Fisika, Departemen Teknik Mesin, Departemen Teknik Perkapalan, dan Departemen Sistem Informasi.

Untuk memberikan penilaian terhadap keempat departemen tersebut, 10 asesor dari AUN-QA melakukan kunjungan langsung ke kampus ITS selama tiga hari mulai tanggal 26 – 28 September 2017. Kehadiran 10 asesor ini, disambut Rektor ITS, Prof. Ir Joni Hermana MScES PhD beserta jajaran pimpinan ITS di Rektorat ITS,

Lebih lanjut Prof. Ir Joni Hermana MScES PhD mengatakan, sertifikasi AUN-QA ini berguna untuk menguatkan posisi ITS sebagai perguruan tinggi yang bisa bersaing di level Asia Tenggara, sehingga nantinya ITS mendapat pengakuan terbaik secara kualitas pendidikan di kawasan negara-negara ASEAN.

“Apalagi saat ini Indonesia tengah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), jadi ITS perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas setara negara-negara lain di Asia Tenggara yang sudah terstandard ASEAN,” ujar Joni, Selasa (26/9/2017).

Saat melakukan jumpa pers bersama dengan Assoc. Prof Dr Nantana Gajaseni selaku Executive Director AUN, Prof Dr Ir Aulia Siti Aisyah MT selaku Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM) ITS, dan Dr Dra Agnes Tuti Rumiati MSc selaku Sekretaris ITS, Guru Besar Teknik Lingkungan ini juga mengatakan, sertifikasi AUN-QA ini akan memberikan manfaat yang sangat baik terutama pada lulusan ITS. Lulusan ITS yang berasal dari departemen yang tersertifikasi AUN-QA akan lebih mudah bersaing dalam mencari pekerjaan seperti dunia industri, terutama persaingan di Asia Tenggara.

Rektor ITS Prof. Ir Joni Hermana MScES PhD bersama dengan 10 asesor dari AUN-QA. (FOTO : dok pribadi humas ITS untuk surabayaupdate.com)

Rektor ITS Prof. Ir Joni Hermana MScES PhD bersama dengan 10 asesor dari AUN-QA. (FOTO : dok pribadi humas ITS untuk surabayaupdate.com)

Pada kesempatan ini, Prof Dr Nantana Gajaseni selaku Executive Director AUN-QA mengatakan, sertifikasi AUN-QA ini digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan perguruan tinggi di Indonesia secara internasional.

“Sertifikasi ini bukan berarti sebuah akreditasi, melainkan memberikan sertifikat pada departemen yang mengalami peningkatan kualitas yang sesuai dengan standard AUN-QA,” jelas Prof. Dr. Nantana.

Perempuan yang juga ketua tim asesor AUN-QA ini menambahkan, berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan 15 kriteria, penilaian peningkatan kualitas melalui AUN-QA kali ini menggunakan 11 kriteria untuk mengukur kesiapan tiap departemen.

“Sebelas kriteria yang dimaksudkan ini seperti Expected Learning Outcomes, Programme Specification, Programme Structure and Content, Teaching and Learning Approach, Student Assessment, Academic Staff Quality, Support Staff Quality, Student Quality Support, Facilities and Infrastructure, Quality Enhancement, dan Output,” ungkap Nantana.

Proses observasi, lanjut Nantana, akan dimulai dengan melihat kurikulum perkuliahan. Dalam sertifikasi AUN-QA ini, kualitas tiap departemen akan dibuat lebih baik dari sebelumnya.

Nantana juga mengatakan, departemen yang telah menerima akreditasi dari BAN-PT, akan diberikan masukan peningkatan kualitas oleh AUN-QA dalam lingkup ASEAN, sehingga kedepannya kualitasnya bisa meningkat hingga bersaing di tingkat dunia.

Secara pribadi, Nantana mengaku sangat bangga dengan ITS karena peningkatan kualitas departemen di ITS cukup baik, salah satu contohnya ialah Departemen Teknik Industri. Setelah menerima sertifikasi AUN-QA pada tahun 2015, Departemen Teknik Industri semakin meningkatkan kualitas lewat sertifikasi tingkat dunia yakni Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) dari Amerika Serikat.

Namun hingga saat ini, sambung Nantanan, belum ada monitoring dari AUN-QA untuk sertifikasi yang berdurasi lima tahun ini. Tapi ke depannnya, untuk melanjutkan sertifikasi tersebut, rencananya akan dilakukan penilaian peningkatan kualitas sesuai kriteria yang berlaku nantinya.

“Sebelas kriteria yang ada saat ini, akan terus diperbaiki mengikuti perkembangan global, agar ITS tetap bisa mengikuti kriteria perkembangan global dan bersaing tingkat dunia,” papar Nantana.

Dalam kunjungan tim dari AUN-QA ini, juga dihadiri delapan observer yang berasal dari beberapa universitas di Indonesia, seperti dari Universitas Udayana, Universitas Nadhatul Ulama Surabaya, dan Universitas Machung Malang.

AUN-QA adalah satu-satunya lembaga assesment yang ada di Asia Tenggara. Sebelumnya ada delapan departemen di ITS yang sudah menerima sertifikasi AUN-QA, yakni Teknik Lingkungan, Teknik Industri, Statistika, dan Teknik Informatika, Kimia, Teknik Kimia, Teknik Elektro, dan Teknik Sipil.

Setelah ini, ITS berencana mendaftarkan lagi empat departemen yang lain, seperti Departemen Matematika, Departemen Teknik Fisika, Departemen Teknik Sistem Perkapalan, serta Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). (pay)