EMPAT PELAKU PERAMPOKAN JALAN ARJUNO DITEMBAK MATI JATANUM POLRESTABES SURABAYA

Salah satu anggota komplotan perampokan Jalan Arjuno yang hanya ditembak kakinya. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

Salah satu anggota komplotan perampokan Jalan Arjuno yang hanya ditembak kakinya. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Dua minggu dicari polisi, komplotan perampokan yang beraksi di Jalan Arjuno Surabaya, Selasa (28/5) lalu, akhirnya tertangkap polisi. Empat orang yang anggota komplotan ini langsung ditembak mati Unit Jatanum Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (13/6) pukul 23.30 Wib.

Empat orang tersangka yang ditembak mati dan diduga kuat turut serta dalam aksi perampokan di Jalan Raya Arjuno Surabaya itu bernama Hendro (43) warga Sumberejo Kecamatan Pandaan, Pasuruan, Arman (53), warga Karangploso, Malang, Soleh alias Sunda (41), warga Bubutan Surabaya dan Bambang Hermanto (48), warga Bangunrejo Lor Kecamatan Pitu, Ngawi.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, selain empat orang tersangka yang ditembak mati karena akan menciderai petugas itu, ada satu orang tersangka lagi yang masih hidup.

“Tersangka yang masih hidup itu bernama Ahwan alias Iwan (43), warga Jalan Pakal, Surabaya. Dalam perampokan yang terjadi di Jalan Raya Arjuno itu, Iwan berperan sebagai joki sedangkan Hendro yang berperan sebagai eksekutor, “ papar Setija.

Penangkapan ini, lanjut Setija, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dari hasil olah TKP, ditambah keterangan saksi-saksi yang dimintai keterangan di sana, keberadaan para pelaku dapat dideteksi.

“Ternyata, keempat orang tersangka yang meninggal dunia ini, setelah melakukan aksi perampokan di Jalan Raya Arjuno, berangkat ke Cirebon. Di Cirebon, kelompok ini melakukan aksi perampokan lagi. Dari aksi perampokan di Cirebon itu, kawanan perampok spesialis nasabah bank ini, mendapat hasil Rp. 53 juta, “ ungkap Setija.

Anggota Polrestabes Surabaya yang sudah mengetahui keberadaan keempatnya, lanjut Setija, kemudian membuntutinya hingga akhirnya kelompok ini pulang ke Surabaya. Sesampainya di terminal Bungurasih, kelompok perampok yang terkenal sangat sadis ini, keluar dari Bungurasih dengan mengendarai sepeda motor.

“Tak jauh dari Terminal Bungurasih itulah, kelompok ini tahu jika dibuntuti polisi. Ternyata, komplotan ini membawa senjata api dan sempat ditodongkan ke anggota. Tidak ingin tembakan kawanan ini mengenai warga sekitar terminal Bungurasih, keempat kawanan perampok ini langsung dilumpuhkan dengan tembakan, “ kata Setija.

Berdasarkan catatan kriminal polisi, kelompok yang sudah beraksi sejak tahun 2000 ini, sebelum melakukan aksi perampokan di Jalan Arjuno, juga melakukan aksi perampokan di Jalan Boulevard dekat WTC Surabaya.

Dari aksi perampokan itu, bandit jalanan ini berhasil membawa lari uang tunai sebanyak Rp. 300 juta. Aksi perampokan selanjutnya dilakukan di Jalan Prapat Kurung Surabaya. Di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu, kelompok spesialis nasabah bank ini berhasil membawa lari uang tunai sebanyak Rp. 100 juta.

Begitu tertangkap polisi, dari tangan kelompok perampokan ini, polisi mendapatkan barang bukti berupa 1 pucuk senpi rakitan, 1 pucuk senpi jenis MAC, 1 pucuk airgun, 1 buah sangkur, 12 paku payung yang dibawa salah satu tersangka dan paku payung itu identik dengan satu buah paku payung yang ditemukan polisi di TKP Jalan Arjuno Surabaya, dan uang tunai sebanyak Rp. 1,2 juta. (pay)