Global Head Sales & Marketing Crown Group Yakini Pasar Apartemen Australia Masih Menjadi Primadona Bagi Para Investor Luar Negeri

 

Julian Sedgwick, Global Head of Sales and Marketing Crown Group.

Julian Sedgwick, Global Head of Sales and Marketing Crown Group.

JAKARTA (surabayaupdate) – Investasi properti di Sydney ternyata masih menjadi pilihan terbaik bagi investor luar negeri khusus nya Asia. Dan pasar apartemen di Australia sendiri masih menjadi primadona bagi para investor luar negeri.

Sebagai perusahaan pemenang banyak penghargaan di bidang properti yang berbasis di Sydney, Crown Group hari ini memberikan informasi terkini perihal mengapa investasi properti di Sydney masih begitu menguntungkan dan masih menjadi pilihan investasi terbaik bagi investor dari luar negeri khususnya dari Asia.

Global Head Sales & Marketing Crown Group, Julian Sedgwick dalam siaran persnya menyatakan, di tengah investasi besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah, pertumbuhan perumahan dan komersial yang cepat, dan pemerintahan yang stabil dan ekonomi, menjadikan Sydney menjadi tujuan favorit bagi investor luar negeri yang mencari keuntungan yang kuat dan sangat menjanjikan.

“Investasi properti membutuhkan banyak penelitian yang mendalam. Anda tidak hanya mencari sesuatu yang orang akan cintai. Anda sedang mencari hunian yang akan mewujudkan tujuan keuangan Anda, “ ujar Julian Sedgwick.

Di Sydney, lanjut Julian Sedgwick, ketika kita berbicara tentang apartemen, ada beberapa alasan mengapa begitu banyak orang memilihnya, dibandingkan dengan rumah tapak. Ini berarti jika melihat kinerja dari beberapa tipe properti, dan menetapkan rencana rinci akan menghasilkan banyak keuntungan yang dapat dihasilkan dalam jangka panjang.

Selain itu, dari segi harga jual perdana yang lebih ramah, Sedgwick mengatakan, bukan menjadi rahasia jika nilai perumahan dan apartemen di Sydney telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Namun, apartemen cenderung berada di sisi yang lebih terjangkau, yang memberikan investor properti titik masuk yang lebih rendah ke pasar. Membeli apartemen baru memberikan Anda keuntungan dalam hal ini tanpa mengorbankan gaya hidup modern dan berkualitas tinggi, “ ungkap Sedgwick.

Julian Sedgwick kemudian merujuk pada nilai indeks bulanan yang dikeluarkan oleh CoreLogic RP Data. Berdasarkan data yang dikeluarkan CoreLogic RP Data, Sedgwick menyatakan bahwa dari 31 Juli 2016, nilai rata-rata untuk rumah di Sydney hampir 33% lebih tinggi dari apartemen.

Logo Crown Group

Logo Crown Group

“Mengacu pada data ini, apartemen seperti Waterfall by Crown Group,  akan menjadi investasi yang menarik dengan banyak keuntungan untuk investor karena produk yang ditawarkan ini sangat berkualitas, “ papar Sedgwick.

Selain nilai indeks bulanan, hal lain menurut Julian Sedgwick yang bisa dipertimbangkan mengapa investasi apartemen begitu menguntungkan adalah apartemen mempunyai nilai keuntungan yang kuat.

“Tradeoff untuk apartemen sering kali dikatakan, capital gain tidak akan setinggi jika Anda membeli rumah. Namun, menurut CoreLogic RP Data, hal ini belum tentu demikian, setidaknya di Sydney.  Hingga 31 Juli 2016, harga unit naik sebesar 9,41% dimana pertumbuhannya lebih baik dari rumah tapak, “ jelas Sedgwick.

Faktor lain yang menjadi faktor penting bagi investor untuk menginvestasikan uangnya di apartemen adalah Return On Investment (ROI) yang lebih baik. Maksudnya adalah, ROI menjadi salah satu kunci metrik yang dilihat oleh investor adalah hasil sewa.

“Berapa banyak keuntungan properti akan dihasilkan dari minggu ke minggu. Ketika nilai bangunan naik dan biaya sewa mingguan biasanya tidak bisa mengikuti bahkan cenderung menyusut. Namun, penelitian CoreLogic RP Data dari April 2016 menunjukkan bahwa biaya sewa unit apartemen rata-rata di Sydney adalah sebesar 4%, sedangkan untuk rumah tapak hanya 3,1%, “ kata Sedgwick.

Masih menurut Sedgwick, ini menunjukkan bahwa ketika Anda berfokus pada hasil arus kas positif, apartemen adalah produk yang tepat. Informasi lebih lanjut dari Residex menunjukkan bahwa hasil modal untuk unit di Waterloo berada dikisaran 5%, sementara rumah tapak menarik hasil sekitar 4% di area perkotaan.

Diakhir pembicaraannya, Julian Sedgwick memaparkan, jika anda ingin membuat investasi di pasar properti Sydney, keuntungan yang diberikan apartemen sangat jelas. Bila Anda ingin benar-benar memaksimalkan ini, pastikan untuk melihat kualitas atas kemewahan yang ditawarkan oleh pengembang.

Sementara itu, dalam rilisnya, Crown Group juga memaparkan diperkirakan kenaikan harga properti untuk Sydney dan Melbourne akan kembali menyentuh dua digit di tahun 2017. SQM Research, salah satu analis properti paling berpengalaman di Australia, yang didirikan oleh Louis Christopher, memprediksi kenaikan harga properti sebesar dua digit untuk Sydney dan Melbourne pada 2017.

Mengutip pernyataan Louis Christopher, apa yang telah dicermati SQM Research dalam beberapa pekan terakhir adalah adanya percepatan, terutama di pasar perumahan Sydney. Louis Christopher pun berpandangan jika akselerasi ini akan terus berlanjut di tahun 2017.

Walaupun tingkat pertumbuhan masih akan lebih rendah dari 19% yang pernah dicapai oleh Sydney pada pertengahan tahun 2015, SQM meramalkan pertumbuhan harga untuk tahun 2017 antara 11-16% di Sydney dan 10-15% di Melbourne.

SQM juga memprediksi tingkat pertumbuhan biaya sewa di Sydney akan mengalami pertumbuhan sebesar 4% dan Melbourne mencapai 3% pada tahun 2017. Australia juga diperkirakan tetap menjadi primadona tujuan investasi di kawasan Asia.

Monetary Authority of Singapore (MAS) memprediksi ekonomi Singapura tumbuh 1-3% tahun 2017. Sementara perusahaan finansial yang berbasis di Asia, Nomura Holding, justru memangkas prediksinya dari 1% menjadi hanya 0,7%.

Nomura Holding dalam laporannya menyatakan, ekonomi dalam negeri Singapura juga akan mendapat banyak tantangan. Tingginya utang individu dan korporasi akan terkena imbas dari naiknya suku bunga AS. Ini akan memperketat likuiditas di Singapura. Selain itu, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip dari CNBC, Nomura Holding juga menyebutkan, jika ekonomi Singapura yang serba terbuka sekaligus pusat finansial Asia akan sangat terdampak oleh peristiwa yang terjadi di dunia barat, seperti rencana Inggris keluar dari Uni Eropa, proteksionisme AS, hingga risiko politik Uni Eropa. (pay)