ISTRI DOSEN PERGURUAN TINGGI NEGERI DAN MARKETING BANK DITANGKAP USAI BERZINAH

Pasangan selingkuh yang diamankan di PPA Polrestabes Surabaya. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

Pasangan selingkuh yang diamankan di PPA Polrestabes Surabaya. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Seorang istri dosen Universitas Airlangga (Unair) dan marketing bank tertangkap basah berselingkuh. Akibat perbuatannya itu, kedua pasangan selingkuh ini kemudian diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Dengan perasaan kecewa, RDH (36), warga Jalan Ploso Timur Surabaya menyerahkan Santi (36), istrinya dan Alif (36), warga Jalan Pucang Anom, Sidoarjo, pasangan selingkuh Santi, ke Polrestabes Surabaya, dengan didampingi perangkat kampong.

RDH, seorang dosen di Unair itu, telah menangkap basah sang istri dan pasangan selingkuhnya, berbuat zinah di rumahnya. Perbuatan zinah ini dilakukan pasangan selingkuh tersebut Kamis (12/6), pukul 20.30 Wib.

Informasi yang diperoleh surabayaupdate.com dari kepolisian menyebutkan, terungkapnya kasus ini berawal kecurigaan suami Santi yang pulang ke rumahnya, Kamis (12/6) pukul 21.15 Wib. Ketika itu, sang dosen melihat ada sepeda motor terpakir di depan rumahnya.

“Saat suami terlapor pulang, ia melihat ada jaket warna Hijau diletakkan di atas jok sepeda motor. Kemudian, suami terlapor melihat kondisi rumahnya dalam keadaan sepi. Inilah awal kecurigaan pelapor melihat kejadian itu, “ ujar sumber di kepolisian.

Pelapor, sambung sumber, bertambah curiga melihat rumahnya terlihat gelap karena lampu rumahnya dalam keadaan padam. Curiga terjadi sesuatu di dalam rumahnya, pelapor kemudian mengetuk pintu rumahnya.

Istri pelapor membukakan pintu lima menit kemudian. Begitu pintu terbuka, pelapor kemudian masuk ke rumahnya dan memeriksa seluruh ruangan, termasuk di kamar mandi dan kamar tidur pribadinya.

Pelapor tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan di lantai satu rumahnya tersebut. Namun, pelapor masih menangkap sesuatu yang aneh dengan keadaan rumahnya itu. Pelapor kemudian naik ke lantai dua untuk memeriksa seluruh ruangan.

“Begitu pelapor masuk ke gudang, pelapor melihat sosok pria dan akhirnya diketahui sebagai pasangan selingkuh sang istri tercinta. Terlapor Alif kemudian menyodorkan tangannya untuk menyalami pelapor, “ ungkap salah satu polisi.

Dengan perasaan kecewa, pelapor kemudian memanggil pembantunya untuk menyaksikan aksi perselingkuhan yang dilakukan istrinya itu dengan bapak dua anak tersebut. Tak lama kemudian, pelapor menghubungi petugas keamanan dan perangkat kampong.

Mencegah terjadinya amuk massa, kedua pasangan selingkuh ini kemudian dibawa ke kantor polisi untuk diproses secara hukum. Di unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, kedua pasangan selingkuh ini menjalani serangkaian pemeriksaan.

Ditemui di sela-sela penyidikan, Alif mengaku jika perselingkuhan itu sudah dilakukan selama enam bulan. Ia dan Santi adalah teman satu kantor. Selama itu pulalah, kedua pasangan selingkuh ini sudah melakukan aksi perselingkuhan sebanyak empat kali.

Biasanya, untuk meluapkan rasa rindu diantara mereka, kedua terlapor ini sering melakukannya di hotel yang ada di Tretes. Untuk menghindari kecurigaan diantara pasangan masing-masing, pasangan selingkuh ini melakukannya di jam-jam kerja.

Namun kali ini, kedua pasangan selingkuh ini sial. Pelapor pulang ke rumah lebih awal dari perkiraan mereka. Sebelum aks perselingkuhan itu diketahui pelapor, kedua pasangan selingkuh ini sudah melakukan hubungan suami istri. (pay)