ITS Perkenalkan Mesin Cetak Huruf Braille

Tidak ada komentar 562 views
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh sedang mencoba mesin cetak huruf Braille karya mahasiswa Fakultas Elektro ITS.

Dengan Didampingi Rektor ITS Surabaya, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono DEA, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh sedang mencoba mesin cetak huruf Braille karya mahasiswa Fakultas Elektro ITS.

SURABAYA (surabayaupdate) – Bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya perkenalkan prototipe mesin cetak huruf braille.

Peluncuran mesin cetak dengan menggunakan huruf Braille ini, dilaksanakan Rabu (8/10), di gedung Plaza dr Angka Kampus ITS Sukolilo-Surabaya, bertepatan dengan peresmian Digital Innovation Lounge (DILo) hasil kerjasama PT Telkom dan ITS.

Hendra Kusuma, salah satu anggota tim penggagas yang mengembangkan mesin cetak huruf Braille ini mengatakan fitur dari mesin cetak huruf braille ini sendiri terletak pada kemampuan mencetak karakter normal braille sebanyak 400 karakter per detik.

“Mesin ini mempunyai kemampuan mencetak maksimum hingga 42 karakter per baris. Tak hanya itu, mesin cetak ini pun bisa mencetak langsung pada dua sisi kertas atau double sided,” ungkap Hendra.

Yang membanggakan lagi, sambung Hendra, dengan dibuatnya mesin cetak huruf Braille ini adalah, meski yang berhasil dibuat ini masih berupa prototipe, namun karya mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ITS ini mempunyai mesin yang handal dan kuat.

“Hampir 85 persen komponen suku cadang yang ada di mesin ini buatan Indonesia. Dengan begitu, jika nantinya mesin ini diproduksi massal, maka harganya pun sangat terjangkau. Kelebihan lain dari mesin ini adalah mudah dioperasikan dan dirawat serta kompatibel dengan sistem operasi komputer modern, “ papar Hendra.

“Dengan dibuatnya mesin cetak huruf Braille ini, sebagai bentuk kontribusi Jurusan Teknik Elektro ITS Surabaya dalam dunia riset dan teknologi (ristek) serta sebagai bentuk dukungan ITS Surabaya pada dunia pendidikan inklusi, “ jelas Hendra.

Apa yang membuat Fakultas Elektro ITS tertarik untuk membuat mesin cetak huruf Braille? Hal ini berawal dari beberapa printer huruf Braille rusak yang diberikan 46 daerah di Indonesia kepada ITS Surabaya.

Dari printer-printer huruf Braille yang rusak inilah akhirnya para pembuat mesin cetak huruf Braille mendapat pengetahuan hingga akhirnya mereka bisa membuat prototipe mesin cetak huruf Braille. Untuk pembuatan mesin cetak ini melibatkan 3 peneliti utama. Mereka adalah Ir Tasripan MT, Dr Tri Arief Sardjono MT, dan Rudy Dikairono ST MSc. (pay)