JATANRAS POLDA JATIM TEMBAK MATI TERSANGKA PERAMPOKAN DI GRESIK

salah satu anggota komplotan perampokan di Gresik yang ditembak mati tim khusus Subdit III Jatanras Polda Jatim. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

salah satu anggota komplotan perampokan di Gresik yang ditembak mati tim khusus Subdit III Jatanras Polda Jatim. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Dua hari setelah terjadi aksi perampokan di Gresik, dua orang pria yang diduga kuat anggota komplotan perampokan di Gresik itu, dapat ditangkap tim khusus Cobra 1 Subdit III Jatanras Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Penangkapan tersangka kasus perampokan di Gresik ini dipimpin langsung Kompol Arbaridi, Senin (9/6). Hasilnya, dua dari enam orang anggota komplotan perampokan di Gresik tersebut berhasil diamankan. Bahkan, salah satu tersangka langsung ditembak mati karena berusaha melawan petugas dengan clurit.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP. Hanny Hidayat mengatakan, tersangka yang ditembak mati petugas itu bernama Achmad E alias Mat Sapi (25) warga Desa Krajan, Pasrepan, Pasuruan. Sedangkan untuk tersangka yang ditembak kakinya itu bernama Kuswanto alias Curuk (26), warga Poncokusumo, Malang.

“Begitu berhasil menggerebek rumah para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 Unit sepeda motor Suzuki Satria, 1 unit TV LCD, 7 buah BPKB sepeda motor milik korban, 1 buah clurit, 1 buah kunci T, 7 buah bondet, 1 kantong bahan pembuat bondet, uang Rp 2 juta hasil pembagian dari brankas yang diambil dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), “ ungkap Hanny.

Bagaimana penangkapan ini dapat terjadi? Hanny mengatakan, ini berawal dari perampokan yang dilakukan kedua tersangka bersama dengan komplotannya. Aksi perampokan itu terjadi di Galangan Kayu UD Usnawi Jaya yang beralamat di Dusun Tlugu Bedah, Desa Hulan, Menganti, Gresik.

“Korban diketahui bernama Hj Andik Bahari Wibisono. Barang bukti (BB) yang di bawa pelaku dari aksi perampokan itu berupa 1 unit truk No Pol W 9530 UD , 1 unit mobil Mega Cery Nopol W 9692 J, brankas berisi uang Rp 50 juta, “ kata.

Sementara itu, Ketua Tim Cobra 1, Kompol Arbaridi Jumhur menambahkan, saat dilakukan penangkapan di rumahnya, tersangka Achmad E alias Mat Sapi melakukan perlawanan. Tim khusus Jatanras Polda Jatim yang melakukan pengintaian sejak pukul 24.00, baru bisa menangkap tersangka pukul 01.15 Wib.

“Dalam menjalankan setiap aksi kejahatannya, komplotan perampok ini mempunyai ciri khas menyekap korbannya, melakban mulut korbannya, dan melakukan intimidasi serta kekerasan tersebut, selalu membawa bom bondet dan clurit, “ ungkap Jumhur.

Selain melakukan aksi perampokan di Gresik tanggal (8/6) tersebut, tersangka pernah beraksi di Malang sebanyak dua kali, Mojokerto, Tulungagung, Ngawi dan Trenggalek. Hingga kini, polisi masih memburu empat orang anggota komplotan ini

Untuk kepentingan proses penyelidikan, polisi menahan tersangka Kuswanto alias Curuk. Dari pengakuan tersangka, uang yang mereka ambil dari brankas milik korban, jumlahnya Rp. 28 juta bhukan Rp. 50 juta. Selain itu, polisi masih terus memburu empat orang anggota sindikat perampokan ini. (pay)