Jelang HUT PT Sampoerna Tbk Ke 103, Sampoerna Gelar Simulasi Tanggap Bencana Di Malang

Salah satu adegan simulasi tanggap darurat bencana yang diselenggarakan Sampoerna di Malang. (FOTO : dok pribadi untuk surabayaupdate.com)

Salah satu adegan simulasi tanggap darurat bencana yang diselenggarakan Sampoerna di Malang. (FOTO : dok pribadi untuk surabayaupdate.com)

MALANG (surabayaupdate) – Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PT. HM Sampoerna Tbk yang ke-103, Sampoerna gelar simulasi tanggap darurat bencana, mulai tanggal 12-13 Agustus 2016.

Simulasi yang digelar dua minggu menjelang HUT PT. HM Sampoerna ke-103 ini digelar melalui payung program Sampoerna untuk Indonesia. Lokasi simulasi dan pelatihan tanggap bencana ini dilaksanakan di Desa Pandansari, Ngantang, Malang.

Mengapa dipilih Desa Pandansari sebagai lokasi pelatihan dan simulasi? Head of Stakeholders, Regional Relations & CSR Sampoerna, Henny Susanto mengatakan, ketika Gunung Kelud meletus tahun 2014, Desa Pandansari di Ngantang, yang berjarak 7-10 kilometer dari Kawah Kelud, terkena dampak paling parah.

Lebih lanjut Henny menjelaskan, Indonesia terdiri dari ribuan pulau, dilingkari jalur gempa paling aktif di dunia, yaitu cincin api pasifik. Saat ini, Indonesia memiliki 127 gunung berapi aktif dan 19 di antaranya terletak di Jawa Timur. Potensi erupsi pun senantiasa mengintai provinsi berpopulasi 38 juta jiwa ini.

“Pada acara simulasi dan tanggap bencana ini, Sampoerna bekerja sama dengan Mitra Produksi Sigaret yaitu KUD Sumber Makmur Ngantang Malang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Malang. Lebih dari seratus warga turut serta dalam latihan dan simulasi tanggap darurat bencana ini. Mereka menerima pelatihan manajemen tanggap darurat bencana, langkah-langkah antisipatif yang efektif penanggulangan bencana, serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), “ ujar Henny.

Sampoerna, lanjut Henny, juga turut membantu pendirian organisasi Masyarakat Tanggap Bencana (MTB). Organisasi ini disahkan oleh BPBD Malang pada saat acara. Selanjutnya, organisasi ini akan memiliki tiga kelompok tugas, yakni evakuasi warga, P3K, serta bantuan umum yang meliputi penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum.

“Untuk tahap awal, organisasi akan memiliki pos tanggap darurat bencana yang dibangun Sampoerna di atas lahan seluas 16 meter persegi. Pos ini akan dilengkapi peralatan dasar penanggulangan bencana, alat komunikasi, dan lainnya, “ ungkap Henny.

Masih menurut Henny, Sampoerna juga akan menggelar aksi sosial berupa pengobatan gratis terhadap 300 warga sekitar. Hal ini bertujuan untuk membantu menjaga kesehatan para warga di Kecamatan Ngantang.

Ditambahkan Henny, Sampoerna selalu berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, yang merupakan salah satu pemangku kepentingan perusahaan. Di Sampoerna kami percaya untuk tidak hanya menjalankan bisnis dengan baik, tetapi juga untuk berperan aktif dan memberikan kontribusi positif kepada seluruh pemangku kepentingan kami. (humas sampoerna/pay)