Jiwa Nasionalisme Beberapa Anggota DPRD Kota Surabaya Jadi Rasan Rasan

Rapat dengar pendapat dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya di ruang Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Rapat dengar pendapat dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya di ruang Komisi A DPRD Kota Surabaya.

SURABAYA (surabayaupdate) – Ketika seluruh masyarakat Surabaya begitu antusias memperingati Hari Pahlawan dengan berdandan ala pahlawan atau pejuang, hal itu tidak terlihat pada diri sejumlah anggota dewan yang bertugas di DPRD Kota Surabaya.

Ada sejumlah pemandangan menarik dalam pelaksanaan rapat dengar pendapat anggota DPRD Kota Surabaya dengan salah satu SKPD yang dilaksanakan di ruangan Komisi A DPRD Kota Surabaya, Selasa (10/11).

Ketika seluruh pegawai SKPD yang ikut dalam rapat dengar pendapat itu berdandan ala pahlawan atau pejuang kemerdekaan, sejumlah anggota DPRD kota Surabaya yang ikut dalam dapat dengar pendapat ini, malah berpakaian biasa.

Melihat kenyataan ini, beberapa elemen masyarakat pun angkat bicara. Tidak sedikit yang mencibir bahkan mempertanyakan jiwa nasionalisme beberapa anggota dewan Kota Surabaya yang tidak berdandan ala pejuang di Hari Pahlawan ini.

Diantara elemen masyarakat yang ngerasani dandanan beberapa anggota DPRD Kota Surabaya tersebut adalah para wartawan yang ikut dalam rapat dengar pendapat dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya di ruang Komisi A DPRD Kota Surabaya.

“Kenapa hanya staf sekwan dan SKPD saja yang berpakaian ala pejuang, sementara anggota dewan hanya beberapa orang saja yang mau berpakaian ala pejuang ? Ironisnya lagi, diantara para anggota dewan yang berdandan ala pejuang ini hanya beberapa, bisa dihitung dengan jari. Apakah momen Hari Pahlawan ini tidak berarti apa-apa bagi para anggota dewan ini?, “ ungkap salah satu wartawan senior yang mengikuti rapat dengar pendapat tersebut.

Irwanto, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) ikut mengkritik sikap acuh tak acuh yang diperlihatkan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya dengan berpakaian biasa, tidak seperti yang dilakukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berdinas di lingkungan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Menurut Irwanto, beberapa anggota dewan yang tidak berdandan ala pejuang di Hari Pahlawan tanggal 10 Nopember ini, seharusnya malu mengingat Presiden Joko Widodo saja benar-benar menghargai dan memberi perhatian khusus kepada peringatan Hari Pahlawan di Kota Surabaya.

“Seorang presiden saja sampai rela datang ke Surabaya untuk ikut memperingati Hari Pahlawan di Kota Surabaya. Sebagai bentuk penghargaan beliau atas jasa dan perjuangan para pahlawan yang sudah bertempur habis-habisan membela negara di Kota Surabaya, Presiden Joko Widodo sampai menyempatkan diri dan bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Pahlawan yang dihelat di Tugu Pahlawan Surabaya, “ tegas Irwanto.

Untuk itu, lanjut Irwanto, tolong tanyakan kepada para anggota dewan yang tidak berbusana ala pejuang di Hari Pahlawan ini. Apa alasan mereka tidak berbusana seperti seorang pejuang. Jangan sampai mereka beralasan tidak punya atau memakai alibi lain agar tidak dipersalahkan.

Irwanto menambahkan, sebagai wakil rakyat, para anggota dewan itu seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Sebagai wakil rakyat, para anggota dewan ini seharusnya benar-benar mempunyai jiwa nasionalisme dan menghargai peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember. (q cox/pay)