Korem Mojokerto Komitmen Jaga Ketahanan Pangan Di Daerahnya

Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Irham Waroihan saat memberikan arahan kepada prajurit TNI AD yang berdinas di Korem 082/CPYJ tentang ketahanan pangan di wilayah hukumnya. (FOTO : Penrem 082/CPYJ untuk surabayaupdate.com)

Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Irham Waroihan saat memberikan arahan kepada prajurit TNI AD yang berdinas di Korem 082/CPYJ tentang ketahanan pangan di wilayah hukumnya. (FOTO : Penrem 082/CPYJ untuk surabayaupdate.com)

MOJOKERTO (surabayaupdate) – Untuk tetap mendukung program Presiden RI, Ir. Joko Widodo dalam hal ketahanan pangan, Korem 082/CPYJ berkomitmen menjaga ketahanan pangan di wilayah hukumnya.

Salah satu bentuk komitmen yang sudah dilakukan Korem 082/CPYJ untuk mendukung program presiden itu adalah dengan tetap mengawasi masalah peredaran pupuk bersubsidi bagi petani di wilayah hukum Korem 082/CPYJ.

Bukan hanya peredaran pupuk bersubsidi bagi petani saja yang akan terus diawasi, Korem 082/CPYJ juga melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran dan penyelewengan alsintan.

Terhadap pengawasan ketat alsintan ini, Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Irham Waroihan pun menceritakan tentang dugaan penyalahgunaan alsintan yang berhasil dibongkar Korem 082/CPYJ dan akhirnya dapat diselesaikan dengan baik.

“Ada kasus dimana Hand Tracktor yang seharusnya diperuntukkan ke desa A namun hand tracktor itu malah diperuntukkan bagi desa B. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata dalam proses beralihnya hand tracktor tersebut ada pelicin dari oknum tertentu, “ ungkap Irham.

Mengetahui hal itu, lanjut Irham, Babinsa setempat kemudian meluruskan perkara tersebut supaya hand tractor tersebut bisa menjadi milik desa A sehingga masalah pendistribusian hand tractor menjadi tepat sasaran dan sesuai dengan rencana dan peruntukannya.

Terkait tentang masalah peredaran pupuk bersubsidi di wilayah Korem 082/CPYJ, Irham mengatakan, selama kurun waktu 2 bulan, berhasil diungkap 16 kasus penyelewengan pupuk bersubsidi.

“Yang membuat masalah penyelewengan pupuk bersubsidi ini makin menarik adalah, dari pengungkapan 16 kasus dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi tersebut, 10 kasus diantaranya berhasil diungkap Korem 082/CPYJ berkat adanya laporan dari masyarakat, “ papar Irham.

Dengan adanya laporan dari masyarakat ini, sambung Irham, menunjukkan bagaimana rakyat itu mencintai TNI. Secara pribadi, laporan dari masyarakat itu juga menunjukkan bahwa masyarakat begitu percaya kepada TNI khususnya Korem 082/CPYJ.

“Ini adalah bentuk kepercayaan dari masyarakat yang harus kami junjung tinggi. Dengan adanya kepercayaan yang sudah diberikan masyarakat ke kami itulah, maka perkara dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi beserta seluruh barang buktinya, sudah dilimpahkan ke Kepolisian untuk diproses hukum, “ jelas Irham.

Mengapa Korem 082/CPYJ begitu berkomitmen untuk tetap menjaga ketahanan pangan di wilayahnya? Irham menuturkan, pada masa tanam pertama, wilayah Korem 082/CPYJ berhasil membuktikan dengan hasil raihan terbaik di jajaran Kodam V/Brawijaya. Sedangkan untuk wilayah Jawa Timur, meraih prestasi terbaik untuk tingkat nasional dalam upaya menuju swasembada pangan dengan penggunaan anggaran Upsus terkecil dibandingkan dengan propinsi lainnya di Indonesia.

Pencapaian Upsus diwilayah Korem Mojokerto hingga berakhirnya masa tanam pertama dari Oktober 2014 sampai dengan Maret 2015 adalah 103.4 persen. Pencapaian prestasi ini sama dengan yang dicapai di tingkat Kodam V/ Brawijaya. ( Penrem 082/CPYJ/pay )