Kyriad Pesonna Hotel Surabaya Gelar Festival Budaya Sasak

Tahir Aldjufri, Director Sales & Marketing Manager Kyriad Pesonna Hotel Surabaya (KIRI) sedang mencoba nasi goreng kambing buatan salah seorang peserta. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Tahir Aldjufri, Director Sales & Marketing Manager Kyriad Pesonna Hotel Surabaya (KIRI) sedang mencoba nasi goreng kambing buatan salah seorang peserta. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Untuk mengangkat budaya lokal masyarakat Sasak yang tinggal di sekitar Masjid Ampel Surabaya, Kyriad Pesonna Hotel Surabaya menggelar festival budaya Sasak.

Festival budaya yang digelar selama 2 hari, mulai Sabtu (30/1) hingga Minggu (31/1) ini digelar dihalaman hotel Kyriad Pesonna Hotel Surabaya yang beralamat di Jalan Benteng No. 1, Kecamatan Pabean Cantikan Surabaya.

Untuk menggelar festival budaya masyarakat keturunan Arab yang tinggal di sekitar obyek wisata Masjid Ampel Surabaya ini, manajemen Kyriad Pesonna Hotel Surabaya bekerja sama dengan komunitas Sasak Surabaya.

Tahir Aldjufri, Director Sales & Marketing Manager Kyriad Pesonna Hotel Surabaya mengatakan, festival Sasak yang digelar di halaman hotel ini terdiri dari lomba potography, bazar kuliner dan lomba memasak nasi goreng kambing.

“Untuk lomba potography, yang menjadi obyek penilaian adalah bangunan-bangunan tua yang ada di sekitar kompleks wisata Masjid Ampel. Sedangkan untuk bazar kuliner, menampilkan 65 stand yang menjual berbagai macam kebutuhan mulai dari pakaian, kue-kue khas Timur Tengah dan makanan, “ ujar Tahir.

Puncak dari acara ini, sambung Tahir adalah lomba memasak nasi goreng kambing, salah satu makanan khas masyarakat Sasak. Untuk lomba memasak nasi goreng kambing ini dibagi menjadi 2 sesi. Setiap sesi diikuti 10 orang peserta yang semuanya adalah jamaah Sasak.

“Nasi goreng kambing yang dibuat oleh para peserta, akan dinilai tim juri yang terdiri dari Chef Kyriad Pessona Hotel Surabaya, perwakilan komunitas Sasak dan masyarakat Sasak. Yang dinilai dari lomba nasi goreng kambing ini adalah presentasi dan penyajian masakan serta taste dari nasi goreng kambing yang dibuat oleh para peserta itu sendiri, “ papar Tahir.

Situasi lomba memasak nasi goreng kambing yang digelar di halaman Kyriad Pesonna Hotel Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Situasi lomba memasak nasi goreng kambing yang digelar di halaman Kyriad Pesonna Hotel Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Selain untuk mengangkat budaya masyarakat Sasak, sambung Tahir, festival budaya yang digelar selama 2 hari ini adalah untuk memperkenalkan Kyriad Pesonna Hotel Surabaya, baik kepada masyarakat sekitar maupun kepada seluruh masyarakat Surabaya.

“Kyriad Pesonna Hotel Surabaya hadir di Surabaya Juli 2015 lalu. Hotel milik PT. Pegadaian (persero) ini, mengambil konsep manajemen Syariah. Selain Surabaya, Pesonna Hotel juga hadir di Makasar. Di bulan Februari 2016 ini, satu lagi Pesonna Hotel milik BUMN ini hadir di Indonesia. Pesonna Hotel ketiga yang akan segera dibuka ini berada di Pekanbaru, “ ungkap Tahir.

Untuk terus mengembangkan usahanya, saat ini PT. Pegadaian (persero) sedang membangun beberapa cabang Pesonna Hotel di Indonesia. Beberapa Pesonna Hotel yang saat ini dalam pengerjaan itu berada di Semarang, Jogjakarta 2 unit, Gresik, Tegal dan Pekalongan. Diharapkan, 6 cabang baru ini bisa selesai pada 2017.

Meski manajemennya dikelola secara Syariah, Kyriad Pesonna Hotel Surabaya mempunyai tagline lifestyle halal hotel. Artinya, hotel ini tetap mengedepankan estetika dan keindahan dalam hal tata letak dan ornamen-ornamen yang dipasang di hotel itu sendiri.

Nama Pesonna sendiri merupakan singkatan dari Pegadaian Selalu Optimalisasi Nilai-nilai Aseet. Sebagai hotel bintang 3, Kyriad Pesonna Hotel Surabaya mempunyai 9 lantai dengan jumlah kamar 142 unit. Dari jumlah itu, 140 unit adalah tipe deluxe dan 2 unit tipe suite. (pay)