MANTAP !!! TRI RISMAHARINI BERANI PAKAI UANG NEGARA UNTUK MEMBELI WISMA NEW BARBARA 22 SEHARGA Rp 9 MILIAR

Inilah Wisma New Barbara milik Saka, germo ternama di Lokalisasi Dolly dan Jarak, yang wismanya akan dibeli Pemkot Surabaya sebesar Rp. 9 miliar. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

Inilah Wisma New Barbara milik Saka, germo ternama di Lokalisasi Dolly dan Jarak, yang wismanya akan dibeli Pemkot Surabaya sebesar Rp. 9 miliar. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Walikota Surabaya, Tri Rismaharini kembali bikin sensasi. Setelah bersikeras untuk menutup Lokalisasi Dolly dan Jarak dengan membuat deklarasi pengalih fungsian Lokalisasi Dolly dan Jarak ke fungsi sebenarnya, wanita yang pernah menjabat sebagai kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini kembali membuat langkah berani.

Langkah yang saat ini sedang dipersiapkan Tri Rismaharini adalah membeli Wisma New Barbara 22 milik Saka, seorang germo paling terkenal di Lokalisasi Dolly dan Jarak. Tidak tanggung-tanggung, untuk mewujudkan mimpinya itu, walikota Surabaya berani mengeluarkan uang negara yang sebesar Rp. 9 miliar.

Tri Rismaharini mengatakan Wisma New Barbara yang berlantai enam dan berdiri dengan megahnya di Lokalisasi Dolly itu, rencananya akan dialihkan fungsinya sebagai Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Lantai dua akan digunakan untuk usaha makanan kering, lantai tiga dan empat akan dikhususkan untuk perpustakaan dan computer, lantai lima sebagai taman bermain anak-anak. Di lantai yang paling atas, akan digunakan sebagai balai RW, “ terang Risma usai mengikuti sidang paripurna di gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (20/6).

Selain Wisma New Barbara 22, lanjut Risma, Pemkot Surabaya sendiri sudah memiliki 10 titik yang keseluruhannya berada di dalam kompleks Lokalisasi Dolly dan Jarak. Untuk luasannya masih kecil-kecil. Rencananya, di Lokalisasi Dolly ini, akan dibangun juga Polsek Sawahan.

Risma menambahkan, rencana Pemkot Surabaya untuk mengalih fungsikan Lokalisasi Dolly dan Jarak ke fungsi sebenarnya, ternyata membuahkan hasil. Beberapa warga yang tinggal di sekitar Lokalisasi Dolly dan Jarak, mengajukan diri, untuk mendapat pelatihan montir.

“Jika animo dari masyarakat cukup tinggi untuk diberi pelatihan tentang montir, tidak menutup kemungkinan wisma-wisma yang sudah dibeli Pemkot Surabaya, akan dialihfungsikan sebagai bengkel mobil atau bengkel sepeda motor, “ pungkasnya.

Dibuatnya bengkel di kawasan Lokalisasi Dolly dan Jarak nantinya, dinilai Risma cukup menjanjikan. Mengapa? Jumlah pengguna kendaraan bermotor tiap tahunnya akan bertambah terus. Dan inilah yang harus ditangkap sebagai peluang.

Risma juga mengaku, bahwa dirinya juga mendapat laporan, ada 3 PSK yang minta dilakukan pendataan ulang supaya mereka bertiga masih diberi kesempatan memperoleh dana kompensasi dari Kementerian Sosial.

Kepada ketiga PSK tersebut, Risma mengatakan sedang mengusahakan mengajukan nama mereka ke Kementerian Sosial, untuk diberi dana kompensasi, seperti halnya 1.449 PSK, yang nama-nama mereka sudah masuk data penerima dana bantuan. (pay)