Mastery By Crown Group, Sebuah Mahakarya Arsitektur Di Kawasan Waterloo Persembahan Iwan Sunito Dan Empat Ahli Arsitektur

 

Mastery by Crown Group, makaharya dibidang arsitektur hasil karya Iwan Sunito dan empat master ahli arsitektur. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Mastery by Crown Group, makaharya dibidang arsitektur hasil karya Iwan Sunito dan empat master ahli arsitektur. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Satu lagi, proyek mahakarya dibidang arsitektur kembali dipersembahkan Crown Group. Setelah sukses dengan proyek-proyek fenomenalnya di kawasan Waterloo Sydney Australia, Crown Group kembali berpeluang mengguncang perhatian publik dengan proyek terbaru mereka.

Kawasan Waterloo masih menjadi tempat menarik bagi Crown Group untuk kembali menciptakan sebuah hunian mewah. Ingin mengulang kesuksesan mereka dibidang arsitektur di Waterloo, Crown Group sudah mempersiapkan salah satu mega proyek mereka dan sebentar lagi akan ditawarkan ke publik.

Proyek fenomenal dan diperkirakan akan meraih kesuksesan seperti Waterfall by Crown Group ini diberi nama Mastery by Crown Group. Proyek Mastery by Crown Group ini selain diyakini akan mendulang sukses seperti proyek-proyek sebelumnya di kawasan Waterloo, juga akan menjadi pioner mahakarya arsitektur untuk bersaing dengan kota-kota besar lainnya di dunia.

Apa yang membuat Mastery by Crown Group ini begitu spesial? Bagus Sukmana, GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown International Holding Group menjelaskan, gaya arsitektur Mastery by Crown Group ini banyak dipengaruhi gaya arsitektur khas Jepang.

“Yang luar biasa, pertama kali di dunia, Komisaris dan CEO Crown Group Iwan Sunito berhasil mempertemukan dua arsitek superstar asal Jepang sehingga Mastery by Crown Group akan semakin memperluas batas-batas desain modern yang sudah didorong sebelumnya melalui Waterfall by Crown Group di Waterloo dan Infinity by Crown Group di Green Square,” ungkap Bagus, Senin (22/10/2018).

Dua superstar arsitektur asal Jepang itu, lanjut Bagus, bernama Kengo Kuma dan Koichi Takada. Kengo Kuma adalah sosok legendaris yang berbasis di Tokyo dan menjadi figur favorit Dezeen sedangkan Koichi Takada adalah seorang arsitek yang lahir di Tokyo tetapi berdomisili di Sydney, Australia.

Bagus Sukmana, GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown International Holding Group menjelaskan tentang proyek Mastery by Crown Group di Waterloo Sydney Australia. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Bagus Sukmana, GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown International Holding Group menjelaskan tentang proyek Mastery by Crown Group di Waterloo Sydney Australia. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

“Kedua superstar arsitektur asal Jepang ini mendesain Menara C dengan 19 lantai. Hasil desain kedua arsitek ini menjadi “permata”-nya Mastery by Crown Group,” papar Bagus saat ditemui di Surabaya, Senin (22/10).

Di Mastery by Crown Group ini, lanjut Bagus, Kengo memiliki ide unik mendesain eksterior berupa ‘hutan susun’ yang didominasi kayu untuk merevolusi cakrawala Waterloo, dengan kolam renang atap kantilever yang spektakuler.

“Selain itu, di poyek ini juga ada pusat kebugaran, spa, lounge bagi para penghuninya dan bioskop mini. Semuanya ini merupakan fasilitas terbaik yang pernah ada dari setiap pengembangan apartemen di Sydney hingga saat ini, dengan interior menakjubkan hasil karya Takada,” ungkap Bagus.

Bagus juga mengatakan, tiga menara hunian lain merupakan hasil karya dan bakat produktif Koichi Takada. Sementara menara hunian kelima dan terakhir dikerjakan perusahaan arsitektur asal Australia, Sylvester Fuller. Hasil karya Sylvester Fuller ini menambah perspektif lokal yang unik untuk keseluruhan pembangunan.

Kocihi Takada sendiri berbagi visi dengan Iwan Sunito untuk mengubah Waterloo dari kawasan industru pinggiran yang tidak memiliki karakter menjadi sebuah oasis perkotaan yang hijau dengan budaya lokal yang dinamis ditambah gaya hidup resor bagi para penghuninya.

Mastery by Crown Group sendiri terdiri dari lima menara hunian. Yang tertinggi adalah menara setinggi 19 lantai yang dirancang Kengo Kuma and Associates. Empat menara hunian sisanya, tiga diantaranya dirancang arsitek Kocihi Takada dan satu menara hunian lainnya dirancang Silvester Fuller.

Ini adalah kali pertama Kengo Kuma and Associates merancang menara hunian di Australia. Desain menara setinggi 19 lantai dipilih panel juri independen, termasuk perwakilan dari dinas tata kota Sydney, selama kompetisi desain berlangsung. Penjualan apartemen akan dimulai 17 Nopember 2018 dan konstruksi diharapkan akan selesai seluruhnya di 2021. (pay)