Patung Johnnie Walker Warna Warni Karya Seniman Surabaya Dipajang Di Colors Pub

 

Daski seniman grafiti asal Surabaya dan patung Johnnie Walker. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Daski seniman grafiti asal Surabaya dan patung Johnnie Walker. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Meski patung Johnnie Walker yang dipamerkan di Color Pub and Restaurant bukan buatan dia sendiri, namun Daski bangga mendapat kesempatan untuk memberi warna di patung striding man Johnnie Walker ini.

Daski bukanlah satu-satunya seniman yang mendapat kesempatan untuk mengutak atik patung Johnnie Walker. Ada enam seniman yang mendapat kesempatan unik menuangkan ide kreatifnya di patung yang tingginya sekitar 150 cm ini.

“Saya sangat bangga bisa menuangkan ide-ide saya di patung ini. Butuh waktu lebih kurang 12 jam untuk bisa menyelesaikan masalah pewarnaan di patung Johnnie Walker ini,” ungkap Daski saat ditemui di Colors Pub and Resto Surabaya, Jumat (4/5).

Ada hal menarik yang membuat Daski tidak akan pernah lupa dalam proses pengerjaan patung Johnnie Walker® ini. Sebagai seniman, ia dituntut untuk bisa menyelesaikan patung ini hanya satu hari karena harus selesai bersama-sama dengan lima seniman yang lainnya.

“Proses pemberian warna dan ide-ide kreatif lainnya di patung ini tidaklah mudah. Yang menjadi kesulitan saya menyelesaikan patung ini adalah karena bidangnya tidak flat. Hal ini berpengaruh terhadap penataan flow dan lainnya. Meski bidangnya tidak flat, saya dituntut untuk bisa menghasilkan efek 3D di patung ini,” papar Daski.

Rheina Ariestia, Iris PR Representative for Johnnie Walker dan Daske, foto bersama di patung Johnnie Walker. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Rheina Ariestia, Iris PR Representative for Johnnie Walker dan Daske, foto bersama di patung Johnnie Walker. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Johnnie Walker® adalah merk Whisky nomor satu di dunia yang dinikmati di hampir 200 negara. Sejak era pendirinya, produk ini selalu dikaitkan dengan konsep personal progress. Kombinasi antara wawasan konsumen, tekad yang kuat dan kecerdasan komersial, membuat keluarga Walker mampu mengubah toko kecil mereka yang dibuka tahun 1820, menjadi bisnis wiski ikonik, penuh gaya dan otentik yang unik selama tiga generasi. Sampai sekarang, Johnnie Walker® masih diproduksi dari empat penjuru Skotlandia untuk menciptakan citarasa wiski Johnnie Walker® yang asli.

Untuk mengekspresikan kreativitas pada striding man berukuran manusia, Johnnie Walker berkolaborasi dengan tujuh seniman kreatif dari enam kota di Indonesia, yaitu dari Jakarta, Bali, Bandung, Medan, Surabaya dan Jogjakarta.

Assistant Chief Representative Officer untuk Diageo di Indonesia, Adrienne Gammie mengatakan, terinspirasi dari personal progress, kampanye keep walking adalah bentuk perayaan sikap dan aksi positif yang membantu mewujudkan hari esok yang lebih baik, memotivasi diri untuk menjadi lebih baik dari hari ini.

“Kampanye Johnnie Walker ‘Mark Your Step’ di Indonesia merupakan menghargai dan merayakan sikap masyarakat Indonesia yang modern, berfokus pada nilai-nilai positif, percaya diri, kreativitas dan kebaikan yang dialami setiap hari dan membawa kita terus melangkah lebih jauh, keep walking,” papar Adrienne Gammie.

Melalui kampanye ‘Mark Your Step’, lanjut Adrienne, Johnnie Walker mengajak konsumennya untuk mengenali dan merayakan bahwa setiap langkah dalam hidup yang telah diambil, layak untuk dirayakan.

“Menghadirkan sebuah kelompok yang terdiri dari sosok-sosok kreatif  yang beragam mulai dari ilustrator hingga seniman grafiti, seniman kolase dan desainer grafis dari beberapa kota di Indonesia adalah pengalaman yang luar biasa,” ungkap Adrienne.

Para seniman yang terlibat kolaborasi inspiratif ini adalah Muklay ilustrator asal Jakarta, Elsadiora seorang seniman kolase asal Jakarta, Hardthirteen, desain grafis, cat semprot asal Bandung, Dnztwo seniman grafiti atau street art asal Bali, Onggooo seniman grafiti asal Medan, Daske seniman grafiti asal Surabaya dan Ruge seniman grafiti asal Jogjakarta. Masing-masing seniman ini mempunyai kisah unik, mengejar gairah dan cinta untuk kota masing-masing yang menjadi lensa seni artistik pada setiap striding man. (pay)