PEJABAT POLDA JATIM BERTUGAS SEBAGAI EKSEKUTOR

Tidak ada komentar 852 views
pengumuman penerimaan bintara polri 2014 (FOTO : mabespolri/ist/surabayaupdate)

pengumuman penerimaan bintara polri 2014 (FOTO : mabespolri/ist/surabayaupdate)

SURABAYA (SurabayaUpdate.com) – Sebagai eksekutor terhadap calon korbannya, kawanan sindikat penipuan modus Short Message Service (SMS) menyiapkan satu orang aktor yang berperan sebagai salah satu pejabat di jajaran Mapolda Jatim.

Tidak tanggung-tanggung, yang mereka pakai namanya untuk menipu adalah Kombes Pol Rahmat Mulyana yang menduduki jabatan sebagai Karo SDM Polda Jatim. Begitu ada orang tua atau keluarga peserta penerimaan calon Bintara Polri tertarik dengan isi SMS Aiptu Toni, pihak keluarga akan menghubungi nomor 0818438050.

Begitu menghubungi nomor itu, anggota keluarga akan langsung “dikerjain” orang yang mengaku sebagai Karo SDM Polda Jatim, Kombes Pol Rahmat Mulyana. Awalnya, orang yang mengaku sebagai Karo SDM Polda Jatim gadungan ini akan berpura-pura sejenak.

Setelah berpura-pura menanyakan darimana keluarga peserta penerimaan Bintara Polri ini mengetahui nomor ponselnya, Kombes Pol Rahmat Mulyana gadungan ini kemudian mengatakan bahwa peserta calon Bintara Polri yang beberapa waktu lalu ikut tes, namun gagal tersebut, terpilih dan dinyatakan diterima masuk sebagai anggota polisi.

“Perlu diketahui, jika anggota keluarga anda ini diputuskan terpilih masuk sebagai anggota Polri untuk periode 2014 ini dan selanjutnya yang bersangkutan akan dipanggil lagi untuk langsung mengikuti pendidikan polisi, “ ujar Kombes Pol Rahmat Mulyana gadungan ini.

Mengapa bisa begitu? Karena, sambung Rahmat Mulyana ini, pada penerimaan Bintara Polri 2014 ini, ada kuota kosong sebanyak 7 tempat. Pusat sendiri sudah memutuskan siapa-siapa yang menduduki tujuh tempat di kuota kosong tersebut.

Rahmat Mulyana palsu inilah yang bertugas sebagai eksekutor. Kepada pihak keluarga, Rahmat Mulyana inilah yang mengatakan untuk disediakan uang pendampingan. Uang itu akan diberikan kepada dua pengawas dari Mabes Polri.

“Anak atau saudara anda ini dipilih langsung Kapolda Jatim untuk mengikuti pendidikan polisi selanjutnya. Karena tidak mengikuti tiga tes selanjutnya karena gagal di tes sebelumnya, saudara harus menyediakan Rp. 3,5 juta untuk tiga tes yang tidak dilewati anak atau keluarga anda itu, “ pungkasnya.

Jadi, lanjut Rahmat Mulyana gadungan ini, total biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp. 11 juta. Apakah pihak keluarga masih tertarik yang bersangkutan tersebut untuk melanjutkan karirnya sebagai anggota polisi?

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sindikat penipuan berkedok sms dengan memanfaatkan momen penerimaan Bintara Polri mulai beraksi. Inilah sms yang dikirimkan Aiptu Toni menggunakan nomor 085656206422. Aiptu Toni ini mengaku sebagai ajudan Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Rahmat Mulyana, yang diterima surabayaupdate.com dari salah satu keluarga calon bintara yang gagal ketika mengikuti tes penerimaan polisi untuk wilayah Jawa Timur :

Ijin, Sy AIPTU TONI / POLDA JATIM. Dapat perintah tuk menyampaikan kpd DIDIK (nama sengaja kami samarkan) agar m’hubungi bpak ketua penitia skarang. Mengenai pendaftaran BRIGPOL TA 2014. KOMBES POL. RACHMAT MULYANA. Hub: 0818438050.

Mengaku sebagai ajudan berpangkat Ajun Inspektur Letnan Satu (Aiptu), seorang pria ini langsung mencatut nama petinggi di lingkungan Polda Jatim. Dalam smsnya itu, pria yang mengaku bernama Toni tersebut, berpesan supaya penerima sms darinya itu, dapat menindaklanjuti informasi yang diberikan, dengan menghubungi Kombes Pol Rahmat Mulyana, Karo SDM Polda Jatim. (pay)