Penyaluran Kredit Perbankan Di Jawa Timur Alami Pertumbuhan Yang Signifikan

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 4 Jawa Timur, Heru Cahyono saat memberikan pemaparan di acara media gathering 2018. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 4 Jawa Timur, Heru Cahyono saat memberikan pemaparan di acara media gathering 2018. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Penyaluran kredit perbankan di Jawa Timur juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Tidak tanggung-tanggung, pertumbuhan penyaluran kredit perbankan di Jawa Timur itu sebesar 10,57% (yoy) lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 8,99% dengan pangsa terhadap nasional sebesar 9%.

Terkait pertumbuhan penyaluran kredit perbankan di Jawa Timur itu diungkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 4 Jawa Timur, Heru Cahyono di acara media gathering yang dihelat OJK, Rabu (2/5) di Tretes, Jawa Timur.

Di hadapan 50 wartawan yang ikut dalam media gathering itu, dalam sambutannya, Heru Cahyono juga mengatakan, industri perbankan di Jawa Timur menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hal itu tercermin dari total aset mencapai Rp 566,6 triliun atau tumbuh 9% (yoy) lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 7,96% dengan pangsa pasar terhadap nasional sebesar 7,55%.

“Industri perbankan di Jawa Timur terdiri dari empat bank umum konvensional yang berkantor pusat di Surabaya, satu unit usaha syariah, 339 BPR/S dan 402 jaringan kantor perbankan yang berkantor pusat di luar Jawa Timur,” ungkap Heru.

Kinerja keuangan di sektor perbankan yang positif tersebut, sambung Heru, juga terjadi pada penghimpunan dana pihak ketiga yang mencapai Rp 530,4 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 8,99% lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 8% dengan pangsa pasar terhadap nasional sebesar 9,45%.

“Industri pasar modal di Jawa Timur, juga menunjukkan pertumbuhan yang baik. Hal ini terlihat dari jumlah investor sebesar 79.166 SID atau meningkat 17,68% dengan nilai transaksi mencapai Rp 38,7 Triliun selama dua bulan di awal tahun 2018,” papar Heru.

Adapun jumlah Emiten, lanjut Heru, sebanyak 40 Emiten dengan total aset sebesar Rp 275,5 triliun dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 682,1 triliun. Untuk sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB) di Jawa Timur, terdiri dari industri asuransi sebanyak 426 kantor cabang, perusahaan pembiayaan sebanyak tiga kantor pusat dan 753 kantor cabang, perusahaan modal ventura sebanyak dua kantor pusat dan 178 kantor cabang.

Masih menurut Heru, untuk dana pensiun sebanyak 13 kantor pusat, perusahaan penjaminan sebanyak satu kantor pusat dan enam kantor cabang. Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) sebanyak sembilan LKMS termasuk enam Bank Wakaf Mikro, satu Fintech, satu gadai swasta dan 274 Badan Kredit Desa (BKD).

“Pada sektor IKNB tersebut juga menunjukkan kinerja yang positif antara lain industri asuransi dengan nilai premi Rp 13,6 Triliun dan nilai klaim Rp 7,8 Triliun. Sedangkan pada perusahaan pembiayaan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 37,7 Triliun atau tumbuh 9,06% (yoy),” kata Heru.

Heru juga mengatakan, sebagai upaya untuk memberdayakan ekonomi pengusaha skala kecil, OJK telah mendorong dan memfasilitasi pembentukan LKMS Bank Wakaf Mikro (BWM) di beberapa pondok pesantren di Jawa Timur yang saat ini sebanyak enam BWM.

Selain itu, OJK bekerjasama dengan industri keuangan, telah melakukan berbagai upaya untuk lebih meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur melalui beberapa aktifitas antara lain, pembukaan galeri investasi di beberapa universitas yang saat ini jumlahnya mencapai 51 Galeri, sosialisasi dan edukasi keuangan kepada beberapa kelompok masyarakat, sosialisasi kepada gadai swasta yang beroperasi di Jawa Timur agar mendaftarkan kegiatan usahanya kepada OJK, dan sosialisasi kepada perusahaan pembiayaan terkait Undang-Undang Fiducia.

Dalam rangka percepatan akses keuangan daerah, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Timur telah membuat beberapa program selama tahun 2018 antara lain diawali dengan kegiatan business matching antara start up business di bidang teknologi informasi dengan Industri Kecil Menengah (IKM) binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi pemasaran produk-produk IKM Jawa Timur melalui sarana digital.

Sementara itu, di acara media gathering ini juga diisi dengan workshop mengenai Bank Wakaf Mikro oleh Kuswandono dari KR4, Tantangan Media di Era Digitalisasi Informasi oleh Elba Damhuri dari Republika, Perkembangan Fintech oleh Daddi Peryoga dari KR4, Investasi Pasar Modal dan Perencanaan Keuangan oleh Rudy Basuki dari Manulife Asset Management dan Satgas Waspada Investasi oleh Umar Sahid dari Departemen Penyidikan OJK. (pay)