Perbankan Surabaya Siap Terima Gadai SK Pengangkatan Anggota Dewan Kota Surabaya

Anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019 (kiri ke kanan) Baktiono, Agustin Poliana dan Armuji, usai menjalani pelantikan. (FOTO : JP)

Anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019 (kiri ke kanan) Baktiono, Agustin Poliana dan Armuji, usai menjalani pelantikan. (FOTO : JP)

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Setelah 50 anggota DPRD Kota Surabaya dilantik mingu lalu, kini giliran marketing perbankan bergerak cepat untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan para anggota dewan Kota Surabaya ini.

Marketing perbankan yang ada di Surabaya, baik bank milik pemerintah maupun bank milik swasta, mulai menebarkan kemudahan kepada para anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019 yang baru dilantik ini.

Kemudahan apa yang ditawarkan para penyedia jasa keuangan perbankan itu? SK pengangkatan anggota dewan Kota Surabaya yang mereka terima dari Gubernur Jawa Timur tersebut ternyata bisa digunakan sebagai agunan untuk mengajukan kredit.

Tidak tanggung-tanggung, kredit lunak dari bank yang bisa dirasakan para anggota dewan yang baru ini nilainya bisa mencapai Rp. 200 juta. Dengan bermodalkan SK pengangkatan tersebut, para anggota dewan dengan mudahnya mendapatkan uang tunai, setelah seluruh prosedur pengajuan kredit bank bisa mereka lampaui.

Mengapa anggota dewan bisa dengan mudah mendapatkan kredit lunak dari bank? Baktiono, anggota DPRD Kota Surabaya yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya ini mengatakan, mudahnya anggota dewan mendapatkan kredit hanya dengan bermodalkan SK pengangkatan dirinya, karena anggota dewan yang mengajukan kredit di bank tersebut dipastikan bisa membayar angsuran kreditnya tepat waktu karena pembayaran tersebut dilakukan dengan cara potong gaji.

“Dari sebuah SK pengangkatan anggota dewan yang dijadikan agunan di bank, akan dihargai sampai Rp. 200 juta untuk rentang waktu pengajuan kredit selama 4 tahun. Meski SK pengangkatan anggota dewan bisa digadaikan, namun tidak semua anggota dewan mau menggadaikan SK pengankatan atas dirinya tersebut, “ ujar Baktiono.

Anggota dewan yang ingin menggadaikan SK pengangkatan dirinya di bank, lanjut Baktiono, hendaknya memiliki rasa tanggungjawab untuk mengangsur cicilan kreditnya tiap bulan. Selain itu, harus juga dipilih bank mana yang menawarkan kemudahan paling baik serta bunga yang paling rendah.

Baktiono pun menceritakan pengalaman seorang anggota dewan periode 2009-2014 yang hanya menerima gaji per bulan sebesar Rp. 3 juta selama 4 tahun. Padahal, gaji seorang anggota dewan itu mencapai Rp. 15 juta per bulannya.

Meski sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya berancang-ancang untuk menggadaikan SK pegangkatannya itu di bank, namun keinginan para wakil rakyat yang duduk di parlemen ini harus ditahan sejenak karena kabarnya, SK pengangkatan mereka dari Gubernur Jawa Timur hingga kini masih belum keluar. (pay)