Pertamina MOR V Tambah Stok BBM Jelang Idul Fitri 1436 H

Ageng Giriyono, General Manager PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara saat memberikan penjelasan penambahan stok BBM jelang Idul Fitri 1436 H. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Ageng Giriyono, General Manager PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara saat memberikan penjelasan penambahan stok BBM jelang Idul Fitri 1436 H. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan masyarakat akan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Premium, Solar dan Pertamax menjelang Lebaran, PT. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara menambah stok BBM.

Tingginya konsumsi masyarakat akan BBM saat mudik Lebaran tahun 2014, yaitu mulai H-7 hingga H+7 Lebaran membuat PT. Pertamina MOR V Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara melakukan langkah antisipasi yaitu dengan menaikkan jumlah kebutuhan atau stok BBM, mulai Premium, Solar dan Pertamax. Hal ini diungkapkan Ageng Giriyono, General Manager PT Pertamina Marketing Opration Region (MOR) V Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, Senin (22/6).

Lebih lanjut Ageng menjelaskan, sama halnya dengan tahun 2014 lalu, konsumsi BBM masyarakat tahun ini akan sama yaitu sekitar 14 persen untuk konsumsi premium dan 30 persen untuk konsumsi Pertamax.

“Jika Lebaran 2014 lalu kebutuhan akan Premium mengalami kenaikan hingga 14 persen, Pertamax mengalami kenaikan hingga 30 persen dari kebutuhan normal, maka konsumsi Solar justru mengalami penurunan hingga 15 persen. Hal ini karena adanya larangan operasi untuk mobil besar, “ ujar Ageng.

Untuk mengantisipasi lonjakan ini, lanjut Ageng, PT. Pertamina MOR V akan menambah jumlah persediaan Premium sebesar 30 persen dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 17.786 Kilo Liter (KL) per hari.

“Peningkatan stok Premium 30 persen dari konsumsi normal bulanan ini dibandingkan dengan konsumsi normal per harinya, yaitu 13.696 KL. Sedangkan untuk mengantisipasi kenaikan permintaan Pertamax, Pertamina menambah stok hingga 20 persen, “ ungkap Ageng.

Meski diprediksi akan mengalami penurunan terkait larangan beroperasi bagi kendaraan berat di H-4 sampai dengan H+1 Idul Fitri, stok Solar tetap akan disiagakan sesuai dengan kebutuhan normal yaitu 5.857 KL perhari, sama dengan tahun 2014 kemarin.

Terkait dengan penambahan stok Pertamax hingga 20 persen, Ageng menjelaskan bahwa jumlah itu mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2014 lalu. Untuk Jawa Timur, stok Pertamax yang jumlah normalnya 1.255 KL per hari, maka jumlahnya ditambah menjadi 1505 KL. Tahun lalu, hanya 180 KL per hari. Sedangkan untuk Bali, jumlah normalnya 150 KL ditambah menjadi 179 sampai 180 KL perhari.

Guna mengantisipasi kendala kemacetan, Ageng mengatakan, Pertamina menyiapkan SPBU kantong di 8 titik rawan kemacetan di Jawa Timur. Delapan SPBU kantong ini berada di Probolinggo, Kediri, Jember, Situbondo, Blitar, Bojonegoro, Trenggalek dan Nganjuk.

“Pertamina juga menginstruksikan kepada SPBU-SPBU di jalur strategis arus mudik dan arus balik, untuk membuka jam operasionalnya selama 24 jam. Selain itu, kepada SPBU-SPBU tersebut, dihimbau untuk menjaga ketahanan stoknya terutama pada H-7 sampai H+7 Idul Fitri melalui penambahan Delivery Order (DO), “ jelas Ageng.

Ageng menambahkan, untuk memastikan kelancaran suplay BBM maupun LPG, Pertamina juga telah berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan pihak eksternal lainnya seperti bank persepsi dan jajaran Polri dan DLLAJR untuk memperlancar angkutan BBM maupun LPG di titik-titik rawan kemacetan serta berkoordinasi dengan otorita dermaga untuk kelancaran suplay BBM yang dikirim melalui tanker.

Semua persiapan ini dilakukan Pertamina MOR V supaya kebutuhan BBM maupun LPG untuk masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri 1436 H senantiasa terpenuhi dengan lancar dan dalam jumlah yang cukup.

Untuk memastikan penyaluran BBM dan Non BBM berjalan dengan lancar selama Ramadan hingga Idul Fitri 1436 H ini, Pertamina MOR V Jawa, Bali dan Nusa Tenggara juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) terhitung mulai 2 Juli 2015 sampai dengan 1 Agustus 2015. (pay)