Pesawat Lion Air JT610 Yang Jatuh Di Perairan Karawang Itu Seharga Rp 1,3 Triliun

Spesifikasi Boeing 737 Max. (FOTO/Ilustrasi : istimewa)

Spesifikasi Boeing 737 Max. (FOTO/Ilustrasi : istimewa)

JAKARTA (surabayaupdate) – Upaya pencarian para penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang, yang dilaporkan hilang kontak sesaat setelah lepas landas pada Senin (29/10) pagi masih terus dilakukan, begitu juga dengan badan pesawat.

Namun, ada hal yang menarik dari pesawat berjenis Boeing yang mengalami insiden kecelakaan ini. Dikutip dari BBC News Indonesia, pesawat Lion Air yang disebut jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) sekitar pukul 06.33 Wib ini adalah pesawat yang baru dibeli Lion Air dengan harga sekitar 70 juta poundsterling atau sekitar Rp1,3 triliun.

Pesawat yang baru dioperasikan tanggal 15 Agustus 2018 ini masih baru dan baru menjalani 800 jam terbang. Lion Air sendiri merupakan salah satu maskapai pertama di dunia yang menerbangkan pesawat versi terbaru seri Boeing 737.

Dengan harga yang begitu fantastis, pesawat Lion Air jenis Boeing 737 MAX 8 ini mempunyai keistimewaan dibandingkan versi Boeing 737 sebelumnya. Boeing menyebutkan, jika pesawat Lion Air jenis Boeing 737 Max 8 ini memiliki kabin yang lebih senyap daripada varian sebelumnya.

Selain itu, merujuk situs Lion Air, pesawat Boeing 737 Max 8 dapat terbang lama tanpa mengisi bahan bakar selama 7,5 jam. Pesawat ini juga diklaim memiliki daya jelajah hingga 6.500 kilometer.

Karena kecanggihannya itu, juru bicara Lion Air, Andy Saladin, mengatakan, Boeing 737 Max 8 akan mampu menunjang strategi bisnis perusahaan, khususnya untuk mewujudkan biaya penerbangan yang terjangkau.

“Pesawat baru ini akan mendukung kami untuk dapat terus mengembangkan rute-rute perjalanan ke destinasi yang lebih jauh lagi,” ujar Andy, dikutip dari laman BBC News Indonesia.

Boeing 737 Max 8 milik Lion Air. (FOTO/Ilustrasi : istimewa/Lion Air)

Boeing 737 Max 8 milik Lion Air. (FOTO/Ilustrasi : istimewa/Lion Air)

Masih tentang pesawat Boeing 737 Max 8 dengan registrasi PK-LQP, pesawat baru Lion Air tersebut menerapkan fitur double winglet, artinya ujung dua sayap dapat memecah turbulensi ketika pesawat terbang dalam kecepatan tinggi.

Bobot maksimat pesawat ini menjapai 82 ton. Untuk kecepatan, pesawat ini mampu mencapai 842 kilometer per jam, atau 0,70 mach.

Lion Air sendiri tercatat telah memesan setidaknya 218 unit pesawat Boeing terbaru jenis 737 Max 8. Selain itu, perusahaan penerbangan Lion Air juga memesan 50 unit pesawat jenis Boeing 737 Max 10 di perhelatan Paris Air Show 2017.

Di Indonesia, Boeing 737 Max 8 juga dioperasikan Garuda Indonesia. Maskapai milik negara ini menggunakan varian terbaru Boeing untuk rute domestik. Maskapai Sriwijaya Air pun telah meneken perjanjian pembelian 20 pesawat 737 Max 8 di Pair Air Show 2016.

Kepala Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang ini lepas landas pukul 06.20 WIB dan hilang kontak pada pukul 06.33 WIB.  Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi dengan dua pilot dan lima Flight Attendant (FA).

Mengutip pernyataan Edward Sirait dalam jumpa persnya, penerbangan Lion Air JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang, setelah 13 menit mengudara, pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052″ E 107′ 06.628″ sekitar Karawang.

“Pesawat itu dipimpin Kapten Pilot Bhavye Suneja dengan Copilot Harvino bersama enam awak kabin dan tiga pramugari yang sedang menjalani pelatihan. Kapten pilot Bhavye Suneja sudah memiliki lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot Harvino sendiri telah mempunyai 5.000 lebih jam terbang. Keduanya sangat berpengalaman, juga dalam menerbangkan pesawat ke luar negeri,” ungkap Edward Sirait.

Untuk diketahui, Lion Air sejak 2017 telah mengoperasikan tiga pesawat jenis Boeing 737 Max 8 untuk Malindo, anak usaha Lion Air yang dikenal dengan Batik Air Malaysia. Dalam insiden jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 di perairan Karawang, Senin (29/10) ini, pesawat diketahui kehilangan kontak sekitar pukul 06.33 Wib.

Pesawat yang lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta ini akhirnya diketahui jatuh di kawasan laut, Utara Karawang, Jawa Barat. Badan SAR sejauh ini mengirimkan 10 regu pencari dengan 12 kapal. Lokasi diperkirakan 23 mil laut jauhnya dari Posko Basarnas. (bbcn/dtn/pay)