Polda Jawa Timur Akan Perketat Pengamanan Menjelang Pergantian Tahun Baru

Kapolda Jawa Timur Anton Setiadji beserta para pejabat utama Polda Jatim memberikan penjelasan Anev Kamtibmas 2015 Polda Jawa Timur. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Kapolda Jawa Timur Anton Setiadji beserta para pejabat utama Polda Jatim memberikan penjelasan Anev Kamtibmas 2015 Polda Jawa Timur. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Surabaya, Polda Jawa Timur akan memperketat pengamanan menjelang malam pergantian tahun baru.

Pernyataan ini diungkapkan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Anton Setiadji pada Analisa dan Evaluasi (Anev) Kamtibmas Akhir Tahun 2015 di ruang rapat Rupatama Mapolda Jawa Timur, Selasa (29/12).

Sebagai perwira tinggi Kepolisian yang pernah bertugas di Jawa Timur, Anton mengaku sangat paham dengan karakteristik masyarakat Jawa Timur, khususnya masyarakat Surabaya. Untuk itu, perwira tinggi dengan tanda pangkat dua bintang di pundak ini menyatakan, ada salah satu kebiasaan masyarakat Surabaya menjelang pergantian tahun, yang tahun ini akan ditiadakan.

Kebiasaan perayaan masyarakat Surabaya untuk merayakan pergantian tahun baru yang sengaja ditiadakan di Kota Surabaya itu adalah perayaan Car Free Night yang biasanya dilaksanakan masyarakat Surabaya di jalan-jalan utama, seperti Jalan Raya Darmo Surabaya depan Taman Bungkul.

Anton mengatakan, ditiadakannya perayaan Car Free Night tahun 2015 ini bertujuan untuk menjaga keamanan Kota Surabaya, dimana biasanya menjelang pergantian malam tahun baru di acara Car Free Night tersebut, bukan hanya dihadiri masyarakat Kota Surabaya saja.

“Pada perayaan malam tahun baru yang dikemas dalam acara Car Free Night itu, bukan hanya dihadiri masyarakat Surabaya saja. Seluruh lapisan masyarakat akan berkumpul menjadi satu di beberapa tempat yang menyelenggarakan Car Free Night, “ ujar Anton.

Kepada masyarakat Surabaya dan sekitarnya, lanjut Anton, dengan ditiadakannya Car Free Night ini, secara pribadi kami ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya. Diharapkan, masyarakat tidak kecewa dengan kebijakan yang diambil Polda Jawa Timur ini.

“Meski begitu, kami juga meminta peran serta aktif masyarakat Surabaya, untuk ikut menjaga keamanan Kota Surabaya, khususnya menjelang malam pergantian tahun baru. Dan kepada media, kami juga berharap dapat memberikan menginformasikan hal ini kepada masyarakat, dengan bahasa yang tepat sehingga informasi ini dapat diterima masyarakat dan tidak menjadi kekecewaan bagi masyarakat, “ pungkasnya.

Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Surabaya, sambung Anton, khususnya di detik-detik pergantian tahun baru, polisi akan berupaya keras. Bahkan, polisi di seluruh Jawa Timur khususnya Surabaya, rela untuk tidak tidur demi menjaga stabilitas keamanan di Kota Surabaya dan kota-kota lain di Jawa Timur.

“Pengamanan-pengamanan yang menjadi prioritas kepolisian menjelang pergantian tahun ini adalah seluruh tempat ibadah, obyek-obyek vital dan tempat-tempat rekreasi baik yang ada di Jawa Timur maupun di seluruh Surabaya, “ ungkap Anton.

Masih menurut Anton, pengamanan di tempat-tempat ibadah dan tempat-tempat rekraasi ini supaya masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan aman tanpa ada rasa takut terjadi sesuatu. Begitu pula dengan pengamanan di tempat-tempat rekreasi, semoga masyarakat dapat melaksanakan rekreasi bersama dengan keluarga tanpa ada rasa takut.

Untuk mewujudkan hal ini, Anton mengatakan, beberapa tempat yang menjadi pintu masuk ke Surabaya akan dijaga ketat, supaya tidak ada kendaraan yang masuk ke Surabaya, Selain itu, beberapa titik rawan terjadi tindak pidana di Surabaya akan gencar dilaksanakan razia.

Razia yang akan dilakukan adalah segala hal yang dapat menimbulkan tindak pidana seperti perampasan, pencurian, senjata tajam dan kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor. Dalam razia ini, polisi akan memberikan tindakan tegas bagi masyarakat yang melanggar. (pay)