Pomdam V Brawijaya Grebek Sebuah Gudang Yang Diduga Kuat Tempat Memproduksi Semen Oplosan

 

Seorang anggota Pomdam V Brawijaya sedang memeriksa garis polisi militer dilokasi gudang yang diduga kuat dipakai untuk memproduksi semen oplosan. (FOTO :parlin/surabayaupate.com)

Seorang anggota Pomdam V Brawijaya sedang memeriksa garis polisi militer dilokasi gudang yang diduga kuat dipakai untuk memproduksi semen oplosan. (FOTO :parlin/surabayaupate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Sebuah gudang yang diduga kuat sebagai tempat untuk memproduksi semen oplosan digrebek Pomdam V Brawijaya. Guna proses penyelidikan lebih lanjut, gudang yang berlokasi di Jalan Raya Menganti ini diberi garis polisi militer.

Dalam penggerebekan yang terjadi Rabu (20/1) pukul 17.30 Wib ini dipimpin langsung Danpomdam V Brawijaya, Kolonel CPM Ujang Martenis. Dari penggerebekan tersebut, 3 orang langsung dibawa ke Mapomdam V Brawijaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kolonel CPM. Ujang Martenis mengatakan, 3 orang yang saat ini sudah dibawa ke Mapomdam V Brawijaya untuk dilakukan pemeriksaan itu adalah 2 orang karyawan tempat usaha dengan inisial A (25) dan MS, satu orang lagi diketahui sebagai pemilik gudang. Orang ini bernama Santoni (53), yang bertempat tinggal di dekat lokasi gudang.

Lebih lanjut Ujang mengatakan, penggerebekan ini berawal dari adanya info yang diterima Pomdam V Brawijaya, dimana info itu mengatakan bahwa ada oknum TNI yang terlibat dalam usaha pengoplosan semen.

“Informasi ini kemudian kami tindak lanjuti. Beberapa anggota kemudian menuju ke tempat yang dimaksud untuk mencari oknum TNI tersebut. Bukannya mendapatkan oknum TNI yang terlibat, kami menemukan adanya dugaan tindak pidana dari tempat usaha ini, “ ujar Ujang.

Berdasarkan informasi yang kami terima dari masyarakat sekitar, lanjut Ujang, ternyata tempat ini dipakai sebagai tempat untuk memproduksi semen oplosan. Untuk membuat semen oplosan tersebut, menggunakan bahan dasar semen curah dicampur dengan semen-semen bermerk kemudian dikemas menjadi sebuah semen ternama.

“Walaupun awalnya kami mendapat informasi ada anggota TNI terlibat dalam usaha pengoplosan semen ini, hingga saat ini kami tidak menemukan adanya indikasi oknum TNI terlibat. Guna kepentingan penyelidikan, satu orang yang diduga kuat sebagai pemilik usaha dan 2 orang karyawannya ditambah 2 sak semen yang dijadikan barang bukti, kami bawa ke kantor Pomdam V Brawijaya, “ ungkap Ujang.

Danpomdam V Brawijaya, Kolonel CPM Ujang Martenis memimpin langsung penggerebekan gudang yang dicurigai sebagai tempat mengoplos semen di Wiyung. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Danpomdam V Brawijaya, Kolonel CPM Ujang Martenis memimpin langsung penggerebekan gudang yang dicurigai sebagai tempat mengoplos semen di Wiyung. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Masih menurut Ujang, penemuan ini akan didalami penyidik Pomdam V Brawijaya untuk mengetahui ada tidaknya tindak pidana pada usaha pengoplosan semen ini. Jika nantinya Pomdam V Brawijaya menemukan adanya tindak pidana, maka perkara ini akan dilimpahkan ke polisi.

“Kewenangan kami hanya sebatas penegakan disiplin terhadap anggota TNI AD. Kami tidak akan mentoleransi tindakan anggota TNI AD yang berani melanggar aturan. Jika memang ada anggota TNI sampai berani berbuat seperti itu, maka oknum tersebut akan ditindak tegas, “ papar Ujang.

Sementara itu, informasi yang diterima surabayaupdate.com dari masyarakat sekitar, usaha pengoplosan ini sudah berjalan cukup lama, hampir 5 tahun. Pemilik gudang ini sekaligus pemilik usaha pengoplosan semen. Ia tinggal tidak jauh dari lokasi pengoplosan.

Untuk mendatangkan bahan baku semen curah, pemilik selalu memerintahkan truk yang mengangkut semen curah itu untuk masuk ke dalam gudang tengah malam. Semen curah yang didatangkan sebagai bahan baku tersebut kemudian dioplos dengan beberapa merk semen ternama. Hasil pengoplosan ini kemudian dimasukkan ke dalam sak semen sebuah merk semen ternama.

Sak-sak semen itu diperoleh pemilik usaha dari pengepul barang bekas yang berada di kawasan Surabaya Timur. Sak semen merk Semen Gresik yang diperoleh dari para pengepul barang rongsokan, kemudian disortir untuk dicari sak semen yang masih bagus.

Semen oplosan yang diproduksi di gudang milik Santoni ini kemudian ditumpuk menjadi satu. Jika sudah banyak, maka akan ada truk khusus yang mengangkutnya keluar dari gudang untuk dipasarkan ke luar.

Kebanyakan semen oplosan ini beredar di luar pulau Jawa seperti, Sulawesi dan Kalimantan. Meski ada sebagian besar toko bahan bangunan menjual semen oplosan ini, namun semen oplosan ini tidak akan dijual di toko-toko bangunan yang berada di sekitar Wiyung. (pay)