Seratus Personil Kepolisian Disiapkan Untuk Mengawal Kedatangan Eks Gafatar Di Bandara Juanda

gambar iustrasi Logo Gafatar

gambar iustrasi Logo Gafatar

SURABAYA (surabayaupdate) – Dengan pengawalan ekstra ketat dari seratus personil kepolisian, ratusan warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) tiba di Bandara Internasional Juanda.

Seratus personil kepolisian dari Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya ini sudah terlihat berjaga-jaga di sekitar bandara Juanda. Bahkan, beberapa personil kepolisian bersenjata lengkap disiagakan di bawah pesawat sebelum para warga eks Gafatar ini turun dari pesawat yang mengangkutnya.

Dengan menumpang pesawat Lion Air JT 3837, 193 orang eks Gafatar ini tiba di Bandara Internasional Juanda. Mereka yang datang Sabtu (23/1) pukul 03.55 Wib ini adalah kloter pertama yang diterbangkan dari Kalimantan menuju ke Surabaya.

Tidak tanggung-tanggung, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf terlihat ikut menanti kedatangan warga eks Gafatar yang berjumlah 186 orang dewasa dan 13 anak-anak tersebut di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Setibanya di Bandara Juanda, 186 orang dewasa dan 13 anak-anak ini langsung dinaikkan ke dalam 10 bus yang sudah dipersiapkan Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jawa Timur. Dari Bandara Internasional Juanda, rombongan warga eks Gafatar ini akan diantar ke penampungan sementara di Gedung Transito Jalan Margorejo Surabaya, milik Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans).

Menanggapi kedatangan warga eks Gafatar ini, Syaifullah Yusuf mengatakan, warga eks Gafatar asal Jawa Timur dari Kalimantan, diangkut dengan 3 pesawat Lion Air. Karena ada beberapa diantara mereka di Kalimantan yang menolak untuk dipulangkan ke Jawa Timur, hanya 2 kelompok saja yang bisa dipulangkan.

“Untuk memulangkan warga eks Gafatar ini dari Kalimantan tidak mudah. Meski pemerintah telah menyewa 3 pesawat milik Lion Air, namun beberapa diantara mereka menolak untuk dipulangkan ke Jawa Timur, “ ujar Syaifullah Yusuf.

Setelah dirayu, sambung Syaifullah Yusuf, mereka baru mau dipulangkan ke Jawa Timur. Akibat dari kejadian ini, jadwal penerbangan kepulangan warga eks Gafatar ini akhirnya ikut molor, tidak sesuai jadwal.

“Warga eks Gafatar ini dijadwalkan berangkat Jumat (22/1) dari Kalimantan pukul 23.15 Wib. Namun karena kendala tadi, keberangkatan mereka menjadi Sabtu (23/1) pukul 01.15 Wib. Akhirnya, kedatangan kelompok pertama ini juga ikut molor, menjadi 03. 55 Wib di Bandara Juanda, “ ungkap Syaifullah Yusuf.

Orang nomor dua di Jawa Timur yang akrab di sapa Gus Ipul ini menambahkan, para mantan anggota Gafatar ini akan diberangkatkan ke Surabaya dengan menumpang tiga pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan masing-masing adalah JT 2873, JT 3837 dan JT 3715.

“Karena rencana pemulangan kelompok pertama molor maka secara otomatis jadwal pemulangan untuk kelompok kedua dan ketiga ikut molor, begitu juga dengan jadwal kedatangan mereka di Bandara Juanda Surabaya, “ papar Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan, untuk masing-masing pesawat akan diisi sekitar 180 penumpang yang semuanya mantan anggota Gafatar. Pesawat kedua akan diberangkatkan dari Kalimantan menuju ke Surabaya pukul 04.15 Wib dan pesawat ketiga dijadwalkan akan berangkat dari Kalimantan pukul 05.15 Wib dan tiba pukul 07.00 Wib. (pay)