SITUASI DI LOKALISASI DOLLY DAN JARAK MASIH KONDUSIF

Tidak ada komentar 317 views
Inilah situasi salah satu gang di Lokalisasi Jarak yang ditutup akses jalannya oleh warga, beberapa jam sebelum dilaksanakannya deklarasi penutupan Dolly di Islamic Centre. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

Inilah situasi salah satu gang di Lokalisasi Jarak yang ditutup akses jalannya oleh warga, beberapa jam sebelum dilaksanakannya deklarasi penutupan Dolly di Islamic Centre. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Meski sempat diterpa isu adanya penyerangan dari Front Pembela Islam (FPI), Rabu (18/6), situasi Lokalisasi Dolly dan Jarak hingga Kamis (19/6) pukul 03.30 Wib, masih kondusif.

Jika awalnya, jumlah warga yang berjaga-jaga disetiap sudut kampung diperbanyak, keadaan itu terlihat sangat berbeda, begitu waktu menunjukkan pukul 24.00 Wib. Walaupun setiap gang di Lokalisasi Dolly dan Jarak masih dijaga bahkan ada yang diblokade dengan bamboo, kursi bahkan ban bekas, namun jumlah orang yang berjaga-jaga di titik-titik rawan di seputar Lokalisasi Dolly dan Jarak mulai berkurang.

Pantauan terakhir di seputar Lokalisasi Dolly dan Jarak hingga pukul 03.30 Wib, tempat-tempat yang masih dijaga warga dan aktivis dari Front Pekerja Lokalisasi (FPL) adalah perempatan pasar Jarak, perempatan Putat Jaya, perempatan Jalan Putat Jaya C, pertigaan jalan Putat Jaya-Dukuh Kupang, dan pertigaan Putat Jaya gang Lebar Surabaya.

Warga yang begitu antusias menanti kedatangan Pemkot Surabaya, aparat Kepolisian, TNI, Satpol PP Kota Surabaya bahkan FPI serta organisasi massa lainnya, yang memang disiagakan untuk penutupan Dolly dan Jarak, satu persatu mulai meninggalkan titik-titik yang mereka jaga mulai pukul 16.30 Wib hingga pukul 24.00 Wib.

Beberapa pemuda yang ikut menjaga titik-titik rawan itu, ada yang tidur di pinggir jalan sambil sesekali terjaga dari tidurnya ketika mendengar ada suara sepeda motor yang hendak memasuki Lokalisasi Dolly maupun Jarak.

Mengutip pernyataan Saputro selaku Koordinator FPL, dua belas jam sebelumnya, seluruh wilayah Lokalisasi Dolly dan Jarak akan terus dijaga Barisan Bintang Merah dan para relawan lain.

Tindakan itu harus dilakukan supaya peristiwa pengerusakan dua wisma di Dolly beberapa waktu lalu, tidak terjadi lagi. Begitu pula dengan tersiarnya kabar bahwa ada organisasi massa (ormas) lain yang ingin ikut-ikutan layaknya pahlawan kesiangan, untuk ikut menutup Lokalisasi Dolly dan Jarak.

“Akan tetap kami jaga beberapa titik yang kami anggap rawan. Perlu diketahui, bahwa Barisan Bintang Merah dan para relawan yang bersimpati dengan penutupan Dolly dan Jarak, tidak akan pernah tidur, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga sekitar lokalisasi dari intimidasi maupun serangan mendadak untuk menutup Dolly dan Jarak, “ ungkap Saputro.

Sampai kapan penutupan akses jalan itu dilakukan? Dengan tegas Saputro mengatakan, penutupan akses jalan ke lokalisasi tersebut akan terus dilakukan sampai keadaan benar-benar aman dan Pemkot Surabaya beserta dengan aparat yang sudah disiagakan, tidak jadi menutup Lokalisasi Dolly dan Jarak.

Masih menurut Saputro, jika Pemkot Surabaya dan Pemrov Jatim bersikukuh menggelar deklarasi penutupan Lokalisasi Dolly dan Jarak, maka para PSK dan pelaku usaha di sekitar lokalisasi, juga melakukan aksi nekad yakni dengan menutup seluruh akses jalan ke lokalisasi.

Sekarang, bagi warga sekitar lokalisasi, PSK dan para pelaku usaha di Lokalisasi Dolly dan Jarak hanya satu, wani atau mati. (pay)