Tri Rismaharini Hadiri Pembukaan Pameran Indonesia Gemstone Community

Calon Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan ucapan selamat kepada panita dan penyelenggara pameran batu akik yang digagas IGC. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Calon Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan ucapan selamat kepada panita dan penyelenggara pameran batu akik yang digagas IGC. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Untuk memperingati Hari Pahlawan dan kembali menarik minat masyarakat akan batu akik, Indonesia Gemstone Community (ICG) menggelar pameran batu akik dan batu mulia.

Pameran batu akik dan batu mulia yang dihelat di Craft Centre Royal Plaza Surabaya, Senin (2/11) ini makin terasa istimewa dengan hadirnya salah satu calon Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Selain membuka pameran dan launching IGC sebagai sebuah komunitas batu akik di Indonesia, Tri Rismaharini juga diberi kesempatan untuk melakukan potong tumpeng dilanjutkan dengan menyapa 48 pedagang yang mengikuti pameran ini.

Empat puluh delapan penambang, produsen, pedagang yang tergabung dalam IGC dan ikut dalam pameran ini diantaranya berasal dari Papua, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Aceh, Garut, Lombok dan Mataram.

Dalam sambutannya, Risma berharap pameran yang digagas IGC ini dapat semakin menarik minat masyarakat, khususnya masyarakat Surabaya yang mulai bosan dengan batu akik. Selain itu, diharapkan, dalam pameran ini omset penjualan masing-masing pedagang juga meningkat.

“Indonesia kaya akan jenis batu, terutama batu akik. Dengan diselenggarakannya pameran ini, diharapkan pamor batu akik yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia kembali naik, seperti khasanah batu dari luar negeri, “ ujar Risma.

Seluruh dunia, lanjut Risma, begitu mengenal Giok yang berasal dari China. Bahkan, ketika mereka berkunjung ke China, akan mencari Giok untuk dibawa pulang ke negara mereka. Giok begitu digemari karena Giok selain mempunyai keindahan tersendiri, juga mempunyai banyak manfaatnya.

Tri Rismaharini sedang melihat salah satu batu yang dijual seorang pedagang dalam pameran Indonesia Gemstone Community. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Tri Rismaharini sedang melihat salah satu batu yang dijual seorang pedagang dalam pameran Indonesia Gemstone Community. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Terpisah, Imron Mashoed, Founder IGC mengatakan, pameran ini merupakan wadah bagi para penambang, produsen, pedagang, distributor dan retailer batu berharga dan permata di Indonesia untuk memamerkan sekaligus memasarkan produk unggulan mereka.

“Dengan digelarnya pameran ini, diharapkan para penambang, produsen, distributor sekaligus pedagang dapat menemukan dan memperkenalkan jenis batu baru kepada masyarakat Surabaya, “ jelas Imron.

Batu-batu yang dipamerkan dalam acara ini, lanjut Imron, adalah batu natural atau natural gemstone. Anggota IGC di seluruh Indonesia jumlahnya mencapai 93 pedagang. Untuk komunitas batu di seluruh Indonesia jumlahnya 15 komunitas.

“Saat ini, kami yang tergabung dalam IGC dan 15 komunitas batu di seluruh Indonesia, sedang berjuang mengembalikan kembali pamor batu akik yang saat ini mulai tidak digemari masyarakat, “ ungkap Imron.

Mengapa penjualan dan minat masyarakat terhadap batu baik batu mulia maupun natural gemstone saat ini mengalami penurunan? Menurut Imron, hal ini disebabkan makin banyaknya batu-batu sintetis maupun batu-batu pabrikan yang beredar di masyarakat.

“Batu-batu sintetis dan pabrikan yang saat ini banyak beredar di masyarakat itu dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan aslinya. Inilah yang menjadi kendala utama mengapa masyarakat mulai jenuh dengan batu dan para pedagang mengalami penurunan omset serta pendapatan, “ paparnya.

Masih menurut Imron, meski para pedagang yang mengikuti pameran kali ini masih optimis tren penjualan batu di Surabaya masih cukup bagus karena Surabaya masih dilihat sebagai pasar yang menjanjikan terhadap penjualan batu akik dan batu mulia. (pay)