surabayaupdate.com
EKONOMI & BISNIS HEADLINE INDEKS

IBIS SURABAYA RAJAWALI HOTEL UPGRADE 25 KAMAR TIDURNYA

Salah satu contoh kamar di lantai 5 yang sudah mengalami renovasi. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)
Salah satu contoh kamar di lantai 5 yang sudah mengalami renovasi. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Demi menjaga kepuasan para tamu dan pelanggan setianya, Ibis Surabaya Rajawali Hotel selesai merenovasi 25 kamar tidurnya. Butuh waktu 2 bulan untuk mempercantik 25 kamar tidur yang terletak di lantai 5 tersebut.

Momen Ramadan, dimanfaatkan sebaik mungkin oleh manajemen Ibis Surabaya Rajawali untuk memperkenalkan 25 kamar tidur yang sudah selesai direnovasi tersebut. Dan yang pertama kali mendapat kesempatan untuk melihat 2 kamar superior dan 23 standart room yang sudah direnovasi itu adalah para travel agen. Acara perkenalan tampilan wajah baru 25 room yang selesai direnovasi itu dikemas dalam buka bersama media dan travel agen di Surabaya.

Lebih lanjut Eli Purwanti Arifin, Assistant Director Of Sales Marketing Ibis Surabaya Rajawali Hotel mengatakan, proses renovasi yang dilakukan manajemen Ibis Surabaya Rajawali adalah bertahap.

“Sebagai tahap awal, kami melakukan renovasi terhadap 25 kamar tidur yang terletak di lantai 5. Selanjutnya, kami juga akan melakukan renovasi lagi, terhadap 25 kamar tidur yang terletak di lantai 8, “ ujar Eli.

Proses renovasi itu sendiri, menurut Eli, bukan tanpa alasan. Selain memang sudah waktunya dilakukan renovasi dan upgrade terhadap perlengkapan dan interior yang ada di dalamnya, renovasi yang dilakukan kali ini adalah ingin mewujudkan keinginan para tamu hotel yang sering berkunjung ke Ibis Surabaya Rajawali.

“Delapan belas tahun kami tidak melakukan renovasi. Yang kami lakukan selama itu hanya maintenance aja. Kini, seiring dengan perkembangan jaman, Ibis Surabaya Rajawali, juga ingin mengikuti tren dan perkembangan dunia interior khusunya untuk hotel berbintang, “ kata Eli.

Berdasarkan pemahaman yang sudah dilakukan dari para tamu hotel, lanjut Eli, rata-rata tamu hotel itu sangat menyukai gaya arsitektur modern minimalis. Dikarenakan beberapa furniture dan perangkat lain yang ada di beberapa kamar hotel Ibis Surabaya Rajawali sudah terlihat ketinggalan jaman, manajemen pun memutuskan untuk melakukan perombakan.

“Hasilnya seperti yang sudah kita lihat bersama ini. 25 kamar tidur yang ada dilantai 5 sudah kami renovasi mulai dari cat hingga pemasangan perlengkapan kamar lainnya. Semua ini kami lakukan untuk menjaga tingkat kepuasan konsumen kami, “ paparnya.

Dengan perombakan yang sudah dilakukan tersebut, terlihat bahwa kamar menjadi sedikit lebih luas. Untuk kamar standart yang sudah direnovasi itu luasnya menjadi 23,3 m2 dan 26 m2, sedangkan untuk yang superior luasnya menjadi 29,75 m2.

Ibis Surabaya Rajawali Hotel, selain mengandalkan food and beverage yang selama ini terkenal akan kelezatannya, juga mempunyai kamar-kamar andalan yang bisa menjadi pertimbangan para tamu hotel yang ingin menikmati pemandangan luar dari dalam kamar.

“Dari 147 kamar yang kami punya, kami ada beberapa kamar yang bagus untuk menikmati pemandangan Kota Surabaya dari dalam kamar. Kamar-kamar itu berada di lantai 7,8 dan 9. Letaknya ada di sisi Kanan, setelah keluar dari lift, “ kata Eli.

Eli mencontohkan kamar 903, 904. Dari dalam kamar ini, tamu hotel bisa menyaksikan pemandangan indahnya jembatan Suramadu di malam hari yang diterangi cahaya-cahaya lampu yang menempel di sepanjang jembatan tersebut.

Masih menurut Eli, Ibis Surabaya Rajawali yang selama ini dikenal karena historicalnya, tetap berkomitmen dan akan selalu berinovasi membuat suasana hotel, mulai dari Lobby, koridor hingga di dalam kamar, agar tampil menawan namun tidak meninggalkan ciri khasnya, bergaya klasik. (pay)

Related posts

Kuasa Hukum Henry J Gunawan Makin Yakin Jika Dalam Kasus Pasar Turi Unsur Pidana Tidak Terpenuhi

redaksi

Jadi Saksi Di Persidangan, Salah Satu Korban Dana Talangan Jelaskan Bagaimana Proses Peminjaman Dana Talangan

redaksi

Kodim 0813/Bojonegoro Dan BKKBN Bojonegoro Peduli Pap Smear

redaksi