surabayaupdate.com
HEADLINE INDEKS PENDIDIKAN & KESEHATAN

Commtech 2014 Untuk Mempromosikan Indonesia

Peserta Commtech ITS sedang mendengarkan penjelasan di ruang rektorat ITS. (FOTO : humas ITS/surabayaupdate.com)
Peserta Commtech ITS sedang mendengarkan penjelasan di ruang rektorat ITS. (FOTO : humas ITS/surabayaupdate.com)

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Untuk lebih memperkenalkan budaya Indonesia di mancanegara, Intitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) International Office (IO) menggelar Community and Technological Camp (Commtech).

Diikuti 57 peserta yang berasal dari 18 negara di belahan Asia, Eropa dan Amerika Serikat, Commtech yang akan dilaksanakan selama 9 hari ini resmi dibuka di gedung Rektorat ITS, Senin (25/8).

Begitu tiba di gedung Rektorat ITS, para peserta Commtech langsung disambut dengan tarian tradisional yang ditampilkan para mahasiswa ITS. Para peserta Commtech, juga menerima kalungan bunga.

Selain belajar tetang kebudayaan di Indonesia, peserta akan dikenalkan juga dengan pelajaran bahasa Indonesia di Pusat Bahasa ITS. Selain itu, peserta akan diajak belajar memainkan alat musik tradisional angklung di YPPI, permainan tradisional Indonesia di halaman Perpustakaan ITS, serta mengunjungi beberapa laboratorium di lingkungan ITS. Mereka juga akan dikenalkan dengan keindahan Indonesia melalui kegiatan outing ke Gunung Bromo dan Kawah Ijen.

Turut hadir dalam acara pembukaan ini, Wakil Ketua ITS IO, Dr Eng Unggul Wasiwitono ST MEng Sc dan Dr Maria Anityasari, Ketua ITS IO. Pada pelaksanaan Commtech ini, peserta yang berasal dari beberapa universitas tersebut tak hanya dari unsur mahasiswa, namun juga dari kalangan dosen dan staf di masing-masing universitas tersebut.

Pada suatu kesempatan, Unggul Wasiwitono memberikan pemaparan kepada para peserta yang mengikuti camp ini seputar ITS, semua hal tentang ITS mulai dari symbol dan logo ITS hingga berbagai prestasi yang telah diraih ITS selama ini.

Sementara itu, Dr Maria Anityasari, Ketua ITS IO mengatakan, dari seluruh peserta Commtech 2014 ini, hanya sebagian yang pernah berkunjung ke Indonesia. Masih banyak diantara mereka yang belum tahu tentang Indonesia.

“Begitu pula dengan Surabaya. Banyak sekali diantara para peserta ini yang tidak tahu tentang Kota Surabaya dan juga budayanya. Meskipun banyak diantara peserta yang baru pertama datang ke Indonesia, banyak juga diantara meraka yang langsung bisa berkomunikasi dengan para peserta, yang terdiri dari para relawan berjumlah 40 orang. Mereka ini diambil dari mahasiswa ITS sendiri, “ ungkap Maria.

Walaupun jumlah panitia dengan jumlah peserta Commtech ini tidak sebanding, lanjut Maria, namun seluruh panitia yang terlibat dalam acara ini bekerja keras untuk bisa bisa melayani para peserta ini dengan baik.

“Commtech digelar untuk mempromosikan ITS dan Indonesia di mata dunia. Di sini yang ingin dilaksanakan adalah menambah hubungan dengan negeri-negeri yang ada di luar. Sedikit disayangkan dengan ketidakhadiran beberapa negara yang terletak di selatan Indonesia seperti Australia. Ketidakhadiran Australia ini karena masih adanya jadwal kuliah di negara-negara tersebut, “ kata Maria.

Kedepan, ITS IO berencana akan membuat Commtech ini menjadi dua sesi, sehingga semua negara yang ada di Utara dan Selatan Indonesia, bisa berpartisipasi dalam acara Commtech ini. Di hari terakhir pelaksanaan Commtech ini, para peserta akan diberi kesempatan untuk menemui para mahasiswa ITS. (pay)

 

Related posts

Mantan Pemain Basket Klub CLS Surabaya Ungkap Banyak Hal Di Dupliknya

redaksi

Buku Biografi Anak Hutan Kalimantan Menjadi Raja Properti Australia Akan Diluncurkan Nopember 2016

redaksi

 Ahli Bahasa Yang Dihadirkan PT Kiki Wijaya Plastik Terlihat Kebingungan Saat Menjadi Saksi Di Muka Persidangan

redaksi