surabayaupdate.com
HEADLINE HUKUM & KRIMINAL INDEKS

Panglima TNI Harus Tindak Tegas Tentara Nakal

Benhard Manurung (pakai batik) saat mendampingi Eva  Sofiya Sisilya membuat Laporan Polisi (LP) di Polrestabes Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)
Benhard Manurung (pakai batik) saat mendampingi Eva Sofiya Sisilya membuat Laporan Polisi (LP) di Polrestabes Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Masih adanya ulah sekelompok oknum TNI yang masih menakut-nakuti masyarakat dan melakukan intimidasi karena suatu tujuan harus segera diakhiri. Jangan sampai citra TNI menjadi rusak karena ulah oknum TNI tersebut.

Pernyataan ini diungkapkan Benhard Manurung, salah satu kuasa hukum Eva Sofiya Sisilya R (44) warga Jalan Gresik PPI V Surabaya, usai melakukan laporan polisi ke SPKT Polrestabes Surabaya, Rabu (6/5).

Lebih lanjut Benhard menuturkan, dengan adanya kasus yang menimpa Mat, suami Eva, yang merasa diintimidasi oknum TNI beberapa waktu lalu, sudah sepantasnya mendapat perhatian Panglima TNI.

“Jangan sampai citra TNI menjadi rusak karena ulah segelintir tentara nakal. Selama ini, citra TNI di mata masyarakat sudah sangat baik. Kedepannya, citra TNI harus bisa lebih baik lagi, “ ujar Benhard.

Panglima TNI, lanjut Benhard, melalui para petinggi TNI lainnya, harus mampu membersihkan oknum TNI nakal yang sering meresahkan masyarakat, apalagi yang sering menggunakan kekuatannya untuk menakut-nakuti masyarakat.

“Kami juga meminta kepada Panglima TNI untuk segera menertibkan oknum-oknum TNI yang digunakan orang-orang tertentu mengingat TNI adalah prajurit pejuang dan pejuang prajurit, “ kata Benhard.

Masih menurut Benhard, sesuai dengan paradigma TNI bahwa TNI adalah reposisi, redefinisi dan reaktualisasi. Maksud redefinisi adalah, bahwa seorang prajurit TNI harus tahu apa fungsinya sebagai seorang anggota TNI.

“Bahwa seorang prajurit TNI adalah untuk mengurusi pertahanan bukan mengurusi orang-orang sipil yang tidak bertanggungjawab. Jika dibiarkan, maka hal ini jelas akan memalukan citra TNI, “ pungkasnya.

Reposisi, lanjut Benhard, mengandung arti kembali ke barak, bukan seenaknya menggunakan kekuatannya. Inilah yang akan kami tuntut atas nama klien kami. Sampai dimana pun akan kami kejar keadilan ini

Sebagai penasehat hukum Eva, menuntut adanya keadilan akan terus dilakukan mengingat laporan yang sudah dibuat Mat ke Garnisun hingga kini tidak mendapat tanggapan. Perkembangan atas laporan tersebut pun tidak ada padahal Mat sudah membuat laporan ke Garnisun 2 minggu yang lalu.

Mat yang dipercaya untuk menjaga lokasi pergudangan, akhirnya didepak dengan cara yang tidak manusiawi. Selain tidak mendapat gaji yang sudah menjadi haknya sebagai penjaga area pergudangan, Mat dipaksa untuk keluar dari lokasi tersebut.

Untuk mengusir Mat dan beberapa orang yang membantunya menjaga area pergudangan, pihak-pihak tertentu, sampai menggunakan oknum tentara. Setelah Mat tidak lagi bekerja di area pergudangan itu, lokasi tersebut langsung dijaga oknum yang diduga kuat TNI. (pay)

 

Related posts

BERKAS DUGAAN KORUPSI BEA CUKAI DILIMPAHKAN KE TIPIKOR

redaksi

Satu Terdakwa Penipuan Batubara Tidak Hadir, Hakim Ancam Keluarkan Penetapan Penahanan

redaksi

Budi Said Terangkan Total Kerugian Yang Diderita

redaksi