surabayaupdate.com
HEADLINE HUKUM & KRIMINAL INDEKS

Juru Bayar Gaji Polisi Polrestabes Surabaya Ditangkap Atas Dugaan Penggelapan Gaji

TTN, seorang PNS yang bertugas di Polrestabes Surabaya bagian pembayaran gaji, ditangkap di rumahnya atas dugaan penggelapan gaji puluhan anggota polisi. (FOTO :  parlin/surabayaupdate.com)
TTN, seorang PNS yang bertugas di Polrestabes Surabaya bagian pembayaran gaji, ditangkap di rumahnya atas dugaan penggelapan gaji puluhan anggota polisi. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Diduga melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan, seorang wanita Pengawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Polrestabes Surabaya ditangkap.

PNS dengan inisial TTN ini ditangkap dirumahnya karena banyaknya laporan yang diterima dari beberapa polisi yang berdinas di jajaran Polrestabes Surabaya. Dalam laporannya tersebut, beberapa anggota polisi ini mengeluhkan hingga kini belum menerima transferan gaji ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Informasi yang diterima surabayaupdate.com menyebutkan, beberapa anggota polisi ini terpaksa melaporkan kejadian ini ke pimpinan karena gaji yang seharusnya sudah masuk ke ATM tersebut tidak juga masuk hingga beberapa hari lamanya.

Beberapa anggota polisi yang sangat mendambakan gaji itu kemudian menanyakan perihal tidak masuknya gaji bulanan mereka ke ATM kepada TTN. PNS yang bertugas di Polrestabes Surabaya bagian juru bayar gaji ini selalu berbelit-belit dan terus berjanji untuk menyelesaikannya sehingga para polisi ini bisa menerima gaji dan tunjangan yang sudah menjadi hak mereka.

Ada dugaan, jika itu adalah cara TTN untuk meredam emosi para polisi yang tak kunjung menerima transferan gaji. PNS wanita yang pernah bertugas di Polres Surabaya Selatan juga dibagian juru bayar gaji ini makin sulit untuk ditemui. TTN pun memilih untuk tidak masuk kerja hingga satu minggu lamanya.

Karena makin banyak anggota polisi yang mengeluh belum menerima gaji, salah satu perwira berpangkat Kompol pun akhirnya mendatangi rumah TTN. Begitu bertemu dengan yang bersangkutan, perwira polisi ini kemudian membawa TTN ke Mapolrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan dan menjelaskan apa yang terjadi.

Salah satu polisi yang diperbantukan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dan enggan disebut namanya ini mengatakan, TTN yang bingung dijemput paksa di rumahnya itu, kemudian mulai bertingkah aneh layaknya orang yang terganggu mentalnya. Namun hal itu tidak menghalangi Polrestabes Surabaya untuk tetap memeriksa TTN. Ia pun diperiksa di Unit Resmob Polrestabes Surabaya.

Benarkah TTN sudah melakukan tindak pidana penggelapan gaji polisi khususnya polisi yang berdinas di polsek-polsek jajaran Polrestabes Surabaya? Dan benarkah hasil dari penggelapan gaji anggota polisi tersebut, TTN mengumpulkan uang hingga ratusan juta rupiah?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait di Polrestabes Surabaya. Beberapa pejabat Polrestabes Surabaya saat ditanya tentang adanya kasus ini, lebih memilih diam dan enggan berkomentar.

Begitu pula dengan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP. Takdir Mattanette yang dihubungi ke ponselnya, tidak mau mengangkatnya. Begitu pula ketika dikonfirmasi melalui Short Message Service (SMS) sore kemarin, Takdir tak kunjung membalas sms tersebut. (pay)

Related posts

Menjelek-Jelekkan Klinik L’Viors Dimedia Sosial, Stella Monica Dituntut 1 Tahun Penjara

redaksi

Terpidana Kasus Korupsi PT. DOK Perkapalan Surabaya Serahkan Uang Denda Sebesar Rp. 500 Juta

redaksi

Sidang Ratu Tipu Berjalan Super Cepat, Adik Kandung Hanya Diperiksa Kurang Dari 6 Menit

redaksi