surabayaupdate.com
HEADLINE HUKUM & KRIMINAL INDEKS

Tujuh Ribu Buruh PT CVI Siap Hadang Pelaksanaan Eksekusi

Ratusan buruh perempuan yang bekerja di PT. CVI berkumpul di halaman pabrik. Mereka akan mendatangi PN Surabaya untuk mempertanyakan rencana eksekusi lahan di Jalan Tanjungsari 73-75 Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)
Ratusan buruh perempuan yang bekerja di PT. CVI berkumpul di halaman pabrik. Mereka akan mendatangi PN Surabaya untuk mempertanyakan rencana eksekusi lahan di Jalan Tanjungsari 73-75 Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Tidak terima pabrik tempat mereka bekerja akan dieksekusi 3 September 2015, ratusan buruh PT. Cinderella Villa Indonesia (PT. CVI) datangi Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sebelum mendatangi PN Surabaya, ratusan buruh PT. CVI yang didominasi buruh perempuan ini berkumpul di halaman pabrik PT. CVI, Selasa (1/9). Ratusan buruh ini marah dan tidak terima atas rencana PN Surabaya yang akan mengeksekusi pabrik sepatu tempat mereka bekerja ini.

Dengan meneriakkan yel-yel sebagai bentuk penolakan, ratusan buruh ini meminta PN Surabaya mempertimbangkan kembali rencana eksekusi PT. CVI dan membatalkan rencana tersebut pasalnya obyek yang akan dieksekusi tersebut salah.

“Mari kawan-kawan kita lawan rencana eksekusi itu. Ini menyangkut kelangsungan hidup kita bersama. Jika pabrik tempat kita bekerja ini jadi dieksekusi, kita mau kerja dimana? Pemerintah sendiri untuk saat ini tidak begitu memperhatikan kelangsungan hidup buruh di Indonesia, “ ujar seorang wanita yang menjadi koordinator aksi demonstrasi.

Dalam aksi demo untuk menolak rencana PN Surabaya mengeksekusi PT. CVI, selain dilakukan buruh PT. CVI sendiri, juga mendapat dukungan para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN).

Buruh yang tergabung dalam SPN yang ikut dalam aksi demo ke PN Surabaya tersebut merasa prihatin melihat nasib rekan-rekannya yang bekerja di PT. CVI. Para buruh itu kasihan jika akhirnya teman-teman mereka yang bekerja di PT. CVI harus terkena PHK karena pabrik tempat mereka bekerja berhasil dieksekusi, hanya bermodalkan putusan eksekusi yang salah alamat.

Suwiro Widjojo, pemilik PT. CVI yang ditemui disela-sela persiapan para buruh mendatangi PN Surabaya mengatakan, tekad buruh PT. CVI untuk melawan dan menghadang pelaksanaan eksekusi yang rencananya akan dilaksanakan Kamis (3/9) tersebut sudah bulat.

“Buruh PT. CVI akan melawan pelaksanaan eksekusi. Bahkan, tujuh ribu buruh PT. CVI siap turun ke jalan untuk menghadang dan melakukan perlawanan, jika PN Surabaya tetap bersikukuh melakukan eksekusi, “ ujar Suwiro.

Sebagai langkah awal, lanjut Suwiro, Senin (1/9) ini, ratusan buruh PT. CVI bersama dengan SPN, akan mendatangi PN Surabaya untuk mempertanyakan rencana eksekusi dan meminta PN Surabaya untuk membatalkan rencana eksekusi tersebut. (pay)

 

Related posts

BKSDA Kabupaten Kapuas Jemput Anak Orang Utan Temuan Polsek Kapuas Hulu

redaksi

Wakil Dekan III FKG Unair Ditangkap Atas Dugaan Pelecehan Seksual

redaksi

Risata Hotel Mengaku Diperas Dan Diancam Serta Sudah Mengajak Perang Badar

redaksi