surabayaupdate.com
EKONOMI & BISNIS HEADLINE INDEKS

IFI Perkenalkan 8 Film Prancis Terbaru Di Festival Sinema Prancis 2015 Di Surabaya

Direktur IFI Surabaya, Veronique Mathelin (KANAN) dan Pramenda Krishna A, Responsable culturel et communication  (penanggungjawab Budaya & Komunikasi) IFI Surabaya (KIRI), saat memperkenalkan Festival Sinema Prancis 2015 di Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)
Direktur IFI Surabaya, Veronique Mathelin (KANAN) dan Pramenda Krishna A, Responsable culturel et communication (penanggungjawab Budaya & Komunikasi) IFI Surabaya (KIRI), saat memperkenalkan Festival Sinema Prancis 2015 di Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Untuk lebih memperkenalkan film-film Prancis di Indonesia dan beberapa kota lainnya di Indonesia, Institut Français Indonesia (IFI) memperkenalkan 8 film Prancis terbaru di penghujung tahun 2015.

Bekerja sama dengan Cinema XXI/21, kantung kebudayaan dan komunitas film lokal, IFI menggelar Festival Sinema Prancis 2015 yang akan digelar mulai tanggal 3-6 Desember 2015 di Jakarta. Selain itu, Festival Sinema Prancis 2015 ini juga digelar di 9 kota yang ada di Indonesia, mulai tanggal 4 – 6 Desember.

Sembilan kota di Indonesia yang menjadi tempat diselenggarakannya Festival Sinema Prancis 2015 tersebut Surabaya, Bali, Balikpapan, Bandung, Jogjakarta, Jombang, Makassar, Malang dan Medan.

Direktur IFI Surabaya, Veronique Mathelin mengatakan, tahun ini, Festival Film Prancis merayakan ulang tahunnya yang ke-20. Pada ulang tahunnya yang ke-20 ini, Festival Sinema Prancis 2015 diisi dengan 3 program, yaitu panorama, fokus dan festival film pendek.

“Program Panorama berlangsung di Cinema XXI/21 yang berada di 7 kota di Indonesia seperti Jakarta, Bali, Balikpapan, Bandung, Jogjakarta, Medan dan Surabaya. Pada program panorama ini, akan diputar 8 film Prancis terbaru, “ ujar Veronique.

Delapan film Prancis terbaru itu, lanjut Veronique, berjudul The Bélier Family (La Famille Bélier), The Connection (La French), The Little Prince (Le Petit Prince), The New Adventures of Aladin (Les Nouvelles Aventures d’Aladin), Taj Mahal, Monkey Business (Pourquoi j’ai pas mangé mon père), Santa Claus! (Le Père Noël) dan film terakhir berjudul Dheepan.

perwakilan Sheraton Hotel dan Institut Français Indonesia (IFI) yang ikut menghadiri perkenalan Festival Sinema Prancis 2015 di Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)
perwakilan Sheraton Hotel dan Institut Français Indonesia (IFI) yang ikut menghadiri perkenalan Festival Sinema Prancis 2015 di Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

“Untuk Festival Sinema Prancis 2015 di Surabaya, akan dibuka dengan pemutaran film The Bélier Family, sebuah film drama komedi keluarga yang memenangkan César Award 2015 untuk kategori Pemeran Wanita Pendatang Baru Terbaik, “ ungkap Veronique.

The Bélier Family ini, sambung Veronique, berkisah mengenai seorang gadis yang memiliki bakat menyanyi dari sebuah keluarga penyandang tuna rungu. Namun, untuk mengejar impiannya sebagai seorang penyanyi ternyata tidak mudah bagi si gadis karena ia tidak mungkin meninggalkan keluarganya yang begitu bergantung kepadanya.

“Di penghujung Festival Sinema Prancis 2015 di Surabaya, akan ditutup dengan pemutaran film Prancis berjudul Dheepan. Film ini meraih penghargaan Palme d’Or (Palem Emas), sebuah penghargaan tertinggi di Festival Film Cannes, “ papar Veronique.

Masih menurut Veronique, Dheepan yang bergenre drama dengan durasi 114 menit dan disutradarai Jacques Audiard ini menuturkan kisah seorang mantan prajurit perang sipil di Sri Lanka yang kabur dari negaranya.

“Lelaki bernama Dheepan itu, berusaha menembus Eropa lewat suaka politik dengan membawa serta perempuan dan anak kecil yang tidak ia kenal. Ketiganya berupaya membangun hidup sebagai keluarga di daerah kumuh Paris, namun kenyataan hidup tak seindah yang dibayangkan, “ jelasnya.

Program kedua di Festival Film Prancis 2015 yaitu fokus, didedikasikan bagi kolaborasi sinematografi antara Prancis dan Indonesia melalui persembahan lima film hasil ko-produksi Prancis-Indonesia.

Lima film hasil kolaborasi sinematografi Prancis dan Indonesia tersebut berjudul Sang Penari, The Mirror Never Lies, Berbagi Suami, The Photograph dan Garuda Power : The Spirit Within. Untuk acara fokus, Festival Film Prancis 2015 bekerjasama dengan Jogja Netpac Asian Film Festival, yang tahun ini merayakan ulang tahun festivalnya yang ke-10.

Program fokus kali ini dihelat di Jakarta, Bali, Bandung, Jogjakarta, Jombang, Makassar, Malang dan Surabaya. Selain itu, untuk kategori Fokus ini, Festival Sinema Prancis 2015 mendatangkan tamu internasional Bastian Meiresonne, seorang sutradara Garuda Power: The Spirit Within, yang mendokumentasikan bagaimana film laga Indonesia mengukir sejarah sejak produksi pertamanya yang terpengaruh silat Tiongkok pada tahun 1930an, film-film bergaya James Bond tahun 1960an dan berbagai adaptasi komik superhero tahun 1970an hingga kesuksesan The Raid 1 dan 2.

Film dokumenter yang merupakan hasil riset yang panjang ini menampilkan berbagai wawancara yang disisipi cuplikan langka film-film laga Indonesia. Garuda Power telah diputar di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2014, ErasmusDocFest 2015, KineForum Misbar 2014 dan berbagai festival film lainnya. (pay)

 

Related posts

Tadi Pagi, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Diperiksa Polda Jatim

redaksi

Carding Menggunakan Data Credit Card Orang Lain Untuk Belanja Di E-Commerce, Seorang Hacker Diadili

redaksi

Salah Satu Top Ten Chef Indonesia Siap Sajikan Masakan Berkelas Di Malam Tahun Baru Hotel Majapahit

redaksi