surabayaupdate.com
EKONOMI & BISNIS HEADLINE INDEKS

Ridwan Hisjam Usulkan Presiden Joko Widodo Pimpin RETINA

Ir. H. M. Ridwan Hisyam saat memberikan arahan
disela-sela kunjungan Komisi VII DPR RI di pabrik Ethanol di Mojokerto. (FOTO : dokumen pribadi untuk surabayaupdate.com)

MOJOKERTO (surabayaupdate) – Ir. H. Ridwan Hisjam usulkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pimpin Revolusi Energi Terbarukan Indonesia (Retina).

Usulan ini diungkapkan Ridwan Hisjam disela-sela kunjungan kerja Komisi VII RPR RI ke PTPN X di Mojokerto, Jawa Timur.

Dalam kunjungan kerjanya di PTPN X ini, rombongan Komisi VII diterima langsung Direktur Utama PTPN X Tuhu Bangun.

Selain Komisi VII DPR RI, kunjungan ke PTPN X di Mojokerto ini juga diikuti mitra kerja Komisi VII seperti Kementerian ESDM RI yang diwakili Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, Kementerian Perindustrian RI yang diwakili Muhammad Khayam selaku Dirjen IKTF, PT. Pertamina Power Indonesia (PPI) dan Dinas ESDM Propinsi Jawa Timur yang diwakili Kepala Dinas ESDM Propinsi Jawa Timur Nurcholis.

Yang membuat Ridwan Hisjam mengusulkan kepada semua pihak, supaya kedepannya Retina dipimpin Presiden Joko Widodo adalah supaya akselerasi dalam hal pengembangan energi terbarukan di Indonesia cepat tercapai.

“Saat ini, pemerintah sedang mencanangkan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan di Indonesia itu, diperlukan RETINA,” ujar Ridwan, Rabu (8/12/2021).

Dan sosok yang tepat, lanjut Ridwan Hisjam, untuk memimpin Retina sehingga pengembangan energi terbarukan di Indonesia dapat segera terwujud adalah Presiden Joko Widodo.

“Untuk mewujudkan Retina itu sendiri, diperlukan tiga pilar yaitu payung hukum yang kokoh, penguasaan teknologi dan SDM yang mumpuni,” jelas Ridwan.

Kunjungan kerja Komisi VII di PTPN X dan PT. enero di Mojokerto ini sendiri, sambung Ridwan, dalam rangka menyerap aspirasi, pemikiran dan masukan dari pemangku kepentingan, pelaku usaha dan pemerintah daerah terkait RUU Energi Terbarukan (ET).

Sementara itu, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM RI Dadan Kusdiana mengatakan, produksi ethanol sudah ada sejak 2013, namun implementasinya belum terealisasi dengan baik.

“Pencampuran ethanol dengan BBM, dapat memperbaiki kualitas BBM dan lebih ramah lingkungan. Oleh karena itu, usulan kami, mencampur Pertalite dengan Ethanol” ujar Dadan.

Muhammad Khayam, Dirjen IKTF Kementerian Perindustrian RI menambahkan, untuk produk ethanol, diharapkan menjadi produk alternatif sebagai BBM.

“Methanol 5%, Ethanol 15%, agar dapat diimplementasikan dalam rangka mendukung program bioethanol. Kita sudah sukses menerapkan untuk biodiesel, semoga dapat diimplementasikan pada ethanol”ujar Khayam.

Dhimas Eko Prasetyo SVP PTPN X menyampaikan, blending hingga 15% tidak perlu modifikasi mesin. Lebih lanjut Dhimas mengatakan, kendala industri bioethanol, harga indeks pasar bahan bakar nabati (BBN) bioethanol Agustus 2021sebesar Rp 12.113 per liter.

Salah satu isu yang mencuat, lanjut Dhimas, dalam rangka pengembangan energi terbarukan terkait pendanaan, yang harus disiapkan.

“Dalam draft RUU tentang energi baru dan terbarukan, diusulkan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya, berkewajiban mengusahakan dana energi terbarukan, untuk mencapai target kebijakan energi nasional,” jabarnya.

Secara lebih khusus, sumber dana pengembangan energi baru maupun energi terbarukan berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara, anggaran pendapatan dan belanja daerah, pungutan ekspor energi tak terbarukan, dana perdagangan karbon, dana sertifikat energi terbarukan, dan/atau sumber lain yang sah dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. (pay)

Related posts

Tiga Belas Dusun Di Kabupaten Kapuas Akan Dimekarkan

redaksi

Hakim Alihkan Status Penahanan Soejono Candra Terdakwa Kasus Penipuan Dan Penggelapan

redaksi

Konflik Celebrity Fitness Berakhir Damai

redaksi