surabayaupdate.com
HEADLINE HUKUM & KRIMINAL INDEKS

Anak Dibawah Umur Korban Dugaan Penculikan Di Bulak Cumpat Ditemukan, Empat Orang Turut Ditangkap Polisi

Para terduga pelaku penculikan yang ditangkap di Madura. (FOTO : supandi/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Seorang anak dibawah umur diduga kuat korban penculikan, akhirnya ditemukan.

Dalam peristiwa itu, selain mengamankan satu anak dibawah umur yang diduga kuat korban penculikan, tim Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya juga mengamankan empat orang pria.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP. Anton Elfrino Trisanto mengatakan, empat orang yang diamankan itu diduga kuat sebagai pelaku penculikan.

Lebih lanjut Anton mengatakan, inisial empat orang terduga pelaku penculikan itu berinisial Empat orang lainya diketahui berinisial AM (45), S (37) asal Sampang, U (40) dan S (39) keduanya asal Surabaya.

“Masih ada satu pelaku lagi yang saat ini dalam pengejaran. Orang itu inisial H, yang menjadi otak dugaan penculikan,”ungkap Anton, Kamis (10/2/2022).

Korban penculikan dan empat orang pria yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini, lanjut Anton, diamankan Sabtu (5/2/2022) dini hari di Pasar Blega Kabupaten Bangkalan Madura.

“Penemuan korban dugaan penculikan itu terjadi setelah pihak kepolisian berkoordinasi dengan tokoh masyarakat Bangkalan dan Sampang,” ujar Anton.

Setelah dilakukan koordinasi, sambung Anton, tim dari kepolisian dibantu tokoh masyarakat tersebut, dapat melakukan evakuasi terhadap korban.

Anton juga menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, korban selama diculik tidak dianiaya. Para tersangka juga memberi korban makan.

Empat orang pelaku dugaan penculikan di Jalan Bulak Cumpat Surabaya. (FOTO : supandi/surabayaupdate.com)

“Korban sudah kami pertemukan dengan orang tuanya saat itu juga, setelah ditemukan. Kami juga sudah melakukan pemeriksaan fisik dan psikis korban,” jelas Anton.

Mengingat korban menderita penyakit lupus, Anton menambahkan, saat ini korban masih terus diperiksa kesehatannya.

Terkait peristiwa penculikan yang dialami korban, Anton kembali menjelaskan, terjadi Kamis (3/2/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.

Begitu mengetahui anaknya dibawa orang tidak dikenal, R ayah korban, kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi. Kepada polisi, R mengaku bahwa anaknya menjadi korban penculikan.

Atas dasar laporan R inilah, polisi kemudikan melakukan pelacakan dan pengejaran terhadap para pelaku penculikan. Akhirnya, polisi mendapat petunjuk, jika korban dan para pelaku dugaan penculikan tersebut berada di Madura.

Menanggapi motif penculikan ini, Anton kembali mengatakan, bahwa ada utang piutang yang belum terbayar.

“Orang tua korban penculikan, mempunyai hutang kepada H sebesar Rp. 80 juta. Kemudian, H memerintahkan empat orang tersebut untuk menagih hutang ke R,” kata Anton.

Masih menurut penjelasan Anton, karena empat orang suruhan H ini tidak menemukan R, dan hanya menemukan anaknya, pelajar yang masih dibawah umur ini dibawa para tersangka sebagai jaminan.

Untuk barang bukti yang diamankan polisi, terdapat satu unit mobil Suzuki Ertiga warna merah metalik dengan nopol M 1086 NC beserta STNK, kunci kontak, tiga buah hp, satu kaos lengan pendek warna biru tua dengan motif garis dan satu kaos lengan pendek warna merah.

Atas perbuatanya, ke empat tersangka dijerat dengan pasal 83 UU RI no. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan pasal 170 KUHP jo pasal 55 KUHP jo pasal 56 KUHP, dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. (pan)

Related posts

Kantor Imigrasi Surabaya Dan Tanjung Perak Terapkan Sistem Pengajuan Paspor Sampai Pukul 10 Pagi

redaksi

WARGA DOLLY TUTUP TUJUH AKSES JALAN KE LOKALISASI DOLLY DAN JARAK

redaksi

Dua Puluh Poket Sabu Disembunyikan Di Tempat Penyimpanan Beras

redaksi