surabayaupdate.com
EKONOMI & BISNIS HEADLINE INDEKS

Ekspor Perdana Kopi Ke Malaysia, Petani Jombang Kirim 12 Ton Senilai Rp. 360 Juta

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan truk ekspor perdana kopi excelsa Jombang. (FOTO : dokumen pribadi untuk surabayaupdate.com)

JOMBANG (surabayaupdate) – Prestasi gemilang dicatatkan petani kopi Jombang. Dalam ekspor perdananya, para petani ini mengirimkan 12 ton kopi senilai Rp. 360 juta ke Malaysia.

Ekspor perdana kopi produk para petani di Wonosalam Jombang itu dilepas secara langsung Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto; dan Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, Selasa (10/5) di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.
Ditengah-tengah prosesi pengiriman kopi Excelsa ke Malaysia itu, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan rasa bangganya kepada para petani yang tergabung dalam Koperasi Kopi Wonosalam Jombang.
Bukan hanya itu, Khofifah juga sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia Jatim yang mampu membina para petani kopi Jombang, sehingga mampu mengeksport kopi asli dari Jombang ini ke luar negeri.
“Dengan adanya ekspor kopi ke luar negeri seperti ini, tentu saja sangat menguntungkan perekonomian di Jawa Timur,” ujar Khofifah dalam sambutannya.
Ekspor komoditi seperti ini, lanjut Khofifah, juga sebagai salah satu upaya mendukung pemulihan ekonomi di Jawa Timur, sehingga dapat mengangkat tingkat perekonomian para petani kopi, khususnya di Wonosalam Jombang.
Khofifah menambahkan, meski kopi jenis excelsa termasuk kategori kopi yang langka, excelsa masih mampu menyumbang tujuh persen ptoduksi kopi dunia.
“Kopi Excelsa di Jatim hanya bisa ditemukan di Wonosalam, Lereng Wilis dan Lereng Ijen,” papar Khofifah.
Dengan ciri khas yang dimiliki dan langkanya kopi jenis ini, Khofifah mengajak anak muda Jombang untuk terus berperan aktif mengembangkan potensi unggulan desa agar bisa konsisten menembus pasar dunia.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto mengatakan, sejak 2019, Bank Indonesia Provinsi Jatim telah melaksanakan pengembangan klaster kopi Wonosalam melalui berbagai program pendampingan.
“Program pendamping yang telah kami lakukan itu secara end to end dari hulu ke hilir, diantaranya membuat demplot penyambungan dan penanaman bibit kopi, capacity building, cuping score, business matching, hingga akses ke pameran lokal, nasional dan internasional,” ungkap Budi, Selasa (10/5/2022).
Sejak mendapat pendampingan dari Bank Indonesia Jatim, lanjut Budi, produktivitas Klaster Kopi Wonosalam terpantau meningkat.
“Peningkatan itu melampaui pencapaian target kapasitas produksi di atas 10%, dari 42 ton tahun 2020 menjadi 53 ton tahun 2021,” kata Budi.
Budi melanjutkan, secara kelembagaan, tahun 2021, kelompok binaan juga telah berhasil memperoleh legalitas kelembagaan koperasi dari Kemenkumham dengan nama Koperasi Produsen Kopi Wonosalam Jombang.
Pada periode yang sama, kopi Wonosalam mendapatkan kerjasama dagang dengan agregator kopi dari Jogja untuk melakukan ekspor ke Jerman.
Bukan hanya itu, tahun 2022 ini, Koperasi Kopi Wonosalam kembali membuat Jawa Timur dan Bank Indonesia bangga dengan adanya kesepakatan dengan agregator kopi dari Bali sehingga dapat melakukan ekspor ke Malaysia.
Selain seremonial pelepasan ekspor kopi excelsa Wonosalam, Rubath Kopi Jombang sebagai pelaku usaha asli Jombang juga melakukan penandatanganan kontrak dagang dengan PT. Indo Samudra Ekspor.
Budi pun berharap, dengan adanya ekspor perdana kopi Excelsa ke Malaysia ini, akan menjadi pemicu
semangat bagi klaster atau UMKM yang lain untuk tetap berjuang menembus pasar global, dan dapat memantik minat para pengusaha untuk memfasilitasi pasar ekspor UMKM Jawa Timur. (awp)

Related posts

Empat Departemen Di ITS Siap Disertifikasi AUN-QA

redaksi

Ir Klemens Sukarno Candra Dan Budi Santoso Akhirnya “Berontak”

redaksi

Tiga Saksi Ungkap Adanya Penusukan Yang Dilakukan Terdakwa Eren Ke Fardi Chandra

redaksi