surabayaupdate.com
HEADLINE HUKUM & KRIMINAL INDEKS

Hadi Mutohar Menangkan Gugatan Wanprestasi Melawan PT Kohir Pribadi Di PN Surabaya

Situasi persidangan pembacaan putusan gugatan wanprestasi Hadi Mutohar di PN Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Seorang warga Pondok Benowo Indah IV Surabaya memenangkan gugatan wanprestasi melawan PT. Kohir Pribadi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Kemenangan Hadi Mutohar ini dibacakan hakim I Gusti Ngurah Partha Bhargawa, Rabu (11/1/2023) didalam ruang sidang Sari 2 PN Surabaya.

Dalam amar putusan yang dibacakan hakim I Gusti Ngurah Partha Bhargawa, gugatan yang dimohonkan Hadi Mutohar ini tidak semuanya dikabulkan.

Lebih lanjut dalam amar putusan itu juga dinyatakan, supaya Badan Pertanahan Surabaya Nasional (BPN) menerbitkan sertifikat hak milik (SHM) atas rumah milik Hadi.

“Mengadili. Menyatakan gugatan wanprestasi yang dimohonkan penggugat dikabulkan untuk sebagian,” kata hakim Bhargawa membacakan amar putusan majelis hakim.

Menyatakan, lanjut hakim Bhargawa, jual beli antara Hadi Mutohar selaku penggugat dan PT Kohir Pribadi selaku tergugat sah.

Dalam putusannya, majelis hakim juga menyatakan bahwa Hadi Mutohar atau penggugat adalah pemilik sah dari objek bangunan dan tanah yang terletak di Pondok Benowo Indah IV Blok FB-09, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya.

Selain itu, hakim Partha juga memerintahkan agar BPN selaku turut tergugat menerbitkan sertifikat hak milik atas nama Hadi.

“Menghukum turut tergugat untuk menerbitkan sertifikat hak milik atas nama penggugat sesuai dalam akta jual beli Nomor 1549/BNW/X/1998 tertanggal 16 Oktober 1998,” perintah majelis hakim yang dibacakan hakim I Gusti Ngurah Partha Bhargawa.

Atas putusan tersebut, hakim Bhargawa memberikan kesempatan kepada penggugat dan para tergugat untuk menyatakan menerima atau melakukan upaya hukum banding.

“Jika tidak sependapat dengan putusan majelis hakim, maka bisa menempuh upaya hukum selanjutnya,” kata hakim Bhargawa.

Usai sidang, Adi Cipta Nugraha, kuasa hukum Hadi Mutohar mengaku bersyukur dengan putusan yang telah mengabulkan gugatan yang diajukannya.

Adi kembali menjelaskan, pada pokoknya, rumah yang beralamat di Pondok Benowo Indah IV Blok FB Surabaya yang saat ini ditempati penggugay tersebut adalah sah milik Hadi Mutohar.

Dalam putusannya, majelis hakim juga menyatakan, bahwa akta jual beli antara penggugat dan tergugat adalah sah, sedangkan tergugat terbukti melakukan wanprestasi.

“Jadi BPN sebagai instansi yang berwenang bisa segera menerbitkan sertifikat atas sesuai dengan apa yang menjadi hak penggugat,” kata Adi.

Saat ditanya apa yang akan dilakukan jika BPN tidak menerbitkan sertifikat, Adi menyebut tindakan tersebut sebagai melanggar isi putusan pengadilan.

“Kan tadi sudah dibacakan dan disebutkan dalam putusan hakim, dimana isi dari putusan itu adalah BPN harus tunduk dan patuh melaksanakan isi putusan,” tegas Adi.

Seperti diberitakan sebelumnya, gugatan wanprestasi diajukan Hadi Mutohar ke PN Surabaya sejak 2022. Dalam gugatannya, Hadi menggugat PT Kohir Pribadi selaku tergugat dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya selaku turut tergugat.

Perkara ini berawal saaat Hadi membeli tanah dan bangunan seluas 72 meter persegi yang terletak di Pondok Benowo Indah IV Blok FB-09, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya ke pengembang perumahan yakni PT Kohir Pribadi pada 16 Oktober 1998. Pada akta jual beli, objek tanah jual-beli merupakan sebagian tanah dari Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 967/Kel. Babat Jerawat dengan Surat Ukur Nomor 3961/1977 tertanggal 16 April 1977 telah mendapatkan izin mendirikan bangunan nomor 188/268.94/402.5.09/1998 pada tanggal 16 Februari 1998 yang dikeluarkan oleh Dinas Pengawasan Bangunan Daerah Pemerintah Kotamadya Surabaya.

Terhadap perbuatan hukum berdasarkan akta jual beli, penggugat telah melaksanakan kewajibannya dengan membayar lunas harga pembelian objek tanah dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Ruman (KPR) Bank Tabungan Negara Kantor (BTN) Cabang Surabaya. Namun meski telah membayar lunas KPR, Hadi tidak bisa memperoleh haknya yakni penerbitan sertifikat tanah atas nama dirinya.

Pihak PT Kohir Pribadi tidak mau melakukan proses pemecahan SHGB nomor : 967 dan tidak mau melakukan proses balik nama atas nama Hadi Mutohar. PT Kohir Pribadi bahkan tidak dapat menunjukkan atau tidak mau menyerahkan surat asli SHGB Nomor 967 kepada Hadi. (pay)

Related posts

BI Siapkan Rp. 12 Triliun Untuk Memenuhi Kebutuhan Uang Baru Di Bulan Ramadhan Dan Menjelang Idul Fitri 1443 H

redaksi

Henry J Gunawan Merasa Terdzalimi Di Perkara Investasi Pasar Turi

redaksi

LULUSAN SD JADI PEMIMPIN SINDIKAT CURANMOR

redaksi