surabayaupdate.com
HEADLINE INDEKS PENDIDIKAN & KESEHATAN

Sampoerna Academy Kembangkan Kecerdasan Budaya Dan Kompetensi Bahasa Melalui STEAM

Adelina Holmes selaku Principal Sampoerna Academy Pakuwon Indah (KIRI) dan John Murphy selaku Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Kembangkan kecerdasan budaya dan kompetensi bahasa, Sampoerna Academy lakukan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, & Mathematics atau disingkat STEAM.

Untuk melakukan pedagogi STEAM tersebut, Sampoerna Academy gelar Festival Lunar New Year 2023.

Diperayaan Lunar New Year 2023 ini, diharapkan sebagai momen yang tepat untuk pembentukan karakter peserta didik agar memiliki kecakapan abad 21.

John Murphy selaku Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon menjelaskan, Sampoerna Academy juga berfokus pada pengembangan karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan belajar mengajar non-formal, seperti menggelar perayaan Lunar New Year sebagai upaya mengembangkan kecerdasan budaya dan kompetensi bahasa.

“Sampoerna Academy berfokus pada pendekatan STEAM untuk mengembangkan kompetensi 5C pada murid,” kata John.

Lima C itu, lanjut John, Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Character.

John kembali mengatakan, Sampoerna Academy juga menerapkan program trilingual. Tiga bahasa yang diterapkan di sini yaitu Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

“Untuk mendapatkan hasil optimal, proses belajar mengajar di Sampoerna Academy tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas, melalui berbagai kegiatan atau program edukatif,”ungkap John.

John kembali melanjutkan, proses belajar mengajar yang dilakukan diluar kelas itu seperti, setiap tahun menggelar perayaan Lunar New Year, untuk mengembangkan kecerdasan budaya dan kompetensi bahasa di kalangan peserta didik.

Dalam perayaan Lunar New Year tahun ini, Sampoerna Academy Grand Pakuwon mengangkat tema “China Through The Ages”.

John pun menjelaskan, diperayaan ini, murid dan orang tua berkesempatan mengenal salah satu peradaban tertua di dunia dari masa ke masa.

“Menariknya, seluruh pertunjukan di festival budaya ini ditampilkan dan dipersembahkan para murid,” tuturnya.

Apa yang bisa dikutip dari festival budaya ini? John mengatakan, hal ini merupakan contoh nyata pembelajaran menggunakan STEAM, di mana murid didorong untuk berpikir kritis dan memahami lebih mendalam, serta diberi kesempatan untuk mengeksplorasi seluruh kemampuannya dalam mencari solusi atau cara baru.

Berbeda dengan Sampoerna Academy Pakuwon Indah, di mana murid-muridnya berusia Early Learning dan TK antara 2 sampai 5 tahun, pengembangan kecerdasan budaya dan kompetensi bahasa dilakukan dengan cara yang unik.

Seperti yang disampaikan Adelina Holmes selaku Principal Sampoerna Academy Pakuwon Indah, untuk peserta didik usia early learning, tentunya kegiatan yang dilakukan sifatnya lebih menyenangkan, tapi tetap mendidik.

“Misalnya, membuat tulisan kaligrafi ucapan Lunar New Year, atau melukis dan menghias lentera. Ini adalah adopsi konsep pembelajaran “Power of Play” yang menjadi kurikulum International Early Years Curriculum (IEYC) yang kami terapkan di Sampoerna Academy,” jelas Adelina.

Perayaan Lunar New Year juga merupakan upaya Sampoerna Academy menanamkan pada peserta didik mengenai tatanan nilai-nilai budaya Asia yang mengedepankan keharmonisan, toleransi, dan saling menghargai.

Harapannya, siswa dapat mengembangkan pola pikir global melalui kurikulum internasional yang dipelajari, sambil tetap menjunjung falsafah luhur Asia, tempat mereka lahir atau tinggal.

Tentunya pola pikir ini menjadi buah dari upaya pengembangan kecerdasan budaya yang ditanamkan sejak dini.

Seperti dijelaskan Psikolog Anak dan Remaja Vera Itabiliana di Webinar Cultural Intelligence: An Essential Skill Set for 21st Century yang diadakan Sampoerna Academy.

Vera mengatakan, kecerdasan budaya mengacu pada kemampuan seseorang untuk berinteraksi secara efektif dalam konteks beragam budaya, yang tentunya berkaitan dengan kompetensi kognitif atau berpikir, mengelola emosi, dan berperilaku saat berhadapan dengan orang lain,” kata Vera.

Apabila anak cerdas budaya, lanjut Vera, mereka akan lebih luwes dalam bergaul, memiliki kecakapan komunikasi lebih baik, fleksibel dalam berpikir atau open minded, serta mampu menjalin hubungan lebih harmonis dan minim konflik dengan orang-orang di sekitarnya.

Vera juga menambahkan selain peran sekolah, pengembangan karakter dan kemampuan cerdas budaya pada anak sebaiknya juga dilakukan di keluarga atau rumah.

“Ada berbagai cara yang bisa dilakukan orang tua untuk melatih kecakapan ini. Mulailah dengan memperkenalkan budaya sendiri kepada anak, setelah itu mengajak anak melihat atau memperhatikan budaya lain yang ada,” ungkap Vera.

Ajarkan anak untuk berempati terhadap budaya lain, sambung Vera, yang mungkin berbeda dengan budaya sendiri.

Para orang tua juga bisa melibatkan anak dalam perilaku atau gestur yang menghargai budaya lain, atau bisa juga dengan memperkenalkan bahasa baru,” jelas Vera lebih lanjut.

“Harapan kami, melalui perayaan Lunar New Year tahun ini, kecerdasan budaya dan kompetensi bahasa para peserta didik menjadi lebih terasah, sehingga pada akhirnya mereka bisa memiliki jiwa kepimpinan inklusif, serta mampu beradaptasi lebih cepat saat menghadapi tantangan global,” paparnya.

Melalui acara ini, Sampoerna Academy juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Lunar, semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan sejahtera. (pay)

 

Related posts

Siswa Siswi BLKI Ngunut Diberi Wawasan Kebangsaan  

redaksi

Ahli Pidana Melihat Dugaan Penipuan Dan Penggelapan Terhadap Henry J Gunawan Di Pembangunan Pasar Turi Tidak Ada

redaksi

Awasi Pembangunan Gedung 6 Lantai PN Surabaya

redaksi