surabayaupdate.com
HEADLINE INDEKS PENDIDIKAN & KESEHATAN

Karateka Sabuk Hitam PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia Gelar Latihan Bersama Di Tugu Pahlawan

Bambang Haryo Soekartono (kanan) bersama Rudy Hartono dan Usman Wibisono. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Karateka sabuk hitam Pembinaan Mental Karate (PMK) Kyokushinkai Karate-Do Indonesia gelar latihan bersama.

Latihan bersama yang digelar di Kompleks Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (2/4/2023) tersebut adalah pertama kali dilakukan para karateka PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia. Hal ini diungkap Bambang Haryo Soekartono.

Karateka sabuk hitam yang juga seorang pengusaha kapal ini mengatakan, latihan bersama ini banyak manfaat yang didapat diantaranya, secara psikis melatih mental karena tubuh tetap stabil meski dalam keadaan puasa bagi yang menjalankan.

“Selain mengisi Ramadhan, kegiatan ini juga menguji kemampuan dan merekatkan kembali anggota perguruan yang sempat dilanda persoalan hukum,” ujar Bambang Haryo Soekartono.

Calon Bupati Sidoarjo tahun 2020 ini kembali menjelaskan, latihan bersama sering digelar, namun untuk di Tugu Pahlawan baru pertama kali.

Pria yang akrab disapa BHS ini juga mengatakan, banyaknya karateka yang mengikuti latihan bersama di kompleks Tugu Pahlawan ini menunjukkan bahwa sesama karateka, khususnya pemegang sabuk hitam PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia masih solid.

“Melihat kehadiran rekan-rekan sesama pemegang sabuk hitam dan banyaknya senior yang ikut dilatihan bersama ini membuat saya trenyuh, bangga sekali,” ungkap Bambang Haryo Soekartono.

Walaupun Perguruan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia sedang ada sengketa hukum dengan sesama karateka PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia, sambung Bambang Haryo, kehadiran para pemegang sabuk hitam yang ikut dalam latihan di kompleks Tugu Pahlawan ini menunjukkan bahwa perguruan malah mendapat dukungan yang luar biasa dari sesama karateka.

Bambang Haryo Soekartono menyerahkan potongan nasi kuning kepada Rudy Hartono. (FOTO : dokumen pribadi untuk surabayaupdate.com/parlin)

Bambang Haryo kembali menjelaskan, bahwa para karateka yang ikut dalam latihan bersama ini jumlahnya sekitar 60 orang. Mereka itu adalah pemegang sabuk hitam yang tersebar diseluruh wilayah Jawa Timur.

“Hujan yang begitu deras dikompleks Tugu Pahlawan ini tidak menyurutkan saudara-saudara kami ini untuk datang disini, berlatih bersama,” jelas Bambang Haryo.

Ditengah-tengah latihan, Bambang Haryo melanjutkan, para karateka sabuk hitam yang menghadiri latihan bersama ini, komitmen mendukung perguruan khususnya Pimpinan Pusat Perguruan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia, Liliana Herawati yang menjadi tersangka di Polrestabes Surabaya.

“Kita saksikan bersama, bagaimana kami khususnya sesama pemegang sabuk hitam yang tergabung di perguruan, masih menjunjung tinggi persaudaraan diantara seluruh anggota,” papar Bambang Haryo.

Dan kalaupun ada yang membelot, papar Bambang Haryo, jumlahnya tidak banyak. Mungkin kurang dari satu persen saja.

Sementara itu, Rudy Hartono, salah satu pemegang sabuk hitam perguruan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia menambahkan, dalam latihan bersama ini, juga diajarkan beberapa teknik baru.

“Para senior sabuk hitam juga menularkan ilmu karatenya ke kami di acara latihan bersama ini. Dan setiap kami menggelar latihan bersama, selalu dibarengi dengan kumite,” ungkap Rudy Hartono.

Ketua Forum Sabuk Hitam Perguruan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia ini juga menjelaskan, latihan bersama memang sering dilakukan, minimal seminggu dua kali.

Rudy kembali menambahkan, dengan kegiatan latihan bersama ini, diharapakan bisa menjadi agenda rutin bagi para pemegang sabuk hitam bukan hanya dari Surabaya saja melainkan seluruh Jawa Timur.

Usai melakukan latihan bersama, para karateka ini kemudian melanjutkan dengan buka bersama dan acara pemotongan tumpeng yang dilakukan Bambang Haryo Soekartono untuk diberikan kepada Rudy Hartono selaku ketua forum sabuk hitam. (pay)

Related posts

Pengemudi Lamborghini Kebut Kebutan Di Jalan, Pembeli STMJ Kehilangan Nyawa

redaksi

Korban Penipuan Minta Kejati Jatim Berani Menahan Notaris Lutfi

redaksi

Sebelum Membunuh Istrinya, Suparman Melaksanakan Sholat Isya Di Mushola Dan Menjadi Imamnya

redaksi