surabayaupdate.com
HEADLINE INDEKS

LULUSAN SD JADI PEMIMPIN SINDIKAT CURANMOR

Kelompok Curanmor pimpinan Rosul yang ditangkap polisi.
Kelompok Curanmor pimpinan Rosul yang ditangkap polisi.

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang biasanya beraksi di Surabaya berhasil ditangkap polisi. Dari hasil penyidikan, terungkap pula jika anggota sindikat curanmor ini masih berusia belasan tahun.

Ironisnya, kelompok curanmor yang sudah sering beraksi di wilayah Surabaya tersebut, dipimpin seorang laki-laki yang hanya lulusan SD. Rata-rata anggota kelompok curanmor itu, pemuda putus sekolah.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP. Sumaryono mengatakan, kelompok curanmor yang usianya masih muda belia ini dipimpin Rosul (20) warga Jalan Setro X-A Surabaya. Di dunia kriminalitas, sepak terjangnya sudah sangat berpengalaman.

“Usai menangkap Rosul, polisi juga menangkap lima orang pemuda lain yang diduga kuat sebagai anggota kelompok curanmor pimpinan Rosul. Mereka yang tertangkap dan langsung ditetapkan sebagai tersangka itu bernama RS (17) warga Jl Bronggalan sawah Gg V Baru Surabaya, AS (17) warga Jl Bronggalan Sawah Baru Gg V Surabaya, “ ujar Sumaryono.

Dua tersangka ini, lanjut Sumaryono, anggota kelompok curanmor kedua. Untuk kelompok pertama, yang tertangkap polisi bernama WT (17) warga Jl dukuh Setro Gg X Surabaya, Fajar Dwi (18) warga Jl Dukuh Setro Gg X dan tersangka terakhir adalah Rudi Maulana (19) warga Jl Setro Gg II Surabaya.

“Berdasarkan pemeriksaan yang sudah dilakukan polisi, anggota kelompok curanmor pimpinan Rosul ini sudah beraksi di 6 Tempat Kejadian Perkara (TKP). Keenam TKP itu terdiri dari Jl Ir Soekarno, Jl MERR, Jl Dharma Husada Indah, Jl Kejawen Putih, Kampus C Unair dan Pakuwon City, “ ungkap Sumaryono.

Masih menurut perwira polisi yang pernah menjabat sebagai Kasat Tipikor Polda Jatim ini, modus yang paling sering mereka lakukan adalah memepet calon korbannya, terutama di tempat sepi. Begitu korban dipaksa berhenti, salah satu anggota kelompok curanmor ini kemudian mengambil paksa motor korbannya. Jika korbannya melawan, anggota kelompok ini kemudian mengeluarkan clurit untuk menakut-nakuti korbannya.

“Usai melakukan aksi kejahatannya, Rosul yang menjadi ketua kelompok ini kemudian mengirimkan sepeda motor hasil kejahatan tersebut ke Desa Rabesan, Bangkalan Madura dengan harga Rp. 2 juta hingga Rp. 3 juta. Rosul sendiri mendapat bagian Rp. 500 ribu untuk satu unitnya. Uang hasil pembagian ini kemudian dipakai Rosul untuk berfoya-foya, “ terang Sumaryono.

Bagaimana kelompok curanmor ini bisa tertangkap polisi? Kapolsek Mulyorejo, Kompol Kuncoro mengatakan, saat itu Rosul mengendarai sepeda motor Vario warna Orange dengan nopol L 5559 ER.

“Pemilik kendaraan yang melihat kejadian ini langsung menghubungi pihak kepolisian. Beberapa polisi kemudian ikut melakukan pengejaran terhadap tersangka. Tak lama kemudian Rosul pun tertangkap, “ ungkap Kuncoro.

Dari penangkapan kelompok curanmor pimpinan Rosul ini, sambung Kuncoro, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga sepeda motor milik para tersangka, 1 unit motor milik korban, 2 buah celurit, 1 buah pisau.

Saat ini polisi sedang memburu dua anggota kelompok curanmor ini. Mereka adalah AS dan S. Selain itu, polisi juga sedang mencari keberadaan sepeda motor yang dijual Rosul ke penadah yang berada di Bangkalan. (pay)

 

Related posts

KPPU Akan Selidiki Adanya Kartel Dibalik Kelangkaan Sapi Di Surabaya

redaksi

Mantan Ketua DPRD Kota Surabaya Ungkap Keuntungan Yang Diperoleh Dengan Adanya Proyek Sipoa

redaksi

Majelis Hakim Yang Sidangkan Perkara Christian Halim Dilaporkan Ke KY

redaksi