SURABAYA UPDATE
INDEKS POLITIK & PEMERINTAHAN

PEMASANGAN PLAKAT KAWASAN BEBAS PROSTITUSI SUDAH MENJADI KEPUTUSAN PEMKOT SURABAYA

Irvan Widyanto, Kasatpol PP Kota Surabaya. (FOTO : doc)
Irvan Widyanto, Kasatpol PP Kota Surabaya. (FOTO : doc)

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Karena sudah menjadi keputusan dan diagendakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, pemasangan plakat yang berisi kalimat “Kawasan Bebas Prostitusi” untuk kawasan Lokalisasi Dolly-Jarak, harus dilaksanakan, apapun resikonya.

Meski pelaksanaan pemasangan plakat yang bertuliskan kawasan bebas prostitusi beberapa waktu lalu itu sudah dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan akhirnya mendapatkan perlawanan warga, Satpol PP Kota Surabaya akan melakukannya kembali, Minggu, (27/7) mendatang.

Namun, pada pelaksanaan Minggu (27/7) itu, Satpol PP Kota Surabaya akan dibantu pasukan gabungan dari Kepolisian Polrestabes Surabaya, Linmas, Brimob, Korem dan Garnisun. Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, Sabtu (26/7) usai mengikuti rapat koordinasi di Mapolrestabes Surabaya.

Lebih lanjut Irvan mengatakan, supaya tidak terulang lagi ada warga di sekitar Lokalisasi Dolly-Jarak melakukan penolakan dan mengganggu pelaksanaan pemasangan plakat, seluruh pasukan gabungan yang jumlahnya mencapai 500 personil, akan diturunkan secara bersama-sama.

“Pada pemasangan plakat sebelumnya, kami memang sengaja melakukan penarikan pasukan. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya bentrok dengan warga yang selama ini menolak penutupan Lokalisasi Dolly-Jarak, “ ujar Irvan.

Selain tidak ingin terjadi bentrok dengan warga, sambung Irvan, pemasangan plakat yang berakhir dengan penolakan tersebut, hanya sebatas test case atau ujicoba, sebagaimana disampaikan Ibu Walikota Surabaya, beberapa jam sebelumnya.

“Dari kegiatan itu akhirnya didapati fakta bahwa, yang sebenarnya melakukan penolakan penutupan Lokalisasi Dolly dan Jarak, bukanlah warga Surabaya asli yang tinggal di sekitar Lokalisasi Dolly dan Jarak. Sehingga, mereka yang selama ini melakukan penolakan tersebut, tidak bisa dikatakan sebagai wakil masyarakat Surabaya yang terkena dampak penutupan, “ urainya.

Masih menurut Irvan, sejak awal pihaknya lebih memilih langkah persuasive jika memang Lokalisasi Dolly-Jarak nantinya akan ditutup, termasuk pemasangan plakat yang berisikan kalimat kawasan bebas prostitusi, yang akan dipasang di dua titik. (pay)

 

Related posts