
SURABAYA (surabayaupdate) – Untuk mencari atlit panjang tebing berprestasi dari sekolah-sekolah yang ada di Surabaya, JD Advocate & Legal Consultant gelar turnamen wall climbing di SMA YPPI-II Surabaya.
Kompetisi ini digelar satu hari, Minggu (19/4/2026), diikuti 24 peserta yang terdiri dari siswa-siswi SMP-SMA se-Surabaya. Dari 24 peserta tersebut, 18 peserta berasal dari siswa SMP dan enam peserta dari siswa SMA.
Dalam kompetisi yang diberi nama JD Cup Lead Climbing Competition ini hanya satu kategori yang dilombakan yaitu Lead Top Roof.
Didik Waluyo selaku Ketua Panitia JD Cup Lead Climbing Competition 2026 mengatakan bahwa kompetisi ini adalah agenda tahunan yang diselenggarakan Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja.
Lebih lanjut Didik Waluyo menerangkan, untuk kompetisi ditahun 2026 ini adalah yang kedua kalinya diselenggarakan JD Advocate & Legal Consultant.
“Semua yang dibutuhkan di kompetisi lead top roof ini, mendapat support penuh dari kantor hukum Johanes Dipa Widjaja,” kata Didik Waluyo.
Mahendra Suhartono, perwakilan dari Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja and Partners mengatakan, kompetisi panjat tebing yang dilaksanakan di SMA YPPI-II Surabaya ini adalah untuk mencari atlit-atlit panjat tebing berbakat dan berprestasi dari siswa-siswi SMP-SMA di Surabaya.
“Khusus bagi atlit berprestasi diolahraga panjat tebing yang ada di sekolah SMA YPPI-II Surabaya ini, diharapkan mampu melahirkan atlit panjat tebing tingkat nasional yang dapat menyumbangkan prestasinya baik ditingkat nasional maupun internasional,” kata Mahendra Suhartono.
Diselenggarakannya JD Cup Lead Climbing Competition 2026 di SMA YPPI-II Surabaya ini, sambung Mahendra Suhartono, juga sebagai bentuk pengabdian advokat Johanes Dipa Widjaja kepada almamaternya yaitu SMA YPPI Surabaya.
“Kami juga berharap, dengan diselenggarakannya kompetisi ini, bisa menjadi motivasi bagi adik-adik SD, SMP maupun SMA yang mengikuti kegiatan olahraga panjat tebing, supaya lebih berprestasi lagi,” ujar Mahendra Suhartono.

Mahendra pun berpesan, supaya siswa-siswi SMP-SMA yang mengikuti kompetisi ini dapat terus berlatih dan belajar dengan tekun disekolah mengingat prestasi akademik dan non akademik haruslah saling mendukung dan berjalan beriringan.
Di JD Cup Lead Climbing Competition 2026 ini, selain dihadiri seorang atlit nasional yang sudah tiga kali mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON), juga hadir seorang pelatih nasional dengan spesialisasi speed climbing.
Atlit nasional yang pernah mengikuti tiga kali PON itu bernama Fathurrosi dan pelatih nasional speed climbing itu bernama Galar Pandu Asmoro.
Sementara itu, Raden Widjang Dwi Raharja selaku Pengurus Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Surabaya mengatakan, antusias masyarakat Kota Surabaya khususnya para siswa mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi untuk mengikuti sport climbing atau olahraga panjat tebih prestasi, bukan panjat tebing adventure atau panjat tebing di alam bebas atau pegunungan sangat tinggi.
Lebih lanjut Raden Widjang Dwi Raharja menjelaskan, pembinaan atlit panjang tebing usia dini di Kota Surabaya terus dilakukan.
“Untuk sport climbing di kota Surabaya sudah sangat marak karena pembinaan atlit usia dini mulai usia tujuh tahun hingga junior di usia 19 tahun, sudah diikuti dengan adanya kompetisinya,” ungkap Raden Widjang Dwi Raharja.
Di setiap kompetisi panjat tebing diusia dini, sambung Raden Widjang Dwi Raharja, juga dilombakan banyak kategori.
“Yang dilombakan di JD Cup SMA YPPI-II ini untuk peserta youth C, dan youth AB,” kata pengurus harian FPTI Kota Surabaya yang membidangi organisasi.
Raden Widjang Dwi Raharja juga mengungkapkan, bulan depan akan ada kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Surabaya. Dan di O2SN ini, olahraga panjat tebing pertama kali dilombakan dengan peserta dari siswa-siswi SMP-SMA.
“Kompetisi yang digelar di SMA YPPI-II Surabaya ini sebagai tryout bagi para atlit panjat tebing tingkat SMP dan SMA di Surabaya sebelum mengikuti O2SN tingkat Kota Surabaya,” ujar Raden Widjang Dwi Raharja.

O2SN lanjut Raden Widjang Dwi Raharja, berada dibawah naungan Dinas Pendidikan. Untuk bisa mengikuti O2SN ini, setiap sekolah di Kota Surabaya akan mengirimkan siswa berprestasi mereka untuk mengikuti seleksi awal ditingkat kota sebelum mengikuti kejuaraan panjat tebing di O2SN ini.
Raden Widjang Dwi Raharja kembali menerangkan, untuk sekolah-sekolah baik tingkat SMP maupun SMA, sudah banyak berdiri club maupun ekstrakulikuler panjat tebing. Namun, banyak pula sekolah-sekolah di Surabaya tersebut belum mempunyai sarana dan prasarana yang memadai.
FPTI Kota Surabaya mencatat ada 15 anggota yang terdiri dari club bagi masyarakat umum maupun di beberapa sekolah-sekolah yang ada di Surabaya, termasuk dikalangan mahasiswa, juga dari Siswa Pecinta Alam (Sispala).
Raden Widjang Dwi Raharja menambahkan, panjat tebing Kota Surabaya sendiri telah menyumbangkan banyak atlit panjat tebing yang saat ini berada di Pelatnas.
Meski baru tahun berdiri, para siswa-siswi SMA YPPI-II Kota Surabaya yang tergabung dalam JD Club Climbing, telah menorehkan banyak prestasi.
Prestasi yang berhasil diraih JD Club Climbing SMA YPPI-II Kota Surabaya seperti kompetisi panjat tebing yang digelar Mythical Climbing, Unesa Cup 2026, kompetisi yang digelar Kampret Gym dan Phyxius.
Beberapa siswa siswi SMA YPPI-II Surabaya juga berhasil mencatatkan namanya di kompetisi olahraga panjat tebing seperti Marvel siswa SMA YPPI-II Surabaya kelas XII meraih Juara III untuk kategori Novice Boulder dikompetisi panjat tebing Unesa 2026 dan Mythical Climbing 2026,
Selanjutnya masih diajang kompetisi yang sama, Loviana Murdiati siswi kelas XII SMA YPPI-II Surabaya meraih Juara III Kategori Novice Boulder.
Masih di kategori lomba Novice Boulder, Ferdinan Jose siswa SMA YPPI-II Surabaya berhasil meraih Juara II.
Siswa-siswi SMA YPPI-II Surabaya yang pernah meraih juara di kompetisi panjat tebih Unesa 2026 dan Mythical Climbing 2026 yaitu Aurelia Amanda Kelas XII berhasil meraih Juara I untuk kategori Intermediate Boulder, Michelle Ashary siswi kelas XII SMA YPPI-II Surabaya berhasil meraih juara II kategori Intermediate Boulder.
Prestasi paling membanggakan diukir Fiona Chandra Lius siswi Kelas XII SMA YPPI-II Surabaya berhasil meraih Juara II untuk kategori Novice Boulder, Juara III untuk kategori Intermediate Boulder. (pay)
