SURABAYA UPDATE
HEADLINE INDEKS POLITIK & PEMERINTAHAN

RATUSAN POLISI JAGA LONG MARCH PARA PEKERJA LOKALISASI DOLLY

Gelombang penolakan lokalisasi Dolly ditutup terus berlangsung. Ribuan massa melakukan long march untuk bertemu Lurah Putat Jaya. Namun aksi ini dapat dicegah aparat kepolisian. (FOTO: Parlin)
Gelombang penolakan lokalisasi Dolly ditutup terus berlangsung. Ribuan massa melakukan long march untuk bertemu Lurah Putat Jaya. Namun aksi ini dapat dicegah aparat kepolisian. (FOTO: Parlin)

SURABAYA (SurabayaUpdate.com) – Satu bulan menjelang penutupan lokalisasi Dolly Surabaya kian mencekam. Segala cara dilakukan untuk menentang penutupan lokalisasi yang konon terbesar di Asia Tenggara ini.

Aksi lanjutan yang dilakukan massa menolak penutupan lokalisasi Dolly terjadi Senin (19/5). Tepat pukul 09.15, ratusan massa yang menolak Dolly ditutup 19 Juni mendatang ini berkumpul di gang Dolly.

Begitu mendengar suara sirine, ribuan elemen masyarakat tolak penutupan Dolly, langsung berkumpul. Ribuan massa yang tergabung dalam Front Pekerja Lokalisasi (FPL) dan Paguyuban Pekerja Lokalisasi (PPL) langsung berkumpul menjadi satu.

Secara bersama-sama, massa yang terdampak langsung dengan rencana penutupan Lokalisasi Dolly oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini ini sepakat melakukan long march menuju Kantor Kelurahan Putat Jaya yang beralamat di Jalan Dukuh Kupang Timur Surabaya.

Mereka yang bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), makelar wisma, jasa cuci pakaian atau laundry, pemilik warung di sekitar gang Dolly ini mendatangi kantor Kelurahan Putat Jaya untuk menemui Lurah Putat Jaya.

Begitu bertemu dengan Lurah Putat Jaya, rencananya massa yang menolak Dolly ditutup ini mengajak Lurah Putat Jaya untuk menandatangani penolakan penutupan lokalisasi Dolly. Namun sayangnya keinginan mereka ini tidak terlaksana.

Ketatnya penjagaan yang dilakukan ratusan polisi dari Polrestabes Surabaya dan Polsek Sawahan dalam membuat barikade, ditopang dengan disiagakannya satu unit mobil water canon milik polisi, membuat langkah massa yang menolak penutupan lokalisasi Dolly, jadi terhalang.

Sebagai pengobat kekecewaan mereka karena gagal bertemu Lurah Putat Jaya, ribuan massa ini melakukan orasi di depan kantor kelurahan. Dalam orasinya, perwakilan massa yang melakukan long march ini mengutuk tindakan Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang bersikukuh supaya Dolly ditutup.

“Andai Walikota Surabaya, Tri Rismaharini tetap bersikukuh pada keinginannya untuk menutup lokalisasi Dolly, kami berjanji tidak akan memilihnya lagi sebagai Walikota Surabaya pada periode berikutnya, “ ancam salah satu perwakilan massa dalam orasinya.

Selain melakukan orasi di depan kantor kelurahan, massa juga melakukan aksi bakar ban di tengah jalan sambil berteriak-teriak dan meneriakkan yel-yel yang berisi kecaman dan hujatan kepada Walikota Surabaya.

Meski tidak ada bentrok antara massa yang melakukan long march dengan aparat kepolisian yang melakukan penjagaan, aksi yang dilakukan massa ini membuat arus lalu lintas di Jalan Banyu Urip Surabaya terganggu.

Sebagai bentuk antisipasi supaya kemacetan lalu lintas itu tidak dirasakan lama oleh para pengguna jalan yang lain, polisi yang berjaga-jaga di sepanjang jalan tersebut melakukan pengalihan arus lalu lintas. (pay)

Related posts